
Sama seperti sebelumnya, An Tianzuo mengambil teknik yang barusan di beli, dia kemudian membukanya, dan kata demi kata mulai memasuki pikirannya. Hanya dalam beberapa detik, dia telah berhasil menguasainya.
Tanpa berlama-lama, An Tianzuo kemudian memanggil Serigala Perak dan menungganginya untuk mencari binatang buas lain. Kali ini dia tidak mencari binatang buas di wilayah luar, tetapi dia akan pergi ke wilayah tengah tempat binatang buas tingkat tiga dan empat berada.
...****************...
Setelah An Tianzuo jauh berada di dalam hutan, tepatnya berada di perbatasan wilayah luar dan tengah. Dia melihat tiga orang, salah satunya sedang melawan binatang buas, dan kedua lainnya berdiri diam dibelakang melihatnya melawan binatang buas.
Ketiga orang itu adalah seorang wanita. Wanita yang melawan binatang buas itu memiliki tubuh yang mempesona, kulitnya putih halus, dan rambut hitamnya yang lurus sangatlah cantik. Dia memakai cadar di wajahnya sehingga tidak bisa dilihat apakah dia cantik atau jelek. Kedua wanita lainnya adalah seorang wanita tua. Meskipun tua, mereka berdua terlihat sangat kuat.
An Tianzuo hanya sebentar melihat mereka bertiga, dia kemudian melanjutkan perjalannya ke wilayah tengah untuk berburu binatang buas yang kuat.
"Hmm. Bukankah itu ...." Salah satu wanita tua itu menoleh ke tempat An Tianzuo. Dia melihat An Tianzuo menunggangi Serigala Perak yang telah berbalik pergi setelah melihat mereka bertiga.
Wanita tua disebelahnya bertanya kepadanya, karena dia seperti melihat sesuatu, "Ada apa? Apakah ada binatang buas atau semacamnya?"
Karena terkejut, wanita tua yang melihat An Tianzuo itu tidak langsung menjawab pertanyaan wanita tua disebelahnya.
Wanita tua itu masih melihatnya, setelah An Tianzuo menghilang dari pandangannya, baru wanita itu menjawab pertanyaannya, "Aku melihat Serigala Perak tingkat empat yang ditunggangi oleh seorang pemuda."
Mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya, wanita tua yang bertanya itu sontak terkejut dan berkata, "Benarkah? Dimana dia? Apakah dia akan menyerang kita? Meskipun kita tidak tahu siapa dia, tetapi jika orang itu bisa menunggangi seekor binatang buas, dapat di pastikan orang itu pasti kuat!"
"Tenang saja, dia sudah pergi. Dia hanya melihat kita dari kejauhan jadi tidak mungkin dia ingin menyerang kita," kata wanita tua yang melihat An Tianzuo.
"Syukurlah. Sebaiknya kita segera kembali agar tidak bertemu dengan beberapa masalah." Wanita tua yang bertanya itu bernafas lega.
"Iya benar, sebaiknya kita segera pergi," kata wanita tua itu.
Setelah wanita bercadar itu selesai membunuh binatang buas yang tengah dilawannya, kedua wanita tua itu memintanya untuk kembali. Karena mereka takut ada bahaya yang menghampirinya.
[Selamat kepada Tuan karena berpura-pura menjadi orang kuat, dan akan dihargai dengan 10.000 poin berpura-pura.]
...****************...
__ADS_1
An Tianzuo telah sampai di wilayah tengah. Pohon lebih besar dan lebat daripada di wilayah luar. Suasananya juga sangat mencekam, tetapi An Tianzuo tidak takut sama sekali.
Serigala Perak juga tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun, seperti dia telah mengetahui wilayah tengah ini. An Tianzuo kemudian turun dari Serigala Perak dan membatalkan pemanggilannya.
[Terdapat satu Binatang Buas tingkat tiga didekat Tuan.]
Roar!
Hanya dalam beberapa langkah memasuki hutan wilayah tengah, raungan angkuh harimau terdengar di antara hutan, menyebabkan dedaunan jatuh dengan cepat dari pepohonan, seperti hujan daun.
Di depan An Tianzuo berdiri seekor harimau ganas setinggi tiga meter dengan bulu berwarna putih. Matanya memelototi An Tianzuo sambil mondar-mandir, seolah sedang menunggu sesuatu.
An Tianzuo memasang wajah tegas dengan mengepalkan tangannya. Dia telah bersiap dengan pertarungan yang akan terjadi.
Harimau ini dikenal sebagai Harimau Putih, Binatang Buas tingkat tiga yang kekuatannya setara dengan kultivator Roh Beladiri lapisan kelima. Jika seseorang digigit oleh taringnya yang tajam, bahkan kultivator Roh Beladiri lapisan kelima akan terbunuh.
'Hawa keberadaanya saja sangatlah kuat, apalagi kekuatannya.' An Tianzuo berkata di dalam hatinya.
