Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi

Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi
Tanda Terima Kasih


__ADS_3

Anak kecil tersebut tidak tahu harus bereaksi bagaimana setelah melihat kepala dan tubuh dari pria yang menyeretnya terpisah. Ia tidak bisa berkata-kata setelah melihat apa yang telah terjadi.


Ingin berteriak saja anak kecil itu tidak bisa, karena betapa terkejutnya. Dia bergerak sedikitpun sehingga terlihat seperti sebuah patung.


"Bukankah aku sudah menyuruh untuk menutup matamu? Kenapa kamu membukanya sebelum aku menyuruh untuk membuka matamu?" An Tianzuo menyuruh anak kecil tersebut menutup matanya karena tidak ingin memperlihatkan hal yang mengerikan ini.


An Tianzuo tahu bahwa anak kecil tersebut pasti akan terkejut jika melihatnya, makanya dia menyuruh untuk menutup matanya, tetapi siapa sangka bahwa anak kecil tersebut akan membuka matanya sebelum An Tianzuo menyuruhnya.


Anak kecil yang sebelumnya diam seperti sebuah patung kemudian mulai muntah sembari mengeluarkan air mata. Dia tidak pernah melihat seseorang mati tepat di depan matanya, apalagi orang tersebut kepala dan tubuhnya terpenggal menjadi dua dan darahnya berceceran.


An Tianzuo yang melihat anak kecil tersebut muntah, dia kemudian mengambil Pil di penyimpanannya dan memberikannya kepada anak kecil tersebut.


Itu adalah pil penenang untuk seseorang yang takut, gugup, dan lainnya. Pil tersebut banyak digunakan dan sering di bawa oleh seorang kultivator pemula, karena sangat ampuh untuk mereka yang ketakutan sehingga itu sangatlah populer.


"Ini, ambillah. Pil ini akan membuatmu tenang dan lega setelah menelannya." An Tianzuo berkata sembari memberikan pil yang seukuran kelereng pada anak kecil tersebut.


Anak kecil tersebut tidak tahu itu pil apa, tetapi dia langsung mengambilnya dan kemudian menelannya tanpa keraguan sedikitpun. Dia percaya kepada An Tianzuo karena dirinya telah dibantu, sehingga dia tidak ragu untuk mengambil apa yang diberikan olehnya.


'Apakah anak kecil ini mudah percaya atau memang bodoh?' An Tianzuo berkata di dalam benaknya karena anak kecil tersebut langsung mengambil dan kemudian menelan pil yang diberikan olehnya tanpa keraguan sedikitpun.


Meskipun An Tianzuo telah membantunya, dia tidak percaya bahwa anak kecil tersebut akan begitu percaya kepadanya.


"Te-terima kasih, Tuan," kata anak kecil tersebut.


Efek dari pil yang diberikan oleh An Tianzuo sangatlah manjur, sehingga anak kecil tersebut hanya membutuhkan beberapa saat saja agar dirinya dapat tenang setelah melihat mayat pria tersebut.

__ADS_1


Anak kecil tersebut mengucapkan terima kasih dengan sangat tulus karena dirinya telah dibantu oleh An Tianzuo.


An Tianzuo yang telah menerima rasa terima kasihnya, dia kemudian berbalik untuk segera pergi. Dia ingin mencari sebuah tempat agar dapat menerobos ranah sehingga kekuatannya dapat meningkatkan berkali-kali lipat.


Akan tetapi, An Tianzuo kemudian dihentikan oleh anak kecil tersebut. Dia berhenti meskipun tidak tahu apa yang diinginkan oleh anak kecil tersebut.


"A-anda telah membantu saya, karena itu saya ingin membalas budi bantuan Anda," kata anak kecil tersebut.


Sebelumnya anak kecil tersebut berkata dengan informal karena tidak percaya dengan An Tianzuo. Namun sekarang anak kecil tersebut berkata dengan sangat sopan karena An Tianzuo telah membantu dirinya dan karena dia lebih tua darinya.


An Tianzuo yang mendengar perkataannya bahwa anak kecil tersebut ingin membalas budi bantuannya, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh anak kecil tersebut.


