Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi

Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi
Mencari Masalah Kepada An Tianzuo


__ADS_3

Li Xue membawa sebuah nampan yang dimana diatasnya terdapat peta kuno yang masih tergulung seperti sebelumnya.


"Tuan, ini adalah peta yang telah Anda dapatkan di pelelangan, Anda bisa mengeceknya jika Anda tidak percaya," kata Li Xue.


An Tianzuo kemudian mengambil peta itu dan membukanya. Peta itu menunjukkan satu tanda silang, yang dimana itu berada di tengah makam. Dia kemudian meminta sistem untuk mengindentifikasinya apakah peta ini asli atau tidak.


[Peta ini adalah peta asli. Tuan bisa pergi menuju tanda silang yang tertera di peta untuk mendapatkan harta berharga.]


Peta itu adalah peta asli yang menunjukkan tempat harta berharga yang berada di makam kuno. Hati An Tianzuo menjadi bersemangat untuk pergi mencari harta itu.


"Aku percaya dengan kalian, karena tidak mungkin Paviliun Merpati Putih akan memberikan yang palsu." An Tianzuo kemudian mengeluarkan uangnya sebanyak 5.000.000 koin emas dan memberikannya kepada Li Xue.


[Uang Anda berkurang 5.000.000 koin emas. Sekarang uang Anda tersisa 46,998,470 koin emas.]


Li Xue tidak terkejut melihat uang yang sangat banyak karena dia sudah terbiasa menerima dan memegang uang banyak. Dia kemudian mengambil uang yang diberikan oleh An Tianzuo dan menaruhnya di cincin penyimpanannya.


"Karena aku sudah mengambil peta ini dan memberikan uangnya, maka aku akan pergi." An Tianzuo menaruh petanya di penyimpanan sistem.


Dia kemudian berjalan melewati mereka berdua untuk pergi keluar dari Paviliun Merpati Putih. Setelah beberapa langkah, An Tianzuo kemudian dihentikan oleh pria yang tampak berumur 30an itu.


Namanya adalah Shi Luo, dia adalah pelindung sekaligus penjaga Paviliun Merpati Putih. Dia telah lama menjadi pelindung paviliun, karena kekuatannya yang kuat. Sehingga tidak ada yang berani mencari masalah dengan Paviliun Merpati Putih karena keberadaan Shi Luo ini.


Kultivasinya berada di ranah Roh Bela Diri lapisan kedelapan, satu tingkat lebih rendah dari An Tianzuo.


"Ada apa?" An Tianzuo berbalik dan bertanya kepada Shi Luo karena telah menghentikannya.


An Tianzuo mengira bahwa uangnya kurang sehingga dia dihentikan oleh Shi Luo, tetapi dia tidak merasa bahwa uangnya kurang karena dia memberikan uang pas tidak lebih dan tidak kurang, bahkan sistem juga mengatakannya kalau uangnya berkurang 5.000.000 koin emas.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, maaf. Silahkan lanjutkan perjalanan Anda Tuan." Shi Luo berkata dengan ramah dan canggung karena telah menghentikan An Tianzuo.


"Jika tidak ada apa-apa, maka aku akan pergi." An Tianzuo melanjutkan kembali langkahnya, untuk pergi keluar dari Paviliun Merpati Putih.


Shi Luo menatap An Tianzuo yang berjalan keluar. Li Xue yang berada di sebelahnya menjadi keheranan kepada Shi Luo, sehingga dia bertanya kepadanya, "Ada apa memangnya? Kenapa kamu sampai segitunya menatapnya, apakah kamu mengenalnya?"


"Tidak, aku tidak mengenalinya sama sekali. Aku hanya merasakan bahwa dia lebih kuat dariku, entah dari fisik, kekuatan, dan teknik. Dia seperti bisa membunuhku hanya dengan satu pukulan." Shi Luo berkata dengan sangat serius.


Meskipun Shi Luo hanya berbeda satu lapisan dengan An Tianzuo, tetapi dia merasakan perbedaan yang sangat besar terhadapnya.


Karena itu dia sebelumnya mengehentikan An Tianzuo karena ingin membuat hubungan baik dengannya, tetapi setelah melihat kedua mata An Tianzuo yang tampak seperti seekor binatang buas yang siap memangsa, Shi Luo kemudian mengurungkan niatnya.


