
Wanita itu adalah Li Xue, pembawa acara pada pelelangan di Paviliun Merpati Putih sebelumnya. Karena dihentikan olehnya, pria yang membawa tombak itu menjadi lebih kesal. Namun, dia hanya bisa menahannya karena tidak ingin menyinggung pengaruh yang berada dibelakangnya, yaitu Paviliun Merpati Putih.
Pria yang membawa tombak itu menarik kembali aura membunuhnya, sehingga Li Xue menjadi bernafas lega. Dia adalah sejenis orang yang arogan, sombong dan suka pamer, sehingga dia sangatlah sulit untuk dibujuk.
Namanya adalah Yu Lei, seorang Tuan muda dari keluarga kecil dan seseorang yang sering dimanjakan oleh orang tuanya. Jenis orang seperti inilah yang An Tianzuo benci, karena dia akan melakukan apa saja demi tujuannya tercapai.
"Kita datang kesini untuk mencari sumber daya, karena itu jangan melakukan hal yang tidak perlu dilakukan, itu hanya akan membuang-buang waktu saja," kata Li Xue.
"Ya, aku tahu. Jadi jangan menasehatiku." Yu Lei berkata sambil wajahnya terlihat kesal.
'Jika bukan karena latar belakangmu, maka aku pasti sudah lama melecehkanmu dan membunuhmu,' pikir Yu Lei.
Mereka berlima datang bersamaan untuk mencari sumber daya yang dibutuhkan masing-masing. Karena itu mereka datang bersamaan.
Kenapa tidak memasuki Situs Makam Kuno bersama dengan seorang pengawal? Memang itu adalah saran yang bagus, jika bersama dengan seorang pengawal, tetapi pengawal itu juga tetaplah seorang kultivator, jadi kemungkinan besar akan berkhianat kepada Tuannya. Karena itu mereka berlima memutuskan untuk pergi bersama.
'Bukankah itu adalah wanita pembawa acara di pelelangan? Apakah dia datang kesini juga untuk mencari sumber daya juga?' An Tianzuo bertanya-tanya di dalam hatinya.
Tidak peduli apakah dia memiliki latar belakang yang kuat atau koneksi yang banyak, selama itu membuatnya mendapatkan sumber daya yang dapat membantunya meningkatkan kekuatan, maka dapat dipastikan tidak akan melawatkan kesempatan ini.
Seperti Li Xue, yang dimana dia pasti memiliki koneksi yang kuat, dia pasti tidak akan melawatkan kesempatan untuk memasuki Situs Makam Kuno ini demi mendapatkan sumber daya. Meskipun di pelelangan akan mendapatkan sumber daya, tetapi itu pasti sangatlah mahal. Maka dari itu Li Xue juga memasuki Situs Makam Kuno untuk mencari peruntungan.
Li Xue yang melihat An Tianzuo berdiri di samping pohon hitam, dia kemudian menghampirinya dan berkata, "Tolong maafkan pria itu karena telah meledek dan mengeluarkan aura membunuhnya kepadamu. Tolong dimaafkan jika itu membuat kamu menjadi tersinggung kepadanya.
Li Xue meminta maaf dengan tulus kepada An Tianzuo. Meskipun bukan dirinya yang bersalah, tetapi dia tetap saja meminta maaf mewakili Yu Lei.
__ADS_1
Dia adalah seorang wanita yang baik dan sering membantu orang yang dalam kesusahan. Karena itu saat dia melihat An Tianzuo diledek, dia tidak bisa untuk tidak ikut campur.
Meskipun orang-orang di dunia kultivator sangatlah kejam, tetapi tidak semua manusia akan sangat kejam, ada juga beberapa yang baik hati. Contohnya adalah Li Xue ini.
"Tidak apa-apa, aku tidak tersinggung sama sekali," kata An Tianzuo.
'Jika bukan karena dihentikan olehmu, maka dapat dipastikan kepada pria itu sudah tidak akan menyatu lagi,' batin An Tianzuo.
Mereka berlima mengira bahwa An Tianzuo sangatlah lemah karena tidak dapat menghancurkan sebuah pohon saja. Namun pikiran mereka salah karena An Tianzuo bukan lemah melainkan pohon hitam itu yang kuat.
Karena sifat pria itu, An Tianzuo benar-benar ingin membunuhnya, tetapi dia menahannya karena ada beberapa orang yang tidak bersalah diantara mereka berlima.
"Jika kamu sendirian, maka lebih baik kamu ikut saja dengan kami, agar kamu aman dari beberapa masalah dan terhindar dari pembunuhan." Li Xue menyarankan agar An Tianzuo mengikuti dirinya dan keempat orang yang berada dibelakangnya.
"Li Xue, apakah kamu ingin membawa sampah itu? Dia hanya akan menjadi beban bagi kita saat bertemu dengan musuh yang kuat," kata Yu Lei.
An Tianzuo yang mendapatkan tawaran untuk pergi bersama, dia kemudian menolaknya karena jika mengikuti mereka, dia tidak akan mendapatkan harta karun yang berada di pohon hitam itu.
Tidak ada masalah dengan penolakan An Tianzuo, sehingga itu membuat Li Xue menghormati dengan pilihannya.
"Jika itu adalah pilihanmu, maka aku tidak akan memaksa. Berhati-hatilah karena di tempat ini penuh dengan pembunuhan. Aku akan pergi dulu untuk melanjutkan perjalannya," kata Li Xue.
Dia kemudian berbalik dan pergi bersama dengan keempat temannya. Yu Lei menoleh kebelakang sambil memasang ekspresi kesal dan marah.
Wajahnya seperti berkata "Tunggu saja kau, cepat atau lambat aku pasti akan membunuhmu!" begitulah kira-kira apa yang tertulis diwajahnya saat berbalik melihat ke An Tianzuo.
__ADS_1
[Selamat, Tuan telah berhasil berpura-pura menjadi "Orang yang lemah", Anda mendapatkan 14.000 poin berpura-pura.]
[Selamat, Tuan telah berhasil berpura-pura menjadi "Orang yang lemah", Anda mendapatkan 21.000 poin berpura-pura.]
[Selamat, Tuan telah berhasil berpura-pura menjadi "Orang yang lemah", Anda mendapatkan 33.000 poin berpura-pura.]
[Sekarang Anda memiliki 4,002,874 Poin Berpura-pura.]
Mereka berlima telah pergi jauh sehingga An Tianzuo melanjutkan apa yang dilakukan. Dia sebelumnya tidak dapat mendeteksi keberadaan mereka berlima karena terlalu sibuk mencoba menghancurkan pohon hitam itu.
Masih sama Seperti sebelumnya, pohon itu tidak tergores atau bergerak sedikitpun. Sehingga itu hampir membuat An Tianzuo putus asa. Namun, karena itu adalah tempat harta karun, maka mau tidak mau dia harus mencari cara agar tempat harta itu terbuka.
"Pohon ini benar-benar sangatlah kuat. Pukulanku tidak berefek sama sekali kepada pohon ini. Meskipun sudah banyak sekali aku memukulnya."
"Hanya ada satu hal yang membuatku yakin bahwa kekuatan tidak berpengaruh kepada pohon hitam itu."
An Tianzuo kemudian teringat bahwa jika tidak dapat menggunakan kekuatan, maka di harus menggunakan apa pun dengan cara yang lain. Dia teringat sebuah film yang berada di bumi, yaitu dengan cara meneteskan darah kepada suatu tempat dan akhirnya pintu masuk akan terbuka.
Meskipun itu tidak masuk akal bagi An Tianzuo, tetapi tidak ada salahnya untuk mencobanya.
"Jika ini masih saja tidak berhasil, maka lebih baik aku pergi untuk mencari sumber daya yang lainnya.
An Tianzuo melukai jari telunjuknya, dan kemudian meneteskan darahnya kepada pohon hitam itu. Darahnya jatuh dari jari telunjuk An Tianzuo seperti tetesan air dan berakhir mendarat ke batang pohon hitam itu.
Awalnya tidak terjadi apa pun, tetapi setelah beberapa saat pohon hitam itu menjadi bergetar hebat, dan pohon yang awalnya hitam berubah menjadi merah. Pohon itu secara perlahan berubah menjadi merah, dan mulai tumbuh dedaunan di batangnya.
__ADS_1
Daunnya juga berwarna merah seperti darah, sehingga itu tampak seperti pohon yang di cet warna merah darah.