
Aku segera mengambil camilan yang dibuat nenek di dapur , ibu ternyata juga memyusulku.
"Bu kakek-kakek tua itu siapa tho ??? " Tanyaku penasaran.
"Itu i mbah buyut mu bapak nya kakek " ucap ibu.
"Owhhh " ucapku mengerti.
Sudah lama aku tak merasakan hawa segar di desa ini , aku memutuskan untuk keluar dan ke lantai atas untuk menikmati udara segar , kakek dan nenek ku sengaja membangun lantai atas untuk menjemur padi.
Namun ini belum saat nya panen , maka di gunakan untuk bersantai , menikmati senja.
Saat kulangkahkan kaki ku ke lantai atas , seperti yang kuduga udara di sore hari memang terasa segar , angin sepoi-sepoi dari pohon kelapa membuat ku betah berlama-lama di sini.
Kudengar ada suara seseorang menuju kesini , ternyata hanya Dahni.
"Kamu ngapain nyusul ?? " Tanyaku.
"Untuk sementara kamu tinggal disinu dulu , karna disini kamu lebih aman , sudah dibuatkan pagar" ucapnya membuat ku kaget.
"WHAT !!!! " Seruku.
"Nggak usah seneng kalik , biasa aja " clotehnya.
"Siapa yang suka coba , kepedean banget sih " sahutku.
"Kan disini ada yang njagin " ucapanya bangga.
Tak kuhiraukan ucapanya , langsung ku ambil langkah seribu untuk menuruni tangga ini , ku temui ibu , barangkali masih di dapur.
"BU , IBU !!!! ". Seru ku.
"Iya nduk ada apa tho ??? " Tanya nya dengan menenteng koper ku.
"Ibuk ini beneran jani harus tinggal disini dulu ??? " Tanyaku ragu.
__ADS_1
" Ya iyalah , nanti sarah enak , nggak ada yang ngagu " clotehnya.
"Yeee apaan " ucapku mecubit hidungnya.
"Iya nduk demi keselamatan kita bersama ya , nggak papa ya ??? " Ucapnya memegang pundak ku.
"Emang berapa lama buk ??? " Tanyaku bimbang.
"Ibuk juga nggak tahu , kita nungguin kepastian saja ya " ucap ibu.
"Santuy aja nanti ibu sering-sering main kesini kok " ucap ibu.
"Ya udah deh buk nggak papa deh " ucapku tersenyum tipis.
"Gitu dong baru anak ibu " ucap ibu.
Aku tersenyum melirik sarah , yang cemberut melihat ibu.
"Ya udah kalo gitu , ibu mau pulang tutup toko dulu , kasihan ayah kamu nggak ada yang bantuin " ucap ibu.
"Kan apa gue bilang bener kan , lu sih nggak percayaan sama gue " cloteh dhani tiba-tiba datang.
"Yee apaa sih " ucapku aku segera menuju ke kamar mengambil ganti baju untuk mandi.
Setelah selesai mandi kami pun segera menuju ruang makan untuk makan bersama.
"Nduk gimana betah enggak ?? " Tanya nenek.
"Betah nek " Jawab ku sembari meminum air putih.
"Gimana nggak betah orang ada jogan (cowok ganteng ) di sini " ucapnya.
*Uhkkkkk*
Kata itu membuat ku tersedak air , dan hampir separuh air tumpah.
__ADS_1
"Ehh piye tho nduk kok iso tumpah ??? (Eh gimana nak kok bisa tumpah ??? ) " Ucap nenek memberikan aku beberapa lembar tisue.
"Cogan itu apa nduk ??? " Tanya kakek tertawa melihat tingkahku.
"Cogan kek ??? " Tanyaku balik.
"Iya " jawab kakek.
"Cogan itu kek cowok ganjen " ucap ku sembari melirik dhani ,disertai senyum iblis.
"Owalah " ucap kakek.
Setelah selesai makan aku dan nenek membereskan sisa piring untuk di bawa kedapur.
Setelah selesai semua aku beranjak ke ruang tamu untuk menyalakan televisi.
"Cogan itu cowok ganteng " ucapnya mengulangi percakapan kami saat dimeja makan.
"Gue juga tahu bambang " jawabku enteng.
"Lah kalo tahu ??? , Napa lo bilang gue cowok gancen ??! " Ucapnya sedikit kesal.
"Yaa biar lo nggak besar kepala didepan kakek sama nenek " jawabku ketus.
"Kalo kepala gue besar , berat dong gue bawanya " clotehnya.
"Yeee , udah lah jangan dibahas , gue sebenernya mau tanya sesuatu sama lo ??? " Tanyaku sedikit manis.
"Apaan " lagaknya sok serius.
"Sebenarnya apa sih yang terjadi sama gue ??? , sampai-sampai saat pertaman kali gue bukak mata tu buanyakk banget orang dirumah ini , trus lo kayak bertapa gitu ???? " Tanyaku serius.
"Hmm gimana ya , sebenarnya lo itu sleeping selama 2 minggu " jelasnya membuat ku kaget bukan kepalang.
"WHATTTT !!!!! " Seru ku membuat dhani membungkam mulut ku.
__ADS_1
"Ssssstttt !!!! Jangan brisik napa , udah lo ikut gue aja " ucapnya membawaku kelantai atas dengan posisi masih membungkam mulutku.