"Benarkah? Aku tidak percaya bahwa seorang pemuda akan sangat kuat sampai membuatmu menjunjung tinggi dirinya," kata Li Xue.


"Dunia ini adalah dunia yang sangat misterius! Ingatlah, jika kamu bertemu dengannya lagi, perlakukan dia dengan sangat ramah dan jangan sampai kamu menyinggungnya," kata Shi Luo.


"Baik," angguk Li Xue.


Akan tetapi, An Tianzuo merasakan bahwa ada seseorang yang mengikutinya, dia mengira bahwa itu hanyalah kebetulan searah dengannya, tetapi setelah sekian lama An Tianzuo mulai menyadari bahwa orang itu mengikuti dirinya. Aura yang terpancar darinya tampak berada di ranah Ahli Bela Diri lapisan kelima.


Karena An Tianzuo dibuntuti, dia berjalan masuk ke gang dan memanggil Serigala Perak memerintahkannya untuk mengurus orang yang mengikutinya.


An Tianzuo kembali melanjutkan perjalanannya di gang yang sepi itu, sedangkan Serigala Perak menunggu orang yang mengikuti An Tianzuo.


****


An Tianzuo sekarang berada di kamar di sebuah penginapan. Dia duduk didekat jendela sembari makan dan minum untuk menunggu kedatangan Serigala Perak.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Serigala Perak melompat untuk masuk kedalam kamar An Tianzuo.


"Au ... Au."


Cakar serigala perak penuh dengan darah. Itu menandakan bahwa dia telah menyelesaikan tugas yang diperintahkan oleh An Tianzuo.


[Selamat, Serigala Perak milik Tuan telah membunuh satu kultivator ranah Ahli Bela Diri lapisan kelima. Anda mendapatkan 800.000 poin pengalaman.]


An Tianzuo kemudian membatalkan panggilannya agar orang-orang di penginapan tidak mendengar dan merasakan keberadaan binatang buas.


Dia tidak membunuh orang yang mengikutinya sendiri dengan kedua tangannya karena An Tianzuo terlalu malas, sehingga dia memerintahkan Serigala Perak untuk mengurusnya. An Tianzuo tidak ingin membuat tangannya kotor hanya untuk membunuh seorang Ahli Bela Diri belaka.


Setelah An Tianzuo menyelesaikan makan dan minumannya, dia kemudian berbaring diatas kasur untuk tidur karena ini sudah malam. Dia menutup matanya dengan perlahan dan tertidur dengan sangat nyenyak.


***


"Sialan, dasar tidak berguna! Kalian mengatakan bahwa orang yang disuruh untuk mengikuti bocah yang mendapatkan peta itu mati terbunuh! Kenapa pekerjaan kalian sangat tidak becus, padahal kalian hanya mengurus satu orang bocah saja!" Pria itu berkata dengan sangat marah, sambil melempar gelas ditangannya.


Kedua orang yang berada dihadapannya menunduk dengan gemetar ketakutan, karena tidak bisa menyelesaikan tugasnya. Mereka berdua adalah bawahan dari pria yang memarahinya.


Pria itu menyuruh kedua bawahannya untuk pergi membunuh An Tianzuo dan mengambil Peta Makam Kuno, tetapi rencananya malah tidak berhasil karena orang yang mengikuti An Tianzuo mati terbunuh.


"Cepat selidiki orang itu dan laporkan jika kalian sudah mengetahui identitasnya. Jangan lupa untuk membunuhnya jika dia tidak memiliki latar belakang yang kuat!" Pria itu berkata dengan kencang.


"Ba-baik, Tuan," kata kedua bawahannya.


Mereka berdua kemudian pergi keluar untuk menyelidiki identitas An Tianzuo.

__ADS_1


"Siapa bocah itu? Meskipun dia memiliki banyak uang sehingga dapat mendapatkan peta itu, dia pasti tidak mungkin memiliki latar belakang yang kuat. Jika dia sampai memiliki latar belakang yang lebih kuat dariku, maka aku tidak boleh menyinggungnya, dan mengikhlaskan peta itu," pria itu.


Pria itu awalnya yakin bahwa dapat membunuh An Tianzuo, sehingga dia hanya menyuruh bawahannya untuk mengurusnya. Namun, bukannya membunuh An Tianzuo malah bawahannya yang mati tidak jelas. Sehingga itu membuatnya marah.


__ADS_2