Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi

Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi
Pelayan


__ADS_3

"Aku sudah menerima tanda terima kasihmu, dan anggap juga uang ini sebagai balas budi bantuanmu. Karena bagaimanapun kita mungkin tidak akan bertemu kembali. Jika takdir berkehendak, mungkin akan bertemu." An Tianzuo berkata sembari melihat anak kecil tersebut.


"Anda benar, saya tidak memiliki apapun dan saya juga sangat lemah. Jadi bagaimana mungkin anak kecil seperti saya dapat membantu Anda." Anak kecil tersebut merasa sedih karena tidak dapat membalas budi bantuan An Tianzuo.


"Tidak apa-apa. Siapa tahu kita akan bertemu kembali, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti." An Tianzuo berkata untuk membuat anak kecil tersebut tidak merasa sedih lagi.


"Jika memang takdir, kita pasti akan bertemu kembali ... saya tahu! saya akan mengikuti Anda kemanapun Anda pergi. Saya akan menjadi pelayan Tuan." Anak kecil tersebut tiba-tiba ingin mengikuti An Tianzuo sebagai pelayannya.


Anak kecil tersebut bahkan berkata dengan bersemangat untuk menjadi pelayan An Tianzuo. Dia ingin menjadi pelayan adalah untuk membalas budi bantuan An Tianzuo.


Tidak tahu apa yang dipikirkan olehnya yang tiba-tiba ingin menjadi pelayan An Tianzuo, padahal dia tidak mengenal An Tianzuo sama sekali. Padahal sebelumnya saat dia melihat mayat pria yang merebut uangnya, anak kecil tersebut ketakutan dan hampir mengompol. Sekarang dia malah ingin menjadi pelayan An Tianzuo yang dimana akan ada banyak darah yang mengalir di setiap jejaknya.


"Aku menolaknya. Aku seorang kultivator, tentunya kamu tahu apa yang akan terjadi jika mengikuti, 'kan? Dan juga, bagaimana dengan keluargamu? Apakah kamu ingin meninggalkannya? Itu akan membuat keluargamu khawatir jika mengikutiku." An Tianzuo berkata dengan serius.


An Tianzuo tidak menyangka bahwa hanya dengan bantuan kecilnya, itu akan membuat anak kecil tersebut ingin menjadi pelayannya untuk membalas budi. Tentunya itu tidak akan diterima oleh An Tianzuo, karena jika mengikutinya akan membuat anak kecil tersebut akan dalam bahaya.


Akan ada banyak musuh yang lebih kuat darinya, sehingga An Tianzuo tidak akan dapat melindungi anak kecil tersebut jika dalam bahaya saat mengikuti dirinya. Jangankan melindungi anak kecil tersebut, melindungi dirinya sendiri saja An Tianzuo terkadang juga tidak akan bisa, sama seperti pertarungan sebelumnya.


"Meskipun saya tahu bahwa ikut dengan Anda akan berbahaya, tetapi saya tetap ingin menjadi pelayan Anda. Tolong jadikan saya pelayan Anda, saya mohon." Anak kecil tersebut masih keras kepala untuk menjadi pelayan An Tianzuo.


"Tidak, itu tidak mungkin. Kamu memiliki keluarga yang harus kamu lindungi dan merawatnya." An Tianzuo masih menolak anak kecil tersebut.


"Saya sudah tidak memiliki keluarga lagi. Ibu saya meninggal karena penyakit, dan Ayah saya juga meninggal karena merasa sedih dengan kepergian Ibu. Saya sudah tidak memiliki keluarga lagi, sehingga saya harus hidup dengan menjadi pengemis atau mencari herbal untuk menjualnya agar dapat makan." Anak kecil tersebut berkata sembari wajahnya murung karena dirinya hidup sendirian di tinggalkan oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


An Tianzuo yang mendengar perkataan anak kecil itu yang dimana dia hidup sendirian, An Tianzuo merasa kasihan kepadanya. Sehingga dia memikirkan kembali untuk menjadikan anak kecil tersebut sebagai pelayannya.


"Bersama denganku, akan sangat berbahaya, bahkan mungkin aku tidak akan bisa melindungimu. Apakah kamu masih bersedia untuk menjadi pelayanku?" tanya An Tianzuo.


"Itu berarti, aku boleh menjadi pelayanmu?" tanya anak kecil tersebut.


"Iya," jawab An Tianzuo dengan singkat.


