
An Tianzuo kemudian membunuh Xia Luo, dia memotong lehernya sehingga kepalanya jatuh menggelinding. Itu sangatlah cepat sehingga orang yang melihatnya tidak menyadari bahwa An Tianzuo telah membunuhnya. Mereka hanya melihat saat kepalanya telah jatuh ke bawah dan menggelinding.
Ketiga anggota Klan Xia menjadi berkeringat dingin dan pria yang sebelumnya kembali pipis di celananya lagi. Ketiga wanita yang duduk bersama An Tianzuo sama terkejutnya dengan semua orang.
"Aku telah membunuh tetua kalian, maka selanjutnya adalah giliran kalian!" ancam An Tianzuo kepada mereka bertiga.
Mereka bertiga menjadi semakin ketakutan karena diancam ingin dibunuh oleh An Tianzuo. Mereka sebenarnya hanyalah seorang pengecut, mereka berani karena memiliki Klan Xia dibelakangnya. Mereka tahu bahwa Klan Xia tidak akan membiarkan anggotanya dihina didepan umum, sehingga mereka berani arogan. Tidak hanya mereka bertiga, tetapi anggota Klan Xia lainnya juga seperti itu.
"Ka-kamu jangan mendekat! Ka-kamu telah berani membunuh tetua Kedelapan. Klan Xia tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja! Kamu pasti akan dibunuh oleh Klan Xia. Hahaha, hahaha!" kata pria itu, "mati! kamu pasti akan ma-"
Sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya, An Tianzuo telah memotong lehernya menggunakan Teknik Pedang Tangan Kosong. Dia juga membunuh kedua orang yang berada dibelakangnya tanpa menunjukkan belas kasihan sama sekali.
[Selamat, Tuan telah membunuh satu kultivator ranah Ahli Bela Diri lapisan keenam. Anda mendapatkan 600.000 poin pengalaman.]
[Selamat, Tuan telah membunuh satu kultivator ranah Guru Bela Diri lapisan ketiga dan dua kultivator ranah Guru lapisan pertama. Anda mendapatkan 100.000 poin pengalaman.]
Orang yang berada di penginapan menjadi ketakutan karena melihat An Tianzuo membunuh tanpa belas kasih. Namun, mereka juga senang karena An Tianzuo membela orang yang tidak bersalah.
Pelayan yang sebelumnya datang kepada An Tianzuo dan mengatakan, "Tuan, sebaiknya Anda kabur karena Klan Xia pasti akan mendengar tentang masalah ini. Mereka memiliki banyak mata dan telinga, sehingga Klan Xia pasti akan mengirimkan seorang pembunuh untuk membunuh Anda."
"Jika aku kabur, maka Penginapan ini yang akan terkena imbasnya. Karena awal masalahnya terjadi karena penginapan ini. Sehingga mereka akan menghancurkan penginapan ini dan setelahnya pergi mencariku," kata An Tianzuo.
"Ta-tapi Tuan ...." Pelayan itu khawatir kepada An Tianzuo. Dia khawatir karena dirinya telah diselamatkan olehnya, makanya dia menyuruh An Tianzuo untuk kabur.
"Kamu bereskan saja mayat-mayat ini. Aku akan pergi ke Klan Xia untuk menyelesaikan masalah ini. Aku tidak bisa membiarkan Klan yang meresahkan masyarakat masih berdiri dengan tegak!" An Tianzuo berjalan keluar untuk pergi ke Klan Xia.
Dia meminta kepada sistem untuk menunjukkan arah menuju Klan Xia.
__ADS_1
[Jika Tuan ingin pergi ke Klan Xia, maka Tuan harus pergi ke arah selatan. Anda hanya perlu terus lurus ke arah selatan, dan Anda akan sampai di Klan Xia.]
An Tianzuo kemudian terbang menuju ke arah selatan, tempat Klan Xia berada.
Chu Mengyao yang melihat An Tianzuo akan pergi ke Klan Xia untuk menyelesaikan masalah, dia kemudian berdiri dan meminta kepada kedua Bibinya untuk pergi membantu An Tianzuo.
"Nona, sebaiknya kita tidak perlu membantunya. Biarkan saja An Tianzuo menyelesaikan masalah itu sendiri," kata Chu An.
"Itu benar Nona. Kita tidak perlu terlibat kedalam masalahnya. Lagian kita juga tidak tahu latar belakang seperti apa yang dimilikinya," kata Chu Liam.
Chu Mengyao menjadi marah karena kedua Bibinya tidak ingin membantu An Tianzuo. Dia kemudian berjalan untuk pergi mengikuti An Tianzuo.
