
aku yang mendengarnya tak kuasa menahan air mata lagi.
"udah jangan nangis gue nggak papa beneran !! , jangan ngeluh lagi , apalagi nangis didepan gue !! gue merasa bersalah malahan " ucapnya mengelus air mataku yang mengalir dipipi.
"udah lo diem , ini semua salah gue , lo yang jadi sasaranya terus , gue minta maaf dhani " tangis ku pecah melihatnya lemas tak berdaya.
gimana ini mana mungkin aku mengendong kesana-kemari , gue kan cewek mana kuat kayak gituan.
tiba-tiba angin dingin berhembus kencang dan munculah sesosok laki-laki tampan di depan ku.
dia masih seusia dhani , ia menatap lekat ke arahku dan mendekatiku perlahan.
"kkk kamu siapa ??? mau apa kau ?? apa kau tak kasihan melihat saudaraku tak berdaya ?? apa kau tak punya hati ??? " gertam ku.
namun pria itu tak mendengarkan cingcong ku ia langsung membopong Dhani dan berkata.
"lo nggak usah maksain !!! " ucapnya.
"gue nggak papa " sahut dhani.
ia berlari mengendong dhani tak tau arah dan aku berlari mengikutinya.
"woyyyy !!!!! mau lo bawa kemana , saudara gue ???? " teriak ku sambil mengejarnya.
__ADS_1
ia kemudian berhenti di sebuah gubuk tua dan meletakan dhani di sana.
"lo tunggu sini dulu " ucapanya sembari meletakan tubuh dhani yang lemas tak berdaya.
"dan lo... jagain dhani karna cuma lo yang bisa ngalahin dukun sialan iti " ucapanya berlari ke dalam hutan itu.
aku yang melihatnya bingung , aku segera menghampiri dhani dan memangku kepalanya.
aku menatap tempat dimana pria itu menghilang.
"lo kenapa ?? naksir ya ??? dia itu namanya....."belum sempat dhani menyelesaikan ucapanya , pria itu datang dengan membawa dedaunan yang bentuknya sangat aneh.
ia berkomat-kamit di depan dhani , dan ia mengusapkan daun itu di sekujur tubuh dhani.
"dhan , lo harus kuat ya !!!!! lo harus kuat !!!! " ucapku sembari mengelus-elus kepalanya.
tiba-tiba getaran itu berhenti dan luka-luka yang berada di tubuh dhani hilang , dan ia kembali normal.
ia bernjak bangun , dan ku bantu , ia menatap lekat ke arah ku.... dan tanpa ku sadari ia memeluk ku.
"makasih , lo udah perhatian sama gue " ucapnya kubalas dengan pelukan.
"nggak lo nggak perlu bilang gitu , ini semua tu salah gue " ucap ku bahagia. melihat saudaraku kembali pulih.
__ADS_1
"ehmmm ehmmm , gue jadi obat nyamuk nih , dianggurin " ucap pria misterius namun tampan itu.
aku segera melepas pelukan ku dan dhani pun sama.
"broo gue nggak tahu gimana caranya balas budi sama lo , makasih banyak "ucapnya berjabat tangan dengan pria moster namun tampan itu.
"udah kayak siapa aja lu , udah lupakan itu sekarang kita nggak punya banyak waktu , waktu kita tinggal 3 jam , dan perjalanan kita masih panjang" ucapnya beranjak berdiri.
aku yang sembari dari tadi cuma melihatnya , melamun menatap ketampananya.
aku hanya terfokus pada pria itu , bahkan mereka membicarakan ku saja , aku tak mendengarnya.
"broo itu siapa lo??? pacar ya ???, dapat dimana lo cantik banget ???" ucap pria misterius namun tampan itu.
"itu saudara gue namaya jani , baru pindah makanya lo baru liat ??? napa lo naksir ya ??? " cloteh dhani.
"hah ... apa ya nggak lah " ucap dhani memecah lamunannya.
"kalo lo suka langkahin gue dulu " ucapnya ,mereka lalu tertawa , aku hanya terpaku dengan ketampananya.
ia kemudian berjalan kedepan menuju tempatku duduk , hatiku berdetak keras, sepertinya aku belum merasakan detakan jantung sekuat ini.
apa jangan-jangan.............
__ADS_1