Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi

Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi
Perisai Gelembung


__ADS_3

"Huh? Darimana orang bertopeng itu mendapatkan kuncinya? Bukannya dia tadi juga mencari kunci dari pintu di pohon kristal itu?"


"Aku barusan melihatnya. Dia mendapatkan kunci itu dari sebuah kertas yang terbang dan berubah menjadi kunci itu!"


Benar, beberapa saat yang lalu, peta yang An Tianzuo dapat dari pelelangan di Paviliun Merpati Putih berubah menjadi sebuah kunci.


Peta itu tiba-tiba keluar dari penyimpanan An Tianzuo, dan kemudian terbang sembari mengeluarkan cahaya kuning. Cahaya itu seperti cahaya dari lampu dan kemudian berubah menjadi sebuah kunci yang jatuh ke tangan An Tianzuo.


Cahaya itu tidak terlalu terang, dan juga sinar cahaya kuning itu kecil sehingga tidak menarik perhatian orang-orang yang berada didekatnya. Karena itu berlangsung beberapa saat, hanya beberapa orang yang melihat dan menyadarinya.


Apalagi, mereka hanya melihat perubahan pada pohon kristal itu, sehingga itu membuat mereka semua tidak menyadari apa yang telah terjadi pada peta yang keluar dari penyimpanan An Tianzuo.


'Peta itu ... bukannya itu adalah peta yang sebelumnya aku lelang? Bukannya itu didapat oleh seorang pemuda yang tampan? Apakah mungkin orang bertopeng itu adalah pemuda tampan yang mendapatkan peta di pelelangan?' Li Xue bertanya-tanya didalam hatinya tentang An Tianzuo.


Li Xue sekarang tahu bahwa orang bertopeng di depannya adalah seorang pemuda tampan yang sebelumnya mendapatkan peta itu.


'Aku benar-benar tidak menyangka bahwa peta yang dilelang adalah sebuah kunci. Jika aku tahu sedari awal, mungkin akan digunakan sendiri atau dilelang dengan harga yang sangat mahal,' batin Li Xue.


Li Xue juga melihat apa yang telah terjadi pada peta itu, karena dia tanpa sengaja melihat ke arah An Tianzuo setelah perubahan pada pohon itu. Dia sekarang yakin akan satu hal, yaitu orang bertopeng didepannya pasti tahu tentang pohon kristal hitam itu.


Akan tetapi, Li Xue tidak berani untuk bertanya kepada An Tianzuo karena sebelumnya dia melihat kekuatannya yang sangat kuat. Dia memilih diam sembari memperhatikan An Tianzuo yang memegang kuncinya, menunggu melihat apa yang akan dilakukan olehnya.


"Aku tidak menyangka bahwa peta yang aku dapatkan dari pelelangan akan berubah menjadi sebuah kunci. Sepertinya keberuntunganku benar-benar luar biasa," kata An Tianzuo.

__ADS_1


An Tianzuo memperhatikan kuncinya yang berada di tangan kanannya. Dia kemudian berjalan ke arah pohon kristal itu, tapi ada beberapa orang yang menyerang An Tianzuo dari belakang.


Ada sekitar tiga orang yang dimana kultivasi mereka berada di sekitar ranah Roh Bela Diri lapisan ketiga dan keempat. Mereka melesat ke arah An Tianzuo sembari memegang pedang pada tangan kanannya.


"Kunci itu akan jadi milikku! Matilah kamu!" Salah satu dari ketiga orang itu berkata sembari menyerang An Tianzuo menggunakan pedangnya.


Mereka menyerang An Tianzuo karena mengira bahwa dia sedang lengah. Namun, tanpa mereka ketahui bahwa An Tianzuo tidak pernah lengah sekalipun, sehingga dia membunuh mereka bertiga hanya dalam satu serangan. Itu bahkan berlangsung hanya sesaat.


Ada juga beberapa yang juga berpikir untuk menyerang An Tianzuo, tetapi setelah melihat mereka bertiga yang mati terbunuh hanya dalam beberapa saat, mereka kemudian tidak jadi untuk menyerangnya.


[Tuan tidak lagi mendapatkan poin pengalaman dari membunuh seorang kultivator, dikarenakan Anda sebentar lagi akan menerobos ranah. Sehingga sistem ingin agar Tuan dapat menerobos dengan bantuan sumber daya agar kekuatan Tuan dapat berkali-kali lipat lebih kuat.]


[Setelah Tuan menerobos, maka poin pengalaman akan kembali didapatkan setelah membunuh seorang kultivator atau binatang buas.]


Setelah An Tianzuo membaca pesan sistem yang berupa panel di depannya, dia menjadi kecewa bahwa tidak dapat mendapatkan poin pengalaman dari membunuh ketiga kultivator itu.