"Jika kalian tidak ingin membantu, maka tetaplah disini. Aku sendiri yang akan membantunya, humph!" Chu Mengyao kesal kepada kedua Bibinya.
"Eh, Nona? Tu-tunggu Nona, Anda jangan bertindak gegabah. Chu Liam ayo kita pergi, kita tidak bisa membiarkan Nona pergi sendirian!" Chu An dan Chu Liam pergi mengikuti Chu Mengyao.
Sementara itu, di dalam Aula Konferensi Klan Xia ....
Di dalam aula, ada empat tetua yang duduk berjejer di samping kiri dan kanan. Patriark Klan Xia, Xia Zuluo duduk di atas.
Kelima tempat duduk yang berjejer, semuanya terisi kecuali satu tempat duduk yang kosong. Itu adalah tempat duduk Xia Luo.
Wajah Xia Zuluo menunjukkan ekspresi marah. Dia kemudian berkata, "Kenapa tetua kelima masih belum datang? Kemana dia pergi?"
Matanya menunjukkan niat membunuh, karena ketidakhadiran Xia Luo di dalam Aula Konferensi Klan Xia.
"Patriark, tetua kelima pergi untuk mengurus masalah. Katanya ada orang yang mencari masalah dengan anggota Klan Xia di sebuah penginapan," kata tetua keempat.
__ADS_1
"Apakah anggota klan tidak bisa menyelesaikannya sendiri? Jika tidak bisa, lebih baik bunuh saja mereka. Klan Xia tidak membutuhkan seorang sampah dan pecundang!" Xia Zuluo menunjukkan ekspresi marah.
Kemudian suara seseorang terdengar dari luar aula. Suaranya terdengar panik, seperti telah terjadi suatu masalah. Orang itu adalah seorang pria, dia kemudian masuk kedalam aula tanpa izin sama sekali.
"Salam Patrick. Salam tetua. Murid ini datang untuk menyampaikan berita buruk," katanya sambil membungkuk dan melakukan salam soja.
Xia Zuluo menjadi marah karena dia seenaknya masuk, sehingga itu mengganggu rapat patriark dan para tetua. Namun, dia meredakan amarahnya karena pria dihadapannya itu mengatakan kalau ingin menyampaikan berita buruk.
"Berita buruk apa yang membuatmu sampai mengganggu rapat kami? Jika itu bukan berita buruk, aku akan membunuhmu sekarang juga!" Xia Zuluo mengeluarkan aura membunuhnya kepada orang yang berada dihadapannya. "katakan berita buruk apa itu?"
"Ba-baik Tuan. Saya akan berterus terang. Tetua kelima telah mati di sebuah penginapan bernama Penginapan Bunga Putih. Dia mati dibunuh hanya dengan satu serangan oleh seorang pemuda yang tampan," kata pria itu.
Patriark dan para tetua menjadi terkejut dengan berita itu. Mereka tidak menyangka bahwa tetua kelima akan mati, padahal dia hanya ingin menguras masalah kecil.
Mereka menunggu kedatangan tetua kelima di aula, untuk membahas tentang tuan muda yang mati di Hutan Yangzhu. Sehingga mereka masih belum memulai rapatnya karena menunggunya.
"Bagaimana mungkin dia mati hanya dengan sekali serangan! Dia seharusnya tidak akan mati dalam sekali serangan, kecuali pemuda itu sangatlah kuat," kata tetua tertinggi, Xia Mouli.
"Jika pemuda yang dimaksud bisa membunuh tetua kelima hanya dalam sekali serangan, maka itu berarti dia berada di ranah Roh Bela Diri," kata tetua kedua.
"Apakah berarti pemuda itu membunuh tetua kelima sangatlah kuat? Apakah dia berasal dari klan lain?" tanya tetua ketiga.
"Pemuda itu bukan berasal dari klan lain. Pemuda itu baru beberapa hari berada di Kota Yangzhu, dan untuk identitasnya masih belum diketahui," kata pria yang melaporkan berita kematian tetua kelima.
"Setelah kematian tuan muda, sekarang kematian tetua kelima. Bencana telah datang kepada Klan Xia," kata tetua keempat.
"B*jing*n mana yang berani membuat masalah dengan Klan Xia! Apakah dia sudah bosan hidup!" Xia Zuluo mengeluarkan aura membunuh yang kuat dari tubuhnya.
__ADS_1
Mereka tidak menyangka bahwa akan datang masalah seperti ini. Meskipun Klan Xia sangatlah arogan, tetapi tidak ada orang yang berani sampai membunuh orang-orang Klan Xia, apalagi tuan muda dan tetua.