"Kamu tidak perlu membalas budi bantuanku. Aku membantumu karena bukan ingin untuk dibalas budi, tetapi aku membantu karena iklhas untuk menolongmu," kata An Tianzuo.


Anak kecil tersebut memaksa agar dirinya dapat membalas budi, sehingga dia menawarkan permintaan kepada An Tianzuo.


An Tianzuo yakin bahwa jika dia menolaknya lagi, anak kecil tersebut pasti akan keras kepala untuk membalas budi batuannya. Namun, An Tianzuo tidak dapat memikirkan apapun agar anak kecil tersebut membalas budi bantuan dirinya.


"Aku tidak tidak bisa memikirkan apapun untuk kamu agar dapat membalas budi, karena itu lupakanlah bahwa aku pernah membantumu." An Tianzuo berkata sembari melihat ke arah anak kecil tersebut yang dimana wajahnya seakan menantikan keinginan An Tianzuo.


"Ti-tidak mungkin saya melupakan bantuan Anda. Bahkan seumur hidup saya tidak akan pernah melupakannya!" Anak kecil tersebut berkata dengan suara tegas dan besar.


"Terus, bagaimana kamu ingin membalas budi?" An Tianzuo bertanya kepada anak kecil tersebut.


Anak kecil tersebut tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi kemudian dia teringat tentang uang yang dicurinya, sehingga dia berjalan ke mayat pria tersebut untuk mengambil uangnya.

__ADS_1


Anak kecil tersebut berjalan dengan gemetaran karena dia tidak pernah melihat mayat yang kepalanya terpenggal.


Meskipun telah meminum pil yang diberikan oleh An Tianzuo, tetapi dia masih gemetaran meskipun tidak seperti sebelumnya. Dia menggeledah di tubuh untuk mencari uang yang diambil olehnya.


Setelah menggeledah beberapa saat, anak kecil tersebut menemukan uang yang diambil pria yang sebelumnya merebutnya darinya.


Anak kecil tersebut kemudian mengambilnya dan memberikannya kepada An Tianzuo sebagai bentuk terima kasih dan balas budi.


"Meskipun ini tidak banyak tolong ambillah. Uang ini sebagai tanda terima kasih dan balas budi dari saya. Meskipun tidak sepadan dengan bantuan Anda, saya pasti akan membalas bantuan yang telah Anda berikan." Anak kecil tersebut berkata sembari memberikan uangnya menggunakan kedua tangannya.


"Aku sudah bilang kalau tidak perlu membalas bantuanku." An Tianzuo berkata sembari menolak uang yang diberikan oleh anak kecil tersebut.


An Tianzuo menolaknya bukan karena dia memiliki banyak sekali uang. Tetapi dia menolaknya karena itu adalah uang milik anak kecil tersebut yang dimana mungkin uang tersebut akan dibutuhkan, karena itu An Tianzuo menolaknya.


Meskipun mata anak kecil tersebut tertutup oleh rambutnya, tetapi bisa dilihat mulut dan raut wajahnya bahwa dia sedang sedih. Anak kecil tersebut sedih karena uang yang sebagai tanda terima kasihnya ditolak oleh An Tianzuo, sehingga air mata menggenang di matanya.


'Apakah anak ini akan menangis? Apakah dia ingin menangis karena uangnya ditolak olehku? Meskipun uang yang diberikan olehnya termasuk banyak bagi orang sepertinya, tetapi untukku ini tidak akan berguna karena aku memiliki banyak sekali uang.' An Tianzuo berkata di dalam benaknya.


"Ini adalah uang yang kamu temukan. Aku tidak bisa menerimanya," kata An Tianzuo.


"Meskipun uang ini tidak akan berguna bagi Tuan, tolong terimalah karena ini adalah tanda sebagai terima kasih saya," kata anak kecil tersebut.


An Tianzuo mau tidak mau harus menerima uang tersebut karena jika terus menolaknya, anak kecil tersebut pasti akan menangis. An Tianzuo mengambil uang yang berada di tangan anak kecil tersebut, dan langsung memasukkannya kedalam cincin penyimpanan.


Anak kecil tersebut merasa senang karena uangnya diterima oleh An Tianzuo, sehingga dia menunjukkan senyum yang mempesona.

__ADS_1


__ADS_2