"Jika demi kekuatan, maka aku harus merelakannya. Karena dengan begitu aku pasti dapat membunuh seorang kultivator yang kekuatan atau ranahnya jauh lebih tinggi dariku."


"Aku tidak menyangka bahwa kultivator itu akan menyerangku. Mungkin mereka mengira bahwa aku sedang lengah, sehingga mereka bertindak gegabah dan menyerangku. Apakah memang seperti itu cara berpikir mereka?"


"Rela bertindak gegabah hanya demi untuk mendapatkan kunci yang aku pegang. Aku tidak tahu harus menyebutnya apa, apakah itu keberanian atau mungkin kebodohan?!"


"Aku bersyukur bahwa masih ada beberapa orang yang tidak bertindak gegabah seperti mereka bertiga. Meskipun aku sebelumnya merasakan aura membunuh, tetapi mereka tidak langsung menyerangku. Mungkin mereka masih berpikir bahwa aku adalah orang yang tidak dapat dibunuh dengan sangat mudah."

__ADS_1


Karena sebelumnya terhenti akibat mereka bertiga yang menyerangnya, An Tianzuo kemudian melanjutkan kembali berjalannya menuju pintu pada pohon kristal itu.


Setelah dekat dengan pintunya, tiba-tiba sebuah perisai menyelimuti pohon kristalnya. Perisai itu berbentuk seperti gelembung yang menyelimutinya dengan jangkauan cukup besar. Perisai itu berwarna merah, tapi transparan sehingga pohon kristal dan An Tianzuo yang berada didalamnya kelihatan.


An Tianzuo dan para kultivator menjadi terkejut. Mereka semua kemudian mendekat ke arah perisai gelembung itu untuk memasukinya. Setelah menyentuhnya, mereka terpental seperti ada yang menyerangnya.


Mereka kembali lagi mencobanya, tetapi masih sama seperti sebelumnya. Bahkan sampai ada yang mencoba untuk menyerangnya tetapi berakhir sama, yaitu serangan yang dilontarkan terpental juga. Sehingga beberapa orang berhenti untuk melakukannya dan menelitinya lebih lanjut untuk dapat memasukinya tanpa terpental.


"Seberapa banyak pun kita melakukannya, saat menyentuhnya maka pasti akan terpental, dan juga saat menyerangnya maka serangan itu juga akan terpental. Tidak ada cara untuk memasukinya selama masih ada perisai gelembung ini."


"Itu benar. Sepertinya orang yang memiliki kuncinya lah yang dapat memasukinya ... jika benar begitu, maka harta yang berada didalamnya akan di ambil semua olehnya. Kita tidak boleh membiarkan dia mengambilnya!"


"Apakah kamu gila? Bukannya sebelumnya ada orang yang ingin merebutnya dan setelahnya orang itu terbunuh dalam satu serangan. Apakah kamu masih berpikir untuk merebutnya darinya? Apalagi kita juga tidak bisa ke sana karena ada perisai gelembung ini."


Tidak ada yang dapat memasuki perisai gelembung itu kecuali An Tianzuo. Entah itu karena dia yang memiliki kuncinya, atau mungkin karena dia yang pertama mendekati pohon kristal itu setelah terjadinya perubahan.


Sehingga orang-orang hanya berdiri diam di luar perisai gelembung itu sembari melihat An Tianzuo yang berada didalamnya. Meskipun masih ada beberapa yang mencoba untuk memasukinya tetapi itu masih sama seperti sebelumnya.


"Apakah ini benar-benar hari keberuntunganku? Aku mengira bahwa akan berebutan untuk mendapatkan harta yang berada di dalam pohon kristal ini. Namun setelah sampai di depan pintu ini, tiba-tiba sebuah perisai gelembung menyelimuti pohon kristalnya."


"Jika perisai gelembung ini dapat bertahan sampai aku mengambil harta yang berada didalamnya, maka yang perlu aku khawatirkan adalah serangan dari mereka semua yang ingin merebut hartanya."


"Sepertinya akan ada pertarungan lagi. Aku tidak sabar untuk menantikan akan adanya pertarungan!"

__ADS_1


An Tianzuo kemudian memasukkan kuncinya pada lubang kunci yang berada di pintunya. Dan pintu itu tiba-tiba terbuka sembari mengeluarkan suara pintu terbuka.


Setelah terbuka, An Tianzuo kemudian ingin memasukinya. Dia melangkahkan kaki kanannya terlebih dahulu dan setelah satu langkah, tiba-tiba terdengar suara kencang yang memanggil dirinya.


__ADS_2