Sisi Lain Ilmu Hitam

Sisi Lain Ilmu Hitam
BELAJAR PART 1.


__ADS_3

"AKU BUKAN NYAIIIII !!!! , KAU DENGAR TIDAK !!!! " Bentakku.


"Sudahlah biar aku saja yang mengurusnya " ucap dhani menyusul ku.


"AMPUNNNN !!!! AKI !!!!! AKU PERCAYA DENGAN ILMU MU , AKU AKAN MENJADI BUDAK MU SEKARANG , TOLONG AMPUNI AKU !!!! " Rengek makhluk itu dengan dhani.


"Baiklah aku akan mengampuni mu namun siapa yang mengirim mu ?? " Tanya dhani dengan tatapan tajam.


"Baiklah tejo yang mengirim ku , ia murka jika tempatku sekarang di ketahui banyak orang " ucapnya menggera kesakitan.


"Tejo , ia masih dendam dengan saudaraku ?? " Tanya dhani.


"Ya ia ingin saudara mu celaka " ucapanya menahan sakit.


"Aku akan mengampuni mu jika kau bersedia membantuku " kata dhani.


"Eh dhan apa-apaan sih lo , emang bisa dipercaya ??" Ucap ku ragu.


"Bisa ku pastika , jika ia melanggar sumpahnya sendiri , kau akan mati di tanganku sendiri ,itu bisa saya pastikan !!!! " Ucap dhani.


"Sungguh terlalu " clotehku.


"Emang siapa tu tejo , gue baru denger namanya ?? " Tanyaku pada makhluk itu.


Belun sempat ia menjawa tubuh kami seperi di seret seseorang dan


Wusssshhhh

__ADS_1


Kami tiba-tiba sudah di rumah nenek , dan di hadapan kami ada kakek tua itu.


"Duhhh kepala ku " ucapku sambil memegang kepala yang kejedot dengan kepala dhani.


"Keras amat sih kepala lo " omelku padanya.


"Bawel lu ,kalo lembek namanya buka kepala " sahut dhani yang juga mengelus-elus kepalanya.


"Eh kakek " ucapku mencoba berdiri , dengan pandangan memutar-mutar.


Aku memegang bahu dhani untuk menjaga keseimbangan dan.


Brughhhhh


Kami berdua terjatuh lagi , kakek yang melihat tingkah laku kami terkekeh.


"Ih kakek nggak lucu taw ?? " Ucapku duduk dengan pandangan yang lumayan.


"Jani harus gimana kek , jani aja nggak bisa apa-apa " ucapku bimbang.


"kosek hmm besok pagi kakek kesini " ucap kakek kepada kami.


"kek besokkan kami harus kesekolah " tanyaku.


"oww iya makhlum udah tua " ucap kakek terkekeh.


"stw ya kek ?? " sahutku.

__ADS_1


"apaan tuh stw ?? " sahut dhani memandang ku.


"setengah tuwa " ucapku lirih.


kakek dan dhani terkekeh melihatku berbicara pelan.


"kok ketawa sih ?? emang Jani pelawak apa ?? " ucapku cemberut.


"ada apa tho ini " nenek datang dengan membawa beberapa cangkir berisi kopi dan teh.


aku segera membantu nenek menurunkan segelas segelas teh.


"udah tidur sana besok sekolah lho nduk " sahut kakek .


aku dan dhani segera menuju kamar masing-masing dengan menatap tajam satu sama lain , dan lalu memalingkan wajahku.


nenek dan kakek melihat tingkah laku ku tertawa , aku segera tidur karna sudah larut malam.


****


"mbah jani niku pripun , jane kulo mesake namati ( mbah jani itu gimana , sebenarnya saya kasihan melihatnya )" tanya nenek.


"dek e kudu sinau ilmu ne ben , dek e iso ngliundungi awak e dewe ( dia harus belajar ulmunya biar bisa melindungi dirinya sendiri ) " ucap kakek menyeruput kopi hitam , pahitnya.


"carane pripun mbah ??? ( caranya gimana mbah ?? ) " tanya nenek.


"weton e putu mu i opo tho ?? ( weton cucumu itu apa ??) " tanya kakek.

__ADS_1


"waduh kesupen kulo , nejngenjeng kulo tanglet ke puji Mbah ( waduh saya lupa , besik saya tanyakan ke puji mbah ) " jawab nenek.


"ya aja lali lho ya , aku wes ra ndue wektu akeh ( ya jangan lupa lho ya , aku sudah tak punya waktu banyak ) " ucap kakek kembali menyeruput kopi hitamya.


__ADS_2