Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi

Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi
Desa Terpencil


__ADS_3

Kekuatan dan Qi milik An Tianzuo telah pulih, sehingga dia dapat menggunakan serangan yang sangat kuat kepada para kultivator itu. An Tianzuo juga dibantu oleh Serigala Perak untuk melawan para kultivator itu.


Karena Versi sistem telah di tingkatkan menjadi Versi 2, sistem sekarang dapat menyembuhkan orang lain selain An Tianzuo, termasuk juga Serigala Perak. Saat An Tianzuo bertarung dengan para kultivator, sistem telah menyembuhkan Serigala Perak untuk membantu An Tianzuo melawan musuh-musuhnya.


"Sialan! Kenapa dia dan binatang buas itu tiba-tiba pulih? Bahkan kekuatannya lebih kuat daripada sebelumnya, ini benar-benar sangatlah aneh!" Seorang pria berkata dengan keheranan saat melihat An Tianzuo dan Serigala Perak yang tiba-tiba telah sembuh.


An Tianzuo dan Serigala Perak kembali melesat dengan kekuatannya yang membara. Dia menggunakan Teknik Seni Pedang Bintang Kuno Tingkat Pertama: Tebasan Pedang, dan itu membuat beberapa kultivator mati sangat mengenaskan. Karena pedang yang An Tianzuo gunakan adalah pedang tingkat tiga, pedang itu hancur setelah dia menggunakan tekniknya.


Serigala Perak juga mengeluarkan sebuah teknik yang kuat, dimana teknik itu adalah sebuah Cakaran Tajam yang dapat menembus pertahanan kuat sekalipun.


Mereka berdua berkerja sama untuk membunuh para kultivator yang ingin merebut harta An Tianzuo. Itu menjadi sebuah pembantaian yang dimana An Tianzuo dan Serigala Perak membantai semua kultivator yang ingin merebut hartanya.


"A-aku tidak ingin mati! Aku harus kabur, dan juga harus segera melapor hal ini kepada Patriark!" Seorang kultivator ingin kabur karena tidak ingin mati. Dia gemetar ketakutan karena melihat pembantaian itu.


An Tianzuo dengan cepat memotong kepalanya, dia tidak ingin membiarkan satu orang pun melarikan diri. Karena jika membiarkannya, maka itu mungkin akan menjadi malapetaka di masa depan nanti.


Alasan lainnya yang tidak membiarkan satu orang pun melarikan diri karena mereka telah melihat wajah An Tianzuo yang sebelumnya topengnya hancur. Sehingga itu menjadikan alasannya sangat kuat untuk tidak membiarkan satu orang pun melarikan diri.


Mereka berdua membunuh semua kultivator tanpa satupun yang tersisa, meskipun harus menderita beberapa luka, tetapi itu telah disembuhkan oleh sistem.


Karena pertarungannya telah selesai, An Tianzuo tidak ingin berlama-lama berada di sana, karena dia merasakan ada seorang kultivator yang tengah datang kearahnya. Dia membatalkan pemanggilan Serigala Perak dan kemudian pergi dengan sangat cepat.


An Tianzuo merasakan bahwa seorang kultivator yang datang kali ini sangatlah kuat, bahkan lebih kuat dari pria tua yang telah dibunuhnya. An Tianzuo tahu bahwa dengan kekuatannya yang sekarang tidak dapat mengalahkannya, karena itu dia pergi.

__ADS_1


"Sepertinya kita telah terlambat. Tidak tahu apakah orang yang mendapatkan hartanya yang membunuh semua kultivator ini atau ada orang lain yang mendapatkannya."


"Sebelum pergi, telusuri disekitar hutan ini, mungkin yang mendapatkan hartanya belum pergi terlalu jauh."


Dia adalah seorang Kakek tua yang kulitnya sudah keriput, tetapi jangan lihat penampilannya, karena Aura yang terpancar darinya itu sangat kuat dan mencekam.


Auranya itu bahkan membuat beberapa kultivator yang mengikutinya menjadi gemetar ketakutan. Meskipun begitu, mereka masih melakukan perintahnya karena tahu bahwa tidak dapat menolak atau membangkang terhadapnya.


