Sisi Lain Ilmu Hitam

Sisi Lain Ilmu Hitam
APA YANG TERJADI.


__ADS_3

"Aaaaaaaaaa" seru kami , mataku terasa berat untuk ku buka , seperti sudah tidur berminggu-minggu , sedikit demi sedikit , perlahan ku buka mataku.


Saat ku buka banyak orang yang berada di rumah nenek.


Nenek dan ibu melihat aku seperti prihatin , kenapa ini apa yang terjadi , kenap banyak orang di rumah nenek.


Semua pertanyaan itu sementara kutepi karna rasa haus tiba-tiba menyelimuti tenggorokan ku.


"Haaa- hauss" hanya itu yang bisa kuucapkan.


Ibu yang memangku kepalaku dan menangis sendu , seperinya ia menangis sangat lama segera meminta ayah mengambilkan segelas air putih.


Aku segera meneguk habis air itu dan tenggorokan masih terasa haus.


"Aa air lagi " ucapku sembari mencoba berdiri untuk duduk.


Ayah segera mengambilkan air lagi untukku , aku mencoba untuk bangun , dibantu oleh ibu dan nenek.


Kulihat samping kananku ada kakek , dhani , dan mbah seno , kenapa mereka semuanya bertapa memangnya ada apa.


Setelah aku meneguk habis air aku segera ingin bertanya pada ibu namun lelaki tua menghampiri ku dengan pakaian jubah putih panjang.


"Kkkakek " ucap ku yang masih ingat dengan kakek ini.


"Hmm pie awakmu wes penak nduk ??? ( Gimana badanmu udah enakan nak ?? ) " Tanya kakek itu memandang ku.

__ADS_1


"Bb baik kek , kakek....." Belum sempat ku teruskan ucapan ku kakek itu memberikan aku nasihat.


"Nduk awas lho (nak awas ya )" ucap kakek itu dengan memandang ibu disertai tawaan kecil.


"Nggeh mbah siap puji mboten blenjani ( iya mbah puji nggak mengingkari ) " ucap ibu disertai tawaan kecil.


Kakek itu segera beranjak ke pertapaan mereka dan tiba-tiba kak tegar dan rizky datang membawa plastik hitam , di ikuti ayah yang ikut ke sekumpulan itu.


Kakek , mbah seno , dan dhani perlahan membuka matanya yang sayu seperti tak tidur berminggu-minggu.


"Buk ini ada apa tho ?? " Tanyaku pada ibu yang masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu lapar nduk ?? " tanya ibu padaku yang sepeetinya tahu cacing di perutku mulai membrontak.


Ya memang rasa lapar begitu terasa di perut , seperti tak makan berminggu , apa aku memang tak makan.


"Wes gakusah nduk , koe neng kene wae tak aku wae seng mendet (udah nggak usah nak , aku saja yang ngambil ) " ucap nenek yang segera menuju dapur.


Ku tengok sebelah kiriku ada rachel dan keluarganya , berkerumun mengelilingi rachel , rachel menatap sekelilingnya dengan tatapan bingung , mungkin ia juga merasakan apa yang kurasakan.


Ia memandangku sejenak , ia juga bingung kenapa ini , dan ada apa ini , yang berada di otak kami hanya pertanyaan itu.


"Jani" ucapnya memandang penuh keheranan.


"Aaaku dirumah mu ?? " Tanyanya ragu.

__ADS_1


Yang kujawab dengan anggukan diserta senyum tipis.


Sekitar 10 menit nenek tiba dengan membawa nampan diikuti wanita paruh baya yang juga membawa nampan berisi makanan.


Nenek memberikan kami seporsi-seporsi satu piring.


Aku melahapnya habis , makanan itu terasa nikmat di mulut , mungkin karena faktor lapar jadi semua makanan yang masuk ke mulut ku rasanya hanya enak dan enak.


"Imbuh nduk ?? (Nambah nak ?? ) "Tanya nenek.


Sebenarnya juga masih lapar namun , aku malu jika harus nambah didepan banyak orang.


"Bukk , jawab jujur deh apa yang sebenarnya terjadi ?? " Tanyaku lirih karna takut dimarahi ibu.


"Dihh kepo ya " cloteh ibu sedikit membuat kami senyum.


Mbah seno dan kakek itu menghampiri rachel dan memberikan kantong plastik hitam namun lebih kecil dibanding yang dibawa kak tegar dan rizky tadi.


"Le iki ngko dicampur karo banyu adus ya , trus disiramke anakmu ya (nak ini nanti dicampur sama air mandi trus dibasuh ke anakmu ya ) "ucap mbah seno dengan kakek tua itu.


Setelah keluarga rachel menerima itu , mereka segera berpamitan kepada keluargaku , dan pergi meninggalkan rumah kami.


Aku masih bingung apa yang terjadi , kenapa ini , dan ada apa sebenarnya , pertanyaan itu selalu terlintas dibenak ku.


Kudengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang membuatku sedikit lebih tenang.

__ADS_1


Kulihat dhani jika ia membaca ayat-ayat suci itu , tampang yang menjengkelkan itu berubah menjadi lebih teduh dan lumayanlah.


__ADS_2