
"Serigala perak, ayo kita pergi menuju tanda silang yang berada di peta ini!"
An Tianzuo menuju tanda silang yang berada di peta, dia bergegas karena takut ditemukan oleh para kultivator lainnya. Meskipun mereka tidak memiliki petanya, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka tidak akan menemukannya.
Siapa tahu orang yang menemukan harta yang berada di peta akan memiliki keberuntungan yang luar biasa, sehingga akan lebih dulu mendapatkannya daripada An Tianzuo sendiri.
Para kultivator berlomba-lomba untuk mendapatkan sesuatu yang menguntungkan di Situs Makam Kuno ini, baik dari sumber daya ataupun senjata.
Didalam perjalanan menuju tanda silang yang tertera di peta, An Tianzuo beberapa kali melihat orang-orang saling membunuh hanya demi mendapatkan sumber daya.
Pengkhianatan, dan pembunuhan telah terjadi di mana-mana, karena tidak ada hukum di dunia ini. Sehingga perbuatan keji itu terjadi dimana-mana.
An Tianzuo yang pernah hidup di negara hukum, dia merasa kasihan melihat orang-orang itu. Namun, dia tidak bisa melakukan apapun karena dia tidak akan bisa mengubah sifat manusia yang telah lama hidup di dunia kejam ini, sehingga dia hanya melihat dan membiarkannya saja.
"Jika seorang kultivator yang memiliki kekuatan seperti itu hidup di bumi, maka kemungkinan besar orang-orang di bumi akan sama seperti orang-orang di dunia kultivator ini. Yaitu kejam dan tidak berperasaan." An Tianzuo berkata sembari beberapa melihat orang-orang saling membunuh satu sama lain.
Jika bumi memang memiliki seorang kultivator seperti di dunia ini, maka tidak diragukan lagi bahwa bumi akan berubah warna menjadi merah darah karena pembunuhan akan terjadi dimana-mana.
An Tianzuo telah berada di dekat tanda silang itu. Tepat di tanda silang yang tertera di peta, dia melihat pohon berwarna hitam pekat. Tidak ada satupun daun di batang pohon, sehingga pohon itu seolah-olah telah mati. Beberapa burung gagak hingga di batang pohonnya, dan setelah melihat An Tianzuo mendekat, burung-burung itu kemudian terbang menjauh.
"Apakah ini tempatnya? Pohon ini berbeda dengan pohon yang lainnya, karena pohon ini berwarna hitam pekat. Apa mungkin pohon ini adalah sebuah batu yang di pahat hingga menyerupai pohon?" An Tianzuo berjalan menghampiri pohonnya, dan setelah sampai dia kemudian menyentuh pohon itu.
__ADS_1
Pohon itu bukanlah sebuah batu tetapi itu adalah pohon asli. An Tianzuo tidak merasakan sensasi menyentuh batu, tetapi sensasi menyentuh pohon, sehingga dia yakin bahwa pohon hitam didepannya adalah pohon asli.
[Ding! Selamat Anda telah menemukan sebuah tempat harta karun yang berada di Situs Makam Kuno! Anda mendapatkan 2.000.000 poin berpura-pura, dan mendapatkan 3.000.000 poin pengalaman!]
Sekarang An Tianzuo tambah yakin bahwa pohon hitam didepannya adalah tempat harta karun berada, karena dia mendapatkan pesan sistem yang mengatakan bahwa dirinya menemukan tempat harta karun.
An Tianzuo kemudian harta karun itu di sekitar pohonnya, tetapi tidak menemukan apapun. Lebih tepatnya tidak ada apapun di sekitar pohon hitam itu kecuali pohon itu sendiri. Sudah beberapa kali An Tianzuo mencari, tetapi tidak menemukan apapun.
Dia bahkan sampai memanjat pohon hitam itu mengira bahwa ada suatu tombol rahasia untuk membuka tempat harta karunnya, tetapi setelah sekian lama mencarinya, dia tidak menemukan apapun.
"Aku sudah mencarinya hingga beberapa kali, tetapi masih saja tidak menemukan harta satu pun. Jika aku mengatakan peta ini palsu, lalu bagaimana dengan pesan sistem yang mengatakan kalau aku menemukan tempat harta karun? Ini benar-benar membuatku bingung."
An Tianzuo kemudian berpikir untuk menghancurkan pohon hitam itu. Dia mengira bahwa harus menghancurkannya untuk membuka tempat harta karun itu.
Boommm!
Suaranya sangatlah keras hingga beberapa burung yang hinggap di batang pohon di dekat An Tianzuo menjadi berterbangan ke atas. Debu menutupi An Tianzuo dan pohon hitam itu sehingga tidak kelihatan dari arah kejauhan.
Setelah beberapa saat, debu mulai hilang dan mulai terlihat An Tianzuo berdiri dengan tinjunya menyentuh pohon itu. Setelah dilihat lebih teliti lagi, pohon itu masih tetap berdiri sama seperti sebelumnya, bahkan tidak tergores sedikitpun setelah menerima pukulan yang kuat dari An Tianzuo.
"Jangankan tergores, pohon ini bahkan tidak bergerak sedikitpun meskipun menerima pukulan yang kuat dariku. Meskipun aku tidak menggunakan seluruh kekuatanku, seharusnya aku dapat menghancurkan sebuah pohon."
__ADS_1
Sebagai perumpamaan, An Tianzuo itu seperti seekor semut yang memukul seekor gajah, sehingga pukulan dari semut itu tidak terasa sama sekali.
An Tianzuo kemudian mencoba lagi, menggunakan kekuatan yang lebih kuat, tetapi masih saja pohon hitam itu tidak bergerak. Dia mencobanya beberapa kali, tetapi masih sama seperti sebelumnya.
Hahaha!
Hahaha!
Suara tawa terdengar dari arah belakang An Tianzuo. Setelah berbalik, dia kemudian melihat lima orang, dia wanita dan tiga pria. Orang yang menertawakan An Tianzuo adalah seorang pria dengan membawa tombak di punggungnya.
Tombaknya sangatlah cantik dan mengeluarkan aura dari sekitar tombaknya, sehingga itu seperti tombak yang kuat. Pria itu tidak memasukkan tombaknya kedalam cincin penyimpanannya karena hanya ingin pamer kepada orang-orang.
Dia tertawa terbahak-bahak karena melihat An Tianzuo yang memukul sebuah pohon tanpa tergores dan bergerak sedikitpun. Sehingga pria itu tertawa karena mengira bahwa An Tianzuo sangatlah lemah.
Mereka berlima berjalan menghampiri An Tianzuo. Salah satu dari ketiga pria itu tampak seperti seorang Tuan muda dari keluarga bangsawan. Dia memegang kipas dan berjalan dengan anggun sehingga menjadikannya seperti seorang sarjana jenius.
"Aku tidak percaya bahwa orang yang lemah sepertimu juga memasuki Situs Makam Kuno. Seharusnya kau tidur di rumahmu, sehingga mungkin akan bermimpi menjadi orang terkuat di dunia ini, hahaha!" Pria yang membawa tombak di punggungnya itu meledek An Tianzuo.
Seorang pria yang berada di sebelahnya juga menjadi ikut tertawa dengan ucapannya. Kedua wanita dan pria yang tampak anggun itu tidak ikut tertawa. Mungkin karena tidak tertarik dengan leluconnya atau mungkin tidak lucu sama sekali karena meledek seseorang yang tidak bersalah.
"Aku tidak mengenal kalian, dan juga tidak tahu siapa kalian. Ini adalah pertama kalinya kita bertemu, dan kalian langsung meledekku hanya karena aku tidak bisa menggores dan menghancurkan pohon ini? Sepertinya kau adalah tipe orang yang sering membully orang-orang lemah," kata An Tianzuo.
__ADS_1
Orang yang meledek An Tianzuo menjadi kesal dengan ucapannya. Dia bahkan mengeluarkan aura membunuhnya kepada An Tianzuo, karena betapa kesalnya. Namun, dia dihentikan oleh salah satu wanita yang berada dibelakangnya.