
Karena perubahan pohon hitam itu, An Tianzuo kemudian mundur beberapa langkah. Dia menatap perubahannya, yang dari bawah sampai ke atas perlahan menjadi merah dengan dedaunan yang mulai tumbuh.
"Apakah pohon ini berubah karena darahku? Pohon ini sudah terlihat seperti dilumuri oleh darah."
[Selamat, Anda berhasil membuka tempat harta karun. Anda mendapatkan 1.200.000 poin berpura-pura!]
[Sekarang Anda memiliki 5,202,874 Poin Berpura-pura.]
"Jika aku tahu bahwa hanya dengan meneteskan darahku untuk membuka tempat harta karun itu, maka aku sudah melakukannya sedari awal, sehingga aku tidak perlu repot-repot untuk memukul pohon ini."
"Biarlah, karena sudah terbuka maka tidak perlu memikirkannya lagi."
Dedaunan dari pohon itu kemudian secara satu persatu berjatuhan seperti daun di musim gugur, sehingga itu membuat pohonnya kembali seperti sebelumnya yang tanpa dau sama sekali.
Pohon dan daunnya kemudian mengeluarkan cahaya merah sehingga menembus langit. Cahaya dari pohon dan daunnya itu menyatu sehingga cahaya yang menembus langit tampak besar.
An Tianzuo yang berada didekatnya mundur beberapa langkah, takut akan terjadi sesuatu.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi aku yakin bahwa cahaya merah ini akan menarik perhatian banyak kultivator yang melihatnya."
"Jika cahaya merah ini benar-benar pintu masuk tempat harta karun, maka tempat ini akan menjadi pertumpahan darah."
"Aku tidak bisa membayangkan seperti apa yang akan terjadi nantinya."
Cahaya yang menjulang tinggi ke langit itu menarik perhatian para kultivator, sehingga orang yang melihatnya datang ke arah cahaya merah itu.
"Lihat cahaya apa itu!"
"Ayo kita kesana, itu mungkin adalah tempat harta karun sesungguhnya dari situs makam kuno ini!"
__ADS_1
"Ayo, cepat. Kita harus kesana juga!"
Mereka yang sebelumnya saling membunuh, berhenti melakukannya karena tertarik dengan cahaya merah itu. Pikiran mereka hanya tertuju dengan satu hal, yaitu cahaya merah itu pasti adalah tempat harta paling berharga di Situs Makam Kuno. Begitulah pikir mereka, sehingga berbondong-bondong menghampirinya.
Kelima orang yang tanpa sengaja bertemu dengan An Tianzuo melihat cahaya itu, sehingga mereka juga pergi ke arah cahaya itu.
Cahaya merah yang menjulang tinggi ke atas langit dan menembus langit, menjadi semakin kecil. Cahaya itu perlahan semakin kecil hingga hanya seukuran dua meter.
An Tianzuo masih tetap dalam posisi diam dan menatap cahaya merah itu. Dia terus memperhatikannya untuk menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jika cahaya merah itu adalah pintu masuk tempat harta karun, An Tianzuo berharap bahwa munculnya pintu masuknya sebelum kedatangan para kultivator.
[Seorang kultivator ranah Roh Bela Diri lapisan kelima datang dari arah utara. Dia terbang dengan sangat cepat menuju tempat Tuan berada.]
[Tiga orang kultivator ranah Roh Bela Diri lapisan kedua datang dari arah selatan terbang menuju tempat Tuan berada.]
[Lima orang kultivator yang sebelumnya bertemu dengan Tuan juga menuju ke tempat Tuan.]
Sistem mulai mengatakan lokasi orang yang datang ke arah An Tianzuo, sehingga itu membuat An Tianzuo mengetahui bahwa ada seseorang yang sudah dekat dengan tempatnya berada.
"Aku mungkin benar-benar tidak bisa menghindari pertarungan. Mau tidak mau aku harus bertarung demi mendapatkan apa yang ada di dalam tempat harta karun itu."
