
"AKU BUKAN NYAIIIII !!!! , KAU DENGAR TIDAK !!!! " Bentakku.
"Sudahlah biar aku saja yang mengurusnya " ucap dhani menyusul ku.
"AMPUNNNN !!!! AKI !!!!! AKU PERCAYA DENGAN ILMU MU , AKU AKAN MENJADI BUDAK MU SEKARANG , TOLONG AMPUNI AKU !!!! " Rengek makhluk itu dengan dhani.
"Baiklah aku akan mengampuni mu namun siapa yang mengirim mu ?? " Tanya dhani dengan tatapan tajam.
"Baiklah tejo yang mengirim ku , ia murka jika tempatku sekarang di ketahui banyak orang " ucapnya menggera kesakitan.
"Tejo , ia masih dendam dengan saudaraku ?? " Tanya dhani.
"Ya ia ingin saudara mu celaka " ucapanya menahan sakit.
"Aku akan mengampuni mu jika kau bersedia membantuku " kata dhani.
"Eh dhan apa-apaan sih lo , emang bisa dipercaya ??" Ucap ku ragu.
"Bisa ku pastika , jika ia melanggar sumpahnya sendiri , kau akan mati di tanganku sendiri ,itu bisa saya pastikan !!!! " Ucap dhani.
"Sungguh terlalu " clotehku.
"Emang siapa tu tejo , gue baru denger namanya ?? " Tanyaku pada makhluk itu.
Belun sempat ia menjawa tubuh kami seperi di seret seseorang dan
Wusssshhhh
__ADS_1
Kami tiba-tiba sudah di rumah nenek , dan di hadapan kami ada kakek tua itu.
"Duhhh kepala ku " ucapku sambil memegang kepala yang kejedot dengan kepala dhani.
"Keras amat sih kepala lo " omelku padanya.
"Bawel lu ,kalo lembek namanya buka kepala " sahut dhani yang juga mengelus-elus kepalanya.
"Eh kakek " ucapku mencoba berdiri , dengan pandangan memutar-mutar.
Aku memegang bahu dhani untuk menjaga keseimbangan dan.
Brughhhhh
Kami berdua terjatuh lagi , kakek yang melihat tingkah laku kami terkekeh.
"Ih kakek nggak lucu taw ?? " Ucapku duduk dengan pandangan yang lumayan.
"Jani harus gimana kek , jani aja nggak bisa apa-apa " ucapku bimbang.
"kosek hmm besok pagi kakek kesini " ucap kakek kepada kami.
"kek besokkan kami harus kesekolah " tanyaku.
"oww iya makhlum udah tua " ucap kakek terkekeh.
"stw ya kek ?? " sahutku.
__ADS_1
"apaan tuh stw ?? " sahut dhani memandang ku.
"setengah tuwa " ucapku lirih.
kakek dan dhani terkekeh melihatku berbicara pelan.
"kok ketawa sih ?? emang Jani pelawak apa ?? " ucapku cemberut.
"ada apa tho ini " nenek datang dengan membawa beberapa cangkir berisi kopi dan teh.
aku segera membantu nenek menurunkan segelas segelas teh.
"udah tidur sana besok sekolah lho nduk " sahut kakek .
aku dan dhani segera menuju kamar masing-masing dengan menatap tajam satu sama lain , dan lalu memalingkan wajahku.
nenek dan kakek melihat tingkah laku ku tertawa , aku segera tidur karna sudah larut malam.
****
"mbah jani niku pripun , jane kulo mesake namati ( mbah jani itu gimana , sebenarnya saya kasihan melihatnya )" tanya nenek.
"dek e kudu sinau ilmu ne ben , dek e iso ngliundungi awak e dewe ( dia harus belajar ulmunya biar bisa melindungi dirinya sendiri ) " ucap kakek menyeruput kopi hitam , pahitnya.
"carane pripun mbah ??? ( caranya gimana mbah ?? ) " tanya nenek.
"weton e putu mu i opo tho ?? ( weton cucumu itu apa ??) " tanya kakek.
__ADS_1
"waduh kesupen kulo , nejngenjeng kulo tanglet ke puji Mbah ( waduh saya lupa , besik saya tanyakan ke puji mbah ) " jawab nenek.
"ya aja lali lho ya , aku wes ra ndue wektu akeh ( ya jangan lupa lho ya , aku sudah tak punya waktu banyak ) " ucap kakek kembali menyeruput kopi hitamya.