
"laenn kali naek motor gue aja deh , gue paling kagak demen naik montor tinggi ke gini tau nggak , berasa melayang gue " ucapku cemeberut.
"heeh iya deh gue kira lo suka pakek montor gininan ,lagian naik turun gunung pakek montor matic " ucapnya.
" emang nya kita mau kemana sihh ??? " tanyaku heran , namun ia tak menanggapinya , ia hanya tersenyum kecil.
"nji kita mau kemana seh ah " ucapku sedikit kesal.
"ke pelaminan mau nggak ?" jawabnya sontak membuatku kaget.
"hehhh apa coba sekali lagi lo bilang , hah gua kagak denger !!!" bentakku pura-pura ****.
"hehe iya ntar gue kasih tau kalo dah mau sampe " jawabnya.
"nihhh bocah bener-bener ya bisa-bisanya ngegombalin gue huwwaa "
setelah beberapa menit kemudia perjalanan yang jauh...................
__ADS_1
kami tiba disebuah bukit yang indah dan terdapat coffee shop , yang lumayan megah di atas bukit ini , kulihat banyak anak muda yang nongkrong di coffe shop ini.
panji dengan gesit memakirkan montornya , dan lagi-lagi gue nggak bisa turun.
"nji nji lo jangan turun dulu , em gue nggak bisa caranya turun " ucapku gugup.
panji malah mentertawakan tingkah ku ,
"dah lo pegang pundak gue trus turun pelan-pelan okheeee " ucap nya enteng , aku langsung melakukan hal yang ia ajarkan.
"dah ah gue ntar pulang nya naik taksi online aja , atau ojek online capek gue " ucapku Setelah turun dari montor gedhe ini.
kami memesan tempat di lantai dua agar terlihat lebih jelas pemandangannya , dan tak butuh waktu lama coffe kami datang.
"wuihhh enak juga coffe nya , gue nggak nyangka di sini ada coffe shop " ucapku sambil meminum coffe itu.
"lo kira cuma di kota doang yang ada , disini juga nggak mau kalah dong ,kalo lo mau steak nohh maju dikit ada " ucapnya sambil meminum coffe nya.
__ADS_1
"hemmm seger juga pemandangan nya , sumpah betah gue disini , enak , andai aja hidup gue begini terus tanpa ada halangan ilmu gue , betapa bahagianya gue " ucapku berdiri dan memandang indahnya bukit ini.
panji juga ikut berdiri dan menghampiri ku.
"lo suka ya ??" tanyanya.
"jelas lah , gue pengen gitu hidup gue tenang , bisa nikmati hari-hari gue selayaknya orang-orang normal pada umumnya " ucapku rindu akan diriku yang dulu.
"lo nggak usah sedih , gue janji gue akan selalu buat lo bahagia , buat lo ngrasain hal selayaknya manusia normal seperti mereka-mereka pada " ucapnya merangkulku.
"hah , nggak bisa nji , gue kayak dikutuk selalu tertimpa masalah yang nggak ada henti-hentinya di hidup gue , gue capek nji , gue bener-bener capek " ucapku sedih.
"heyyy gue bawa lo kesini biar lo tu senyum , happy , bukanya gini ,dah udah ya , kita kesana yuk , pemandangannya jauh lebih cantik " ucapnya lalu ia mengenggam tanganku.
kami berjalan keluar cafe , kami suda berada di ujung bukit ini , betapa terkejutnya diriku , ku kira jurang yang menyeramkan , ternyata ini lebih indah dari segalanya.
"eh eh Panji itu ada air terjun , gimana kita ke sana , gue pengen kesana , bisa nggak ??" tanyaku tiba-tiba ceria.
__ADS_1
ia melihatku bahagia.
"nahh gini dong , jangan murung lagi , ntar cantiknya ilang lohh " ucapnya membuatku semakin bahagia.