Anak kecil tersebut merasa senang dan bahagia karena dirinya diterima sebagai pelayan An Tianzuo. Dia memperlihatkan senyuman yang manis dan mempesona sehingga itu membuat An Tianzuo bertanya-tanya dalam benaknya, apakah anak kecil tersebut adalah seorang gadis?


Karena setengah wajahnya tertutup oleh rambutnya, sehingga itu membuat An Tianzuo tidak bisa mengetahui apakah anak kecil tersebut adalah seorang perempuan atau laki-laki.


An Tianzuo kemudian bertanya, "Apakah kamu seorang perempuan atau laki-laki?"


An Tianzuo tidak menyangka bahwa, anak kecil tersebut adalah seorang perempuan. Dia mengira bahwa anak kecil tersebut adalah seorang laki-laki, karena dari suaranya tidak seperti seorang perempuan.


An Tianzuo tidak menyangka bahwa akan menerima seorang gadis sebagai pelayannya. Jika dia tahu sedari awal bahwa anak kecil tersebut adalah seorang gadis, An Tianzuo pasti akan menolaknya untuk menjadi pelayan dirinya.


Akan tetapi, karena dia sudah terlanjur menerimanya sebagai pelayannya, maka mau tidak mau dia harus menerima kenyataan itu, dan tidak menarik ucapannya yang menjadikan anak kecil tersebut sebagai pelayannya.


"Kalau begitu, siapa nama kamu? Kita harus saling berkenalan karena kita akan bersama dari sekarang dan di masa depan nanti," kata An Tianzuo.


"Nama saya Xing Jianying, Tuan. Anda bisa memanggil saya Jiang atau Yiying," kata Xing Jianying.

__ADS_1


"Namaku An Tianzuo, terserah kamu mau memanggilku apa," kata An Tianzuo.


"Baik, Tuan," kata Xia Jianying.


An Tianzuo kemudian berbalik dan pergi ke hutan yang berada di sekitar desa terpencil tersebut. Dia diikuti oleh Xing Jianying dibelakangnya.


Xing Jianying mempercepat jalannya untuk mengimbangi jalan An Tianzuo. An Tianzuo berjalan seperti biasanya, tidak cepat ataupun tidak lambat. Xia Jianying tidak bisa mengimbangi langkah An Tianzuo karena perbedaan ukuran badan sehingga Xia Jianying terlihat berjalan lambat, dan An Tianzuo berjalan cepat.


Karena melihat Xia Jianying berjalan tampak seperti buru-buru, An Tianzuo menyadari bahwa dirinya terlihat berjalan tampak lebih cepat, sehingga dia memperlambat langkah kakinya.


Mereka berdua menyusuri jalan di hutan bersama-sama. An Tianzuo pergi ke hutan hanya untuk menerobos ranahnya, karena hutan adalah tempat yang tepat untuk menerobos agar tidak ada gangguan dari sesama kultivator.


An Tianzuo mencari tempat yang cocok untuk dirinya menerobos ranah, sehingga dia bertanya kepada Sistem.


"Sistem, apakah disini ada tempat yang cocok untuk aku agar dapat menerobos ranah?"


[Menjawab. Sekitar 20km dari tempat Anda, ada sebuah tebing yang curam di sana. Terdapat banyak Aura Spiritual Langit dan Bumi yang sangat padat untuk menerobos ranah kultivasi.]


[Akan tetapi, tempat tersebut selalu banyak kultivator yang datang untuk meningkatkan kultivasinya. Sehingga tempat tersebut sangatlah ramai.]


"Kalau begitu cari tempat yang lain, meskipun Aura Spiritual Langit dan Bumi tidak pada seperti tempat itu," kata An Tianzuo.


'Jika aku menerobos ranah di tengah keramaian, itu mungkin akan menjadi sebuah masalah. Entah dari kultivator yang ingin membuatku mengalami gagal menerobos, atau membunuhku untuk merebut bahan penerobosan,' kata An Tianzuo dalam benaknya.

__ADS_1


[Jika memang begitu, Tuan sebaiknya turun ke tebing tersebut. Karena di sana Aura Spiritual Langit dan Bumi sangatlah padat, bahkan lebih padat daripada yang berada di atas tebing tersebut. Namun, tempatnya sangatlah berbahaya karena terdapat binatang buas tingkat tinggi, dan racun yang dapat membunuh puluhan kultivator sekaligus.]


__ADS_2