Saat dia melangkah maju, niat membunuh meledak dari tubuh Harimau Putih saat dia mengeluarkan raungan yang mengamuk. Sosoknya melompat ke depan dengan lompatan yang luar biasa, tiba di atas kepala An Tianzuo hanya dalam sekejap mata sambil mulutnya terbuka dengan ganas.
An Tianzuo mengepalkan tangannya dan memukul Harimau Putih dengan menggunakan Teknik Pukulan Penghancur Gunung.
Hanya dengan satu pukulan, Harimau Putih terbang ke atas langit sampai tidak terlihat sedikitpun. Pepohonan di sekitar An Tianzuo roboh karena efek dari Teknik Pukulan Penghancur Gunung.
An Tianzuo tidak percaya dengan apa yang terjadi, karena dia mengira akan membutuhkan usaha untuk mengalahkan Harimau Putih itu.
Satu pukulan. Hanya dengan satu pukulan Harimau Putih itu mati.
[Selamat, Tuan telah membunuh Binatang Buas tingkat tiga. Anda mendapatkan 500.000 poin berpura-pura dan tiga juta poin pengalaman.]
[Anda sekarang memiliki 2,260,101 Poin Berpura-pura. Sekarang kultivasi Anda berada di Guru Bela Diri lapisan sembilan.]
"Kekuatanku telah sangat kuat, sampai-sampai membunuh Binatang Buas tingkat tiga dengan satu pukulan! An Tianzuo, berhentilah terkagum dengan kekuatanmu sendiri, karena perjalananmu masih panjang!" An Tianzuo segera menenangkan pikirannya setelah mengagumi kekuatannya. Dia kembali berjalan memasuki hutan wilayah tengah.
__ADS_1
Selama dua hari berikutnya, An Tianzuo terlibat dalam pesta pembantaian. Pertarungannya yang paling menantang adalah melawan Gorila Batu tingkat empat yang kekuatannya setara dengan Raja Beladiri lapisan keenam. Itu sangat kuat. Meskipun An Tianzuo berhasil keluar sebagai pemenang, tetapi dia menderita luka parah.
[Selamat, Tuan telah membunuh Binatang Buas tingkat empat. Anda mendapatkan satu juta poin berpura-pura dan lima juta poin pengalaman. ]
[Anda sekarang memiliki 3,260,101 Poin Berpura-pura. Anda telah menerobos ranah, sekarang kultivasi Anda berada di Ahli Bela Diri lapisan ketiga!]
[Sistem akan secara otomatis memulihkan luka yang ada pada tubuh Tuan.]
Sistem juga secara otomatis memulihkan tubuh An Tianzuo, tetapi itu sangatlah lambat sehingga itu hanya pulih sedikit, dia belum mendapatkan kekuatan aslinya. Itu akan menempatkannya dalam bahaya besar jika dia tidak sengaja bertemu binatang buas lainnya.
An Tianzuo kemudian memanggil Serigala Perak dan menungganginya untuk mencari tempat yang nyaman agar dapat memulihkan lukanya.
Dalam perjalanannya, panel sistem muncul didepannya yang mengatakan, [Tuan, tepat didepan sana ada Kolam Qi yang dapat memulihkan tubuh Anda. Kolam Qi terbentuk melalui akumulasi alami Qi. Kolam Qi itu mencakup area dengan keliling empat meter.]
[Kolam Qi juga dapat meningkatkan Qi di dalam tubuh, dan juga meningkatkan ranah kultivasi.]
An Tianzuo telah sampai di Kolam Qi. Dia terkagum karena ada Aura Spiritual Langit dan Bumi yang berkumpul di sekitarnya dan terserap ke dalam kolam itu, yang kemudian menjadikannya Qi.
Sebelum memasuki Kolam Qi, An Tianzuo memeriksa sekeliling dengan hati-hati, dia merasa lega setelah tidak menemukan keberadaan binatang buas. Dia kemudian menyuruh Serigala Perak untuk berjaga, agar dirinya dapat memasuki Kolam Qi ini dengan tenang.
Qi di kolam mulai menyembuhkan luka pada tubuh An Tianzuo. Qinya juga di serap kedalam tubuhnya untuk meningkatkan kekuatannya.
"Fiuh, akhirnya aku bisa menyembuhkan diriku sendiri." Mata An Tianzuo terbuka lebar dengan kepuasan saat dia bergumam pada dirinya sendiri.
An Tianzuo duduk dengan santai di Kolam Qi itu sambil menutup matanya.
Setelah beberapa saat, Qi di dalam Kolam Qi habis, mata An Tianzuo terbuka. Sebuah suara sistem terdengar di kepalanya.
[Selamat, kultivasi Anda meningkat menjadi Ahli Beladiri lapisan keempat.]
[Selamat, kultivasi Anda meningkat menjadi Ahli Beladiri lapisan kelima.]
"Apa! Aku sudah menerobos ranah!" Saat An Tianzuo melihat pesan sistem, dia terkejut karena dirinya telah menerobos dan berada di lapisan kelima. Dia terlalu asik dengan pertarungannya hingga melupakan pesan sistem.
__ADS_1