Mereka mulai mencari petunjuk apapun mengenai hartanya, tetapi tidak dapat menemukannya. Petunjuk yang mereka dapatkan hanya mayat dan pertarungan, tetapi itu tidaklah berguna, sehingga mereka memilih pergi daripada membuang-buang waktu di sana.


Ada juga beberapa kultivator yang baru datang. Mereka melakukan hal yang sama seperti kedatangan kultivator sebelumnya. Mereka juga tidak dapat mengetahui keberadaan hartanya sehingga juga memilih pergi.


...----------------...


An Tianzuo berjalan menyusuri jalanan sembari melihat-lihat desa itu. Tidak ada satu pun dari orang-orang yang tinggal di desa itu yang seorang kultivator, mereka hanyalah orang biasa. Para warga sedikit cemas dengan keberadaan An Tianzuo, karena mereka tahu bahwa dia adalah seorang kultivator.


Satu dari mereka saja takut untuk melihat An Tianzuo yang sedang berjalan. Mereka tahu bahwa seorang kultivator itu sangatlah kejam, sehingga itu membuat mereka ketakutan hanya dengan keberadaannya.


'Jadi seperti ini pandangan orang biasa terhadap seorang kultivator? Ada yang gemetar ketakutan, ada yang sampai menutup jendela, bahkan sampai berlari terbirit-birit seperti dikejar oleh hantu saat melihatku.'


'Sepertinya ketakutan terhadap seorang kultivator telah melekat ke dalam jati diri mereka. Padahal meskipun kultivator sangatlah kejam, tetapi ada juga beberapa yang baik hati.'


An Tianzuo berjalan santai sembari melihat-lihat di sekitarnya. Dia tidak tahu kenapa warga desa sangat takut terhadap seorang kultivator, karena itu dia mengira bahwa desa ini pernah di serang oleh seorang kultivator sehingga itu menjadikan mereka ketakutan saat bertemu atau melihat seorang kultivator.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup jauh, An Tianzuo kemudian melihat seorang anak kecil yang tengah di seret oleh seorang pria.


Pakaian anak kecil itu sangatlah lusuh seperti seorang pengemis. Wajahnya tertutup oleh rambutnya yang panjang sehingga tidak kelihatan wajahnya.


"Dasar sialan! Apakah kamu ingin mati?" Pria itu berkata dengan sangat marah kepada anak kecil yang dia seret.


Pria itu memegang rambutnya dan kemudian menyeretnya seperti sebuah barang. Anak kecil itu meronta-ronta untuk mencoba lepas darinya, tetapi sebanyak apapun mencobanya, dia tidak bisa melepaskannya karena genggaman pria itu sangatlah kuat.


An Tianzuo yang melihatnya sangat marah terhadap pria itu. Meskipun An Tianzuo telah banyak membunuh dan hidup di dunia yang kejam ini, dia masih memiliki kebaikan hati pada dirinya. Dia berjalan untuk menghampiri pria yang menyeret anak kecil itu.


"Kenapa kamu memperlakukan seorang anak kecil dengan sangat kasar? Seberapa salahnya anak kecil ini, tidak seharusnya kamu memperlakukannya seperti ini," kata An Tianzuo.


"Sialan! Siapa yang berani mencampuri urusanku, hah?!" Pria itu marah kepada An Tianzuo karena telah mencampuri urusannya.


Pria itu bahkan ingin memukul An Tianzuo, tetapi setelah melihatnya nyalinya kemudian menciut. Pria itu melihat An Tianzuo yang seorang kultivator, sehingga itu membuat dia berkeringat dingin karena.


'Sialan! Kenapa ada seorang kultivator di sini? Apalagi aku barusan mengucapkan kata-kata kasar kepadanya. Dia pasti akan membunuhku!' Pria itu berkata dalam benaknya.


Pria itu tidak menyangka bahwa orang yang mencampuri urusannya adalah seorang kultivator. Apalagi dengan perkataannya itu, dia pasti akan tersinggung sehingga itu membuat dirinya berkeringat dingin.


Pria itu langsung melepaskan anak kecil yang di seretnya. Bahkan dia langsung menundukkan kepalanya karena takut kepada An Tianzuo.


"Kenapa kamu menyeret anak kecil ini?" An Tianzuo bertanya kepada pria itu.

__ADS_1


__ADS_2