
An Tianzuo membuka matanya saat matahari menunjukkan wujudnya.
Dia setengah duduk di tempat tidur, menatap wajah muda tampan yang terpantul di cermin perak di depannya, dia tertegun sejenak.
"Meskipun aku tahu bahwa wajahku tampan melihat dari orang-orang yang terpesona kepadaku, tetapi aku tidak menyangka bahwa wajahku akan setampan ini." An Tianzuo terpesona dengan wajahnya sendiri.
"Aku masih tidak memiliki petunjuk apapun mengenai kenapa aku bisa ada di dunia kultivator ini. Satu-satunya petunjuk yang ada yaitu keberadaan sistem ini. Namun, dia tidak mengatakan apapun. Aku tidak tahu apakah dia memang ada hubungannya atau tidak dengan kepindahanku ke dunia ini."
"Aku memang harus mencari tahunya sendiri."
An Tianzuo kemudian berdiri dan berjalan ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi dia juga mengganti pakaiannya karena telah kotor.
Pakaiannya itu didapat dari membelinya di toko sistem yang seharga 10 Poin Berpura-pura. Toko sistem tidak hanya menyediakan teknik, senjata, pil, dan lainnya, tetapi juga barang kebutuhan sehari-hari.
Itu seperti membeli sesuatu secara online, seperti yang ada di bumi. An Tianzuo membeli pakaian dan makanan di luar karena ingin menghemat Poin berpura-pura. Jika dia terus menggunakan Poin Berpura-pura, maka uang yang ada di kantongnya tidak akan berguna.
Sehingga dia akan membeli makanan, pakaian, dan lainnya menggunakan Poin Berpura-pura jika dalam keadaan mendesak.
Selesainya An Tianzuo berpakaian, dia kemudian turun ke lantai pertama. Dia langsung duduk disalah satu tempat duduk di meja makan restoran.
Tidak seperti kemarin, kali ini hanya sedikit orang yang berada di lantai pertama. Mungkin karena masih pagi, orang-orang masih tidur di kamarnya masing-masing.
Pelayan yang kemarin melayani An Tianzuo, datang menghampirinya dan berkata, "Maaf karena mengganggu Tuan. Apakah anda ingin menikmati makanan disini?"
"Oh, maksudmu aku bisa memesan makanan di kamarku begitu?" kata An Tianzuo.
"Itu benar, Tuan. Para pelayan dapat mengantarkan makanan yang Anda pesan ke kamar Anda, jika Anda ingin menikmati makanannya di kamar Anda. Apakah Anda ingin makan disini atau dikamar?" Pelayan itu berkata dengan sopan.
"Karena aku telah duduk disini, maka aku akan memakannya disini saja," kata An Tianzuo.
__ADS_1
Pelayan wanita itu kemudian menundukkan kepalanya, dan bergegas pergi ke dapur.
Mulai banyak orang yang berdatangan untuk memesan makanan. Hingga membuat tempat duduk penuh, bahkan ada yang kembali karena tidak kebagian tempat.
Masih sama seperti sebelumnya, An Tianzuo duduk sendirian karena tidak ada yang berani mendekatinya.
Para pelayan datang dengan makanan dan minuman yang dipesan oleh An Tianzuo. Mereka menaruhnya di atas meja, dan bergegas pergi.
Tidak seperti sebelumnya, kali ini An Tianzuo makan dengan pelan untuk menikmati makanannya.
"Apakah kamu melihat wanita yang kemarin? Meskipun wajahnya tertutup, tetapi aku yakin bahwa dia sangatlah cantik."
"Iya aku melihatnya. Bahkan aku sampai terpesona."
An Tianzuo hanya mendengar kedua orang itu berbicara, karena dia tidak tahu wanita seperti apa yang mereka lihat.
Dia makan sembari mendengarkan pembicaraan orang-orang, karena bisa jadi dia mendengar informasi yang sangat penting.
Ketiga wanita itu adalah wanita yang dia lihat di Hutan Yangzhu saat berburu binatang buas. Namun, An Tianzuo tidak peduli kepadanya, dia berhenti melihatnya dan kembali memakan makanannya.
