
Jurang Kematian sangatlah dalam, bahkan sampai tidak terlihat dasarnya. Jangankan dasarnya, bahkan tidak ada satu tempat pun untuk dipijak.
An Tianzuo terus turun di dalam kegelapan yang menyelimutinya. Dalam kegelapan tersebut, An Tianzuo tidak akan sadar jika ada seekor musuh yang akan menyerangnya, karena dirinya tidak bisa melihat apapun karena itu begitu gelap.
Kegelapan itu seperti di malam hari yang tanpa sinar bulan ataupun cahaya dari sebuah lampu. Itu sangatlah gelap seakan dirimu menutup mata yang tidak bisa melihat apa yang berada di depannya.
[Karena Tuan tengah berada di kegelapan, dan tidak bisa melihat apapun. Fitur dari sistem Versi 2 telah terbuka, yang dimana fitur tersebut adalah 'Penglihatan Dalam Kegelapan'.]
[Setelah Tuan mengaktifkannya, Anda kemudian akan bisa melihat di dalam kegelapan dengan sangat jelas, seperti Anda melihat di siang hari.]
"Apakah ini salah satu fungsi dari Sistem Versi 2? Sebelumnya aku khawatir bahwa aku tidak bisa melihat di dalam kegelapan ini, sehingga aku harus selalu waspada. Namun karena 'Penglihatan dalam kegelapan' ini, maka aku tidak perlu khawatir lagi akan serangan diam-diam," kata An Tianzuo.
An Tianzuo kemudian mengaktifkan 'Penglihatan dalam kegelapan', dengan begitu dia bisa melihat semuanya dengan sangat jelas seperti saat sebelum masuk ke dalam Jurang Kematian ini. Dari batu, tanah, hewan kecil, dan lainnya, An Tianzuo bisa melihatnya dengan sangat jelas.
Meskipun sudah mengaktifkan 'Penglihatan dalam kegelapan', An Tianzuo masih belum melihat ujung dari Jurang Kematian tersebut. Namun, An Tianzuo masih saja turun untuk mencapai ujung dari Jurang Kematian tersebut.
Tekanan semakin kuat saat semakin turun, dan udara dingin juga semakin dingin. An Tianzuo hanya merasakan sedikit tekanan dan sedikit merasa dingin, hal tersebut karena tubuh An Tianzuo berbeda dari tubuh kultivator lainnya. Dan dia juga di bantu oleh sistem sehingga dia hanya merasakan sedikit tekanan dan dingin, sehingga itu menjadikan An Tianzuo sangat percaya diri untuk terus turun.
Setelah beberapa saat turun, An Tianzuo mulai melihat sesuatu yang lain saat melihat ke bawah. Itu berbeda karena yang dia lihat sebelumnya hanyalah kegelapan yang tidak ada ujungnya, sedangkan sekarang tampak seperti ada sesuatu yang terlihat di bawah sana.
__ADS_1
"Apakah aku sudah mencapai ujung dari Jurang Kematian ini?" An Tianzuo berkata saat dia tengah melihat ke bawah.
An Tianzuo meningkatkan kecepatannya untuk sampai ke bawah karena dia sebelumnya hanya terus turun tanpa beristirahat sekalipun.
Setelah An Tianzuo hampir sampai pada sesuatu yang dia lihat, semakin perlahan semakin jelas apa yang berada di bawah sana. An Tianzuo terus turun agar sesuatu yang dia lihat terlihat jelas sehingga dia bisa tahu apa yang berada di bawah tersebut.
"Kenapa ada banyak sekali tengkorak di bawah sana? Apakah tengkorak itu adalah tengkorak kultivator yang turun ke sini?" An Tianzuo terkejut saat melihat tengkorak yang sangat banyak tersebut.
Sesuatu yang An Tianzuo lihat di bawah sana adalah sebuah tengkorak manusia yang berserakan dimana-mana. Bahkan itu sangatlah banyak sehingga tampak membentuk gunung kecil yang terbuat dari tengkorak.
Pemandangan itu sangatlah mengerikan bagi orang yang pertama kali melihatnya, tetapi tidak dengan An Tianzuo karena dia sudah terbiasa mengalami hal-hal aneh selama dia hidup di dunia kultivator ini.
An Tianzuo kemudian memperlambat terbangnya ke bawah untuk berjaga-jaga takut akan terjadi sesuatu. Dia merasakan ada yang menatap dirinya di bawah sana, sehingga itu membuatnya semakin waspada akan serangan atau penyergapan.
An Tianzuo dengan cepat menghindar karena mengira bahwa cairan tersebut mungkin sangatlah berbahaya. Dia menghindar dengan cepat dan jauh, sehingga tidak terkena cairan ungu tersebut.
Setelah cairan ungu tersebut mendarat di tanah. Tanah yang terkena cairan tersebut menjadi berasap seperti sebuah es yang terkena cairan panas.
Cairan ungu tersebut bersifat korosif dan panas, sehingga sesuatu yang terkena oleh cairannya akan meleleh. Karena kewaspadaan An Tianzuo, cairan tersebut tidak mengenai dirinya sehingga dia dapat dengan cepat menghindar saat cairan tersebut mengarah pada dirinya.
__ADS_1
"Sepertinya cairan ungu itu sangatlah berbahaya. Untung saja aku waspada sehingga menyadari datangnya cairan ungu itu. Namun, siapa yang menyerangku menggunakan cairan itu?" An Tianzuo berkata sembari melihat ke tempat yang dimana datangnya cairan ungu tersebut.
Ada cahaya merah cerah pada tempat yang An Tianzuo lihat. Cahaya merah cerah tersebut berupa mata yang berwarna merah cerah, tetapi tidak memperlihatkan sosoknya karena tertutup oleh kegelapan.
Meskipun An Tianzuo memiliki 'Penglihatan dalam kegelapan', tetapi itu terbatas pada jarak tertentu sehingga dia tidak bisa melihat sesuatu yang berada di balik kegelapan tersebut.
Mata merah cerah tersebut sangatlah besar, bahkan lebih besar dari ukuran manusia pada umumnya. Hanya dengan tatapan merah cerah tersebut, itu memberikan tekanan dan rasa intimidasi sangat kuat.
An Tianzuo merasakan tekanan pada tatapan tersebut, sehingga dia tidak dapat bergerak. Bahkan saking kuatnya, itu membuat An Tianzuo tampak akan roboh kapan saja, tetapi dengan kegigihannya, An Tianzuo dapat bertahan dari tekanan tersebut.
"Ugh! Tekanan yang dihasilkan oleh mata itu saja sangatlah kuat, apalagi jika dia memperlihatkan sosoknya. Mungkin aku akan langsung pingsan saat melihatnya saja."
"Apakah dia itu benar-benar seekor naga? Apakah naga benar-benar ada di dunia ini? Aku tidak tahu apa lagi yang harus di pertanyakan. Dengan sesosok itu dan tekanan ini, kepalaku saja ingin meledak." An Tianzuo berusaha sekuat tenaga untuk terus bertahan dari tekanan tersebut.
Karena tekadnya yang kuat untuk bertahan, An Tianzuo tidak pingsan saat menahan tekanan tersebut. Jika itu adalah kultivator lain mungkin mereka akan langsung pingsan, bahkan mungkin hanya akan bertahan beberapa detik atau menit saja.
Berbeda dengan An Tianzuo yang memiliki keinginan kuat untuk bertahan dan menghadapi sosok tersebut. An Tianzuo berani karena dia merasakan Aura Spiritual Langit dan Bumi yang sangat luar biasa padat daripada di luar sana. Karena itu dia bertekad untuk berkultivasi di sini dan menerobos tingkatannya.
"Aku tidak akan di kalahkan semudah itu. Jadi aku akan tetap bertahan meskipun tekanan ini sangatlah kuat." An Tianzuo berkata dengan penuh kegigihan.
__ADS_1
Karena melihat An Tianzuo yang tidak pantang menyerah. Sosok mata merah tersebut semakin meningkatkan tekanan dan intimidasi nya untuk menumbangkan An Tianzuo.
Tekanannya semakin berat dan menyesakkan sehingga hanya dengan tekanan tersebut bisa membuat seseorang mati. An Tianzuo sampai tidak dapat berdiri untuk mengatasi tekanan tersebut, bahkan pandangnya saja menjadi buram seperti akan pingsan.