"Meskipun mereka tidak tahu apa yang ada disini, tetapi mereka seharusnya sudah ada yang menebaknya bahwa ada harta karun di tempat ini."
Cahaya yang mengecil kemudian menjadi padat sehingga menutupi pohon yang berada didalamnya. Setelah beberapa saat, cahaya merah itu secara perlahan mulai menghilang dan terlihat samar-samar pohon merah yang berada di dalamnya.
Meskipun samar, tetapi masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Pohon merah yang awalnya kayu sekarang berubah menjadi kristal merah. Itu sangatlah indah dan mengkilap.
Pohon itu juga menjadi lebih besar dari sebelumnya, dan terlihat ada sebuah pintu masuk yang juga terbuat dari kristal di batang pohonnya. Di pintunya bisa terlihat bahwa ada lubang kunci untuk membuka pintunya. Itu menandakan bahwa harus memiliki kunci untuk membukanya.
__ADS_1
Cahaya merah itu sekarang telah hilang sepenuhnya dan hanya menyisakan pohon kristal itu.
Orang-orang sudah sampai di tempat itu, dan pertama kali yang mereka lihat adalah pohon kristal itu. Sehingga membuat orang-orang yang melihatnya menjadi yakin akan satu hal, yaitu pohon kristal itu adalah tempat harta sesungguhnya dari Situs Makam Kuno ini.
An Tianzuo sama seperti sebelumnya yaitu tetap berdiri diam dan hanya menatap pohon kristal itu.
"Sebelumnya pohon ini berwarna hitam yang dipukul sekuat apapun tidak bergerak sama sekali. Setelah menetaskan darahku, pohon ini berubah menjadi merah darah, dan setelah itu pohon ini berubah lagi menjadi pohon kristal."
"Jika orang-orang di bumi melihat hal ini, mereka pasti akan mengira bahwa ini adalah efek atau semacamnya."
Para kultivator yang telah sampai langsung mendekati pohon kristal itu, berharap agar dapat lebih dulu memasukinya. Meskipun telah banyak kultivator yang berada di sana, tetapi mereka masih berdiri diam tanpa melakukan apapun.
Tidak ada pertarungan, tidak ada pembunuhan, mereka hanya menatap pohon kristal itu.
"Apakah ada yang tahu itu pohon apa?"
"Jika ada yang tahu tentang pohon itu, maka katakanlah!"
Beberapa kultivator mulai saling bertanya berharap agar menemukan petunjuk tentang pohon itu. Namun, mereka tidak ada yang mengetahuinya. Meskipun tahu, mereka tidak akan mengatakannya sehingga dapat memonopoli apa yang berada di balik pintu di pohon kristal itu.
Suasananya mulai berisik yang saling bertanya satu sama lain berharap dapat menemukan petunjuk tentang pohon kristal itu.
Kelima orang yang sebelumnya bertemu dengan An Tianzuo, mereka kemudian menghampirinya. Yu Lei yang sebelumnya bentrok dengan An Tianzuo dia kemudian berkata kepadanya.
"Hei, kau telah lama berada disini, dan pasti telah menyaksikan tentang perubahan pohon itu. Katakan apa yang kau ketahui, jika tidak maka aku tidak akan segan lagi untuk membunuhmu!" Yu Lei berkata dengan nada mengancam An Tianzuo.
An Tianzuo tidak mengatakan satu kata pun, dia hanya menatap pohon kristal itu tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya. Sehingga itu membuat Yu Lei menjadi kesal dan dia melancarkan serangannya kepada An Tianzuo.
Li Xue, yang berada didekatnya terlambat untuk menghentikan serangan Yu Lei.
__ADS_1
Serangannya itu langsung mengarah ke An Tianzuo dengan sangat cepat, dan setelah dekat dengan An Tianzuo, serangan yang dilontarkan oleh Yu Lei terbelah menjadi dua dan berakhir menghilang di udara.
Kelima orang itu yang melihatnya menjadi terkejut tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mereka melihat sebuah pedang Qi di tangan An Tianzuo yang digunakan untuk memotong serangan itu.