Pelayan datang menghampirinya dan bertanya, "Nona, apakah Anda ingin pergi atau makan?"
Wanita yang bercadar itu menjawab, "Aku ingin makan dulu, dan setelah itu akan pergi. Sajikan makanan terbaik untuk kami bertiga."
"Nona, sepertinya sudah tidak ada tempat kosong disini." kata salah satu wanita tua itu yang menoleh ke kanan dan ke kiri mencari tempat kosong, tetapi tidak menemukannya.
"Mohon maaf Nona. Semua tempat telah ditempati, dan tidak ada satupun tempat kosong." Pelayan itu meminta maaf dengan sepenuh hati.
Saat ingin kembali ke kamarnya karena tidak kebagian tempat, wanita yang bercadar itu melihat An Tianzuo dari belakang yang duduk sendirian, dia kemudian menghampirinya dan bertanya, "Saudara, apakah kamu sedang menunggu seorang teman untuk makan bersama? Jika tidak, bisakah kamu berbagi tempat bersama? Semua tempat telah penuh, kecuali disini yang hanya ditempati kamu sendirian."
__ADS_1
"Duduk saja. Aku tidak sedang menunggu seorang teman. Dari awal tempat ini bukanlah milikku." An Tianzuo menjawabnya tanpa melihat kebelakang, karena dia sudah tahu bahwa itu adalah wanita yang memakai cadar.
Dia tidak memperdulikannya karena tahu bahwa jika terlibat dengan seorang wanita akan mendapatkan banyak masalah. Karena itu dia berkata acuh tak acuh.
'Aku tidak tahu apakah salah satu ketiga orang itu mengetahui aku atau tidak. Karena sebelumnya aku mendapatkan poin berpura-pura dari salah satu wanita itu.' batin An Tianzuo.
Dia tidak tahu siapa wanita yang melihat dirinya saat dia menunggangi serigala perak di hutan. An Tianzuo juga tidak tahu apakah wanita yang melihat dirinya itu melihat wajahnya atau belum, karena saat itu dia sangat jauh dari tempat ketiga wanita itu.
"Baik, terima kasih saudara." Wanita itu kemudian meminta kepada pelayan untuk mengantar makanan yang dipesannya ke meja An Tianzuo.
Wanita bercadar kemudian duduk didepan An Tianzuo, dan dua wanita tua itu duduk disebelahnya, yang membuatnya saling berhadapan satu sama lain.
An Tianzuo masih melanjutkan makanannya tanpa memperdulikan mereka.
Mereka bertiga terkejut melihat wajah An Tianzuo yang tampan. Terutama wanita yang memakai cadar itu, dia mengira An Tianzuo hanya seorang pria biasa yang terlihat dari belakangnya, tetapi setelah melihat wajahnya, dia terkejut sekaligus terpesona dan membuatnya tersipu.
Wanita tua yang duduk disebelah An Tianzuo lebih terkejut. Dalam sekali pandang, dia langsung mengetahui bahwa An Tianzuo adalah orang yang menunggangi serigala perak di hutan Yangzhu.
Meskipun dia tidak melihat wajahnya secara jelas di hutan itu, tetapi dia yakin pria didepannya ini adalah pria yang sama seperti di hutan.
"Chu An, ada apa denganmu? Kenapa kamu terkejut seperti melihat hantu?" tanya wanita tua yang duduk didepannya.
Wanita tua yang mengetahui An Tianzuo bernama Chu An. Sedangkan wanita yang duduk didepannya adalah Chu Liam.
"Oh, tidak apa-apa." Chu An berkata dengan agak canggung.
An Tianzuo yang melihat Chu An terkejut, dia sekarang tahu bahwa orang disebelahnya ini adalah orang yang melihat dirinya di hutan.
'Sepertinya wanita tua ini melihat wajahku di hutan itu. Matanya sungguh sangat tajam.' batin An Tianzuo.
__ADS_1
Dia tidak masalah kalau mereka mengetahui dirinya atau tidak, karena pada akhirnya dia juga akan membuat dunia dan semua orang mengetahui tentang dirinya.