
[Tuan harus memegang gagang pintunya terlebih dahulu, dan kemudian mengalirkan Qi Anda, sehingga pintu itu akan otomatis terbuka.]
"Semudah itu? Aku pikir harus menyelesaikan semacam teka-teki untuk membuka pintunya," kata An Tianzuo.
An Tianzuo kemudian memegang gagang pintunya dan mengalirkan Qinya seperti yang dikatakan oleh sistem.
Qinya seperti tersedot ke dalam gagang pintunya, dan ukiran-ukiran yang ada pada pintunya mulai bersinar kemerahan. Itu bersinar dari gagang pintu dan setiap ukiran yang ada pada pintu merah itu bersinar terang, sehingga semua ukirannya bersinar sepenuhnya.
Tiba-tiba pintunya bergetar dan di sekitarnya juga bergetar tampak seperti ada sebuah gempa bumi. Li Xue panik karena mengira bahwa tempat itu akan roboh, sehingga tampa sadar dia merangkul tangan An Tianzuo.
Li Xue tidak tahu apa yang telah An Tianzuo lakukan, karena dia terlalu sibuk mencari cara untuk membuka pintu itu.
"A-ada apa ini? Apakah tempat ini akan roboh? Apakah aku akan mati terkubur hidup-hidup?" Li Xue berkata sembari memperlihatkan ekspresi panik pada wajahnya.
An Tianzuo tidak panik sama sekali, malahan dia terlihat tenang seperti tidak terjadi apapun. Dia tidak panik karena yakin bahwa tidak akan terjadi apapun.
Bukan karena An Tianzuo mengetahui bahwa akan terjadi gempa, tetapi itu karena sistem tidak mengatakan bahwa akan ada bahaya setelah membuka pintu itu.
"Tenanglah, ini hanyalah sebuah gempa. Paling hanya akan berlangsung beberapa saat saja." An Tianzuo berkata sembari mencoba melepaskan tangan Li Xue dari tangannya sendiri.
Li Xue merangkul tangan An Tianzuo dengan sangat erat, sehingga itu membuatnya kesulitan untuk melepaskannya. Karena tidak bisa melepaskannya, An Tianzuo membiarkan saja karena dia melihat wajah Li Xue tampak panik dan ketakutan.
Pada saat terjadinya getaran itu, pintunya juga ikut terbuka secara perlahan. Itu terbuka secara otomatis seperti yang dikatakan oleh sistem. An Tianzuo tidak terburu-buru untuk memasukinya, dia masih menunggu akan terbuka sepenuhnya pintu itu.
"Pintunya sudah terbuka, apakah kamu tidak ingin melepaskan tanganku?" An Tianzuo berkata sembari melihat wajah Li Xue.
__ADS_1
Li Xue sebelumnya menutup matanya sehingga dia tidak melihat pintu itu terbuka. Dia hanya merasakan getaran itu, tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.
"Be-benarkah? Kenapa pintu itu tiba-tiba terbuka? Apakah kamu melakukan sesuatu sehingga membuat pintu itu terbuka?" Li Xue berkata sembari membuka matanya secara perlahan.
"Entahlah," jawab An Tianzuo dengan singkat.
Setelah Li Xue melihat pintu itu terbuka, dia menjadi tenang tidak seperti sebelumnya. Dia juga ikut melihat dan menunggu pintu itu terbuka, sembari masih merangkul tangan An Tianzuo.
Pintunya kemudian berhenti bergerak yang menandakan bahwa itu terbuka sepenuhnya. Getaran yang sebelumnya juga ikut berhenti bersamaan dengan pintunya.
Masih belum diketahui apa yang berada di dalamnya, karena itu juga sangatlah gelap, sehingga seperti membutuhkan sebuah senter untuk melihat apa yang berada di sana.
Li Xue kemudian menenangkan dirinya yang sebelumnya panik. Dia belum sadar bahwa masih merangkul tangan An Tianzuo.
Setelah selesai menenangkan dirinya, Li Xue kemudian sadar bahwa tangannya merangkul tangan An Tianzuo, sehingga dengan cepat dia melepaskan tangannya dan sedikit menjauh dari An Tianzuo.
"Tidak apa-apa," jawab An Tianzuo.
An Tianzuo kemudian berjalan secara perlahan untuk masuk kedalam, dia juga diikuti oleh Li Xue dari belakang.
Tidak ada satu pun cahaya yang berada di dalam, sehingga itu menunjukkan kegelapan yang sangat gelap. Suasananya juga menyeramkan sehingga itu membuat bulu kuduk Li Xue berdiri.
"Sistem, apakah di dalam sini ada semacam bahaya? Ini sangatlah gelap, bahkan aku tidak bisa melihat apa yang berada di dalam sini." An Tianzuo berkata dengan suara kecil karena tidak ingin didengar oleh Li Xue, takut disangka aneh karena berbicara sendiri.
[Menjawab ... tidak ada bahaya sama sekali di dalam, sehingga Tuan akan dengan aman memasukinya. Dan juga, Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan setelah melihat apa yang berada di sana.]
__ADS_1
An Tianzuo yang mendengar apa yang dikatakan oleh sistem, dia menjadi penuh percaya diri untuk masuk ke dalam. Bahkan dia menjadi senang dan bersemangat karena tidak sabar untuk melihat keuntungan apa yang dikatakan oleh sistem.
"Ini benar-benar sangatlah, apakah tidak ada obor yang menyala seperti sebelumnya? Kamu main masuk saja, bagaimana jika ada semacam bahaya? Bukannya itu akan menjadi hal buruk bagi kita berdua!" Li Xue berkata sembari mengikuti An Tianzuo masuk ke dalam.
Li Xue masuk kedalam karena melihat An Tianzuo tidak takut sedikitpun, malahan dia percaya diri untuk memasukinya. Sehingga Li Xue juga ikut masuk dengan memberanikan diri.
Setelah beberapa langkah masuk ke dalam, tiba-tiba sebuah cahaya merah bersinar dari kegelapan itu. Sinar cahaya merah itu sangatlah menyilaukan sehingga membuat mereka berdua menjadi menutup matanya dan menghadang sinar itu menggunakan tangannya.
"Ini sangat menyilaukan! Sebelumnya sangatlah gelap dan kenapa sekarang malah sangat menyilaukan! Mataku hampir buta karena sinar ini!" Li Xue berkata sembari menutup matanya.
"Tutuplah matamu, mungkin sebentar lagi akan redup sinar merah ini!" An Tianzuo berkata sembari menutup matanya juga.
Mereka tidak bisa melihat apapun karena sinar itu. