
"Ugh! Klan ini memiliki banyak sekali uang, tetapi tidak dengan kekuatan. Apakah mungkin mereka ingin membeli teknik yang kuat sehingga mereka menjual teknik dan senjata mereka?"
"Mungkin seperti yang aku pikirkan, atau mungkin bukan ... terserahlah, aku tidak perlu memikirkannya, karena klan ini juga telah musnah."
Klan Xia seharusnya tidak hanya memiliki uang yang sangat banyak, tetapi juga pil, teknik, senjata, dan lainnya yang sangat banyak. Apalagi di cincin penyimpanan mereka, dimana itu seharusnya terdapat barang-barang yang berharga, bukan barang yang ampas.
"Sistem, apakah kamu bisa mencari barang-barang berharga Klan Xia? Jika bisa, tunjukkan padaku di mana barang-barang itu!"
[Baik, Tuan. Mendeteksi ... mendeteksi berhasil. Barang-barang berharga Klan Xia ada di kediaman patriark. Anda bisa mencarinya di sana tapi barang-barang itu tidak berharga bagi Tuan. Anda bisa menukarnya menjadi poin berpura-pura.]
"Meskipun ini adalah klan besar di Kota Yangzhu ini, tetapi mereka tidak memiliki barang yang berguna untukku. Padahal aku ingin menghemat poin berpura-pura agar tidak selalu membeli apa yang aku butuhkan di toko sistem."
"Sistem, tunjukkan padaku dimana tempat kediaman patriark!"
[Kediaman patriark tidak jauh dari tempat Tuan. Anda bisa pergi ke arah utara, sekitar seratus meter, dan Anda akan menemukan kediaman yang mewah dan megah disana.]
"Baiklah, terima kasih sistem."
An Tianzuo ingin pergi ke kediaman patriark untuk mengambil barang yang disimpan disana. Setelah dia melangkah satu langkah, tiba-tiba dia melihat tiga orang wanita, dan itu adalah Chu Mengyao dan kedua Bibinya.
Bisa terlihat dari wajah mereka bertiga tampak kelelahan. Mereka Kelelahan bukan karena bertarung, tetapi karena berlari dari Penginapan Bunga Putih menuju Klan Xia. Mereka terburu-buru sehingga tidak memiliki waktu untuk istirahat karena ingin membantu An Tianzuo.
Mereka bertiga tidak percaya dengan apa yang dilihat, karena hanya beberapa menit klan yang berdiri tegak sekarang telah jadi puing-puing. Mereka menoleh ke kanan ke kiri melihat puing-puing bangunan Klan Xia.
__ADS_1
Awalnya mereka mengira Klan Xia telah diserang oleh klan lain yang memiliki dendam dengannya, setelah melihat sekeliling, mereka tidak menemukan satu orang pun kecuali An Tianzuo. Mereka kemudian sadar bahwa yang melakukannya bukan klan lain tetapi An Tianzuo sendiri yang menghancurkan klan ini.
"Ini benar-benar tidak bisa dipercaya. Satu orang dapat menghancurkan sebuah klan, hanya dengan beberapa menit saja," kata Chu Liam.
Kedua bibinya tidak percaya bahwa An Tianzuo sangatlah kuat sehingga dapat menghancurkan sebuah klan. Mereka mengira bahwa An Tianzuo pasti akan terbunuh karena dengan cerobohnya ingin melawan sebuah klan. Bukannya terbunuh, An Tianzuo malah menghancurkan klan ini yang dimana mereka memiliki banyak anggota dan pasukan yang kuat.
Mereka bertiga berjalan melewati puing-puing bangunan. Mereka melihat banyak mayat yang berserakan di mana-mana seperti sebuah daun yang jatuh dari tangkainya. Setelah berjalan tidak lama, mereka kemudian melihat binatang buas serigala perak yang berada disamping An Tianzuo. Mereka sebelumnya hanya melihat An Tianzuo sendiri, tetapi setelah berjalan mendekat, mereka kemudian menyadari keberadaan serigala perak.
"Apakah itu binatang buas tingkat empat?! Kenapa binatang buas ada di sini?" Chu Mengyao yang melihat serigala perak itu menjadi ketakutan.
"Nona, itu adalah binatang buas yang telah dijinakkan oleh An Tianzuo yang aku lihat di Hutan Yangzhu. Berhati-hatilah jika Nona ingin mendekat, karena meskipun binatang itu telah dijinakkan, binatang buas tetaplah binatang. Itu mungkin memiliki naluri untuk memangsa, tolong berhati-hatilah," kata Chu An.
"Jadi itu binatang buas yang kamu lihat di hutan waktu itu? Binatang buas tingkat empat itu setara dengan Raja Bela Diri. Jika dia menyerang, maka kita tidak akan dapat mengalahkannya," kata Chu Liam.
Mereka berdua kemudian berjalan mendekat ke arah An Tianzuo. An Tianzuo yang melihat mereka waspada, dia kemudian membatalkan panggilan binatang buas agar mereka tidak lagi waspada.
"Kenapa kalian datang ke sini? Apakah kalian memiliki dendam juga dengan Klan Xia? Jika memang ada, maka kalian terlambat untuk melawan mereka, karena aku telah memusnahkan mereka semua," kata An Tianzuo.
"Tidak, aku datang ke sini untuk membantumu melawan Klan Xia. Namun, aku tidak mengira klan ini akan musnah hanya dalam beberapa menit saja, dan itu dihancurkan oleh satu orang saja," kata Chu Mengyao.
"Itu benar, kami ingin membantumu melawan Klan Xia. Meskipun aku sudah mengira kamu kuat, tapi aku tidak mengira kalau kamu akan sekuat ini hingga dapat menghancurkan klan yang telah lama berdiri," kata Chu An.
"Sekarang klan ini telah musnah. Selanjutnya apa yang akan kamu lakukan? Tidak mungkin kamu akan menghancurkan klan lainnya, 'kan?" Chu An Liam menjadi berkeringat dingin , karena mengira An Tianzuo ingin menghancurkan klan lainnya.
__ADS_1
"Tidak mungkin aku akan menghancurkan klan lain, karena aku tidak memiliki dendam. Berbeda dengan Klan Xia ini, mereka sudah mencari masalah denganku dan juga sangat arogan, apalagi meresahkan masyarakat," kata An Tianzuo.
"Syukurlah kalau kamu berkata seperti itu. Terus selanjutnya apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan pergi keluar dari kota ini dan bergabung dengan sekte, klan atau lainnya untuk meningkatkan kekuatanmu?" kata Chu An.
"Hm ... aku masih belum memikirkannya. Jika aku bergabung dengan sekte, aku tidak tahu sekte seperti apa yang harus aku masuki. Aku akan memikirkannya setelah mengambil barang-barang berharga yang ada di klan ini. Jika membiarkannya maka itu akan sia-sia dan mungkin akan diambil oleh klan lain atau orang-orang yang mampir ke klan ini," kata An Tianzuo.
'Lebih tepatnya aku ingin menukarnya menjadi poin berpura-pura," batin An Tianzuo.
"Jadi begitu ... lebih baik kamu mengambilnya, daripada membiarkannya. Karena itu adalah harta Klan Xia, pasti banyak harta berharga disana," kata Chu An.
"Itu benar," kata An Tianzuo.
An Tianzuo dan mereka bertiga kemudian pergi ke kediaman patriark. An Tianzuo mengikuti arahan yang telah dikatakan sistem kepadanya.
Setelah sampai di kediaman patriark, benar saja. banyak harta berharga disana. Dari senjata tingkat tiga, teknik tingkat biru, pil tingkat dua dan tiga, dan banyak lagi. Namun, itu semua tidak berharga karena An Tianzuo memiliki senjata, teknik yang jauh lebih kuat dari itu semua. Dia menukarnya menjadi poin berpura-pura, kecuali untuk pil.
[Selamat, Anda mendapatkan 233.000 poin berpura-pura. Sekarang Anda memiliki 3,553,541 poin berpura-pura.]
Dia juga memberikan senjata tingkat empat dan teknik tingkat biru kepada Chu Mengyao dan kedua Bibinya. Dia memberikannya karena mereka bertiga memiliki niat untuk membantunya, meskipun tidak membantu sama sekali karena terlambat.
Chu Mengyao mendapatkan mendapatkan pedang tingkat empat. Pedang itu sangat cantik, sehingga melihatnya saja seperti ingin ditebas oleh pedang itu. An Tianzuo memberikannya karena pedang itu sangat cocok dengan Chu Mengyao.
Chu An dan Chu Liam juga mendapatkan senjata tingkat empat. Chu An mendapatkan pedang, dan Chu Liam mendapatkan belati.
__ADS_1
Tidak hanya senjata, An Tianzuo juga memberikan teknik tingkat biru (Tinggi), namanya adalah Teknik Tarian Pedang Berbunga. Teknik ini sangat kuat, karena hanya dengan satu tebasan akan menghasilkan bunga yang cantik dan harum, sehingga itu membuat orang-orang yang melihat dan mencium aroma bunga itu akan terpesona. Dia memberikannya kepada Chu Mengyao.
Kedua Bibinya mendapatkan teknik tingkat biru (Menengah), namanya adalah Teknik Pedang Membara, dan Teknik Racun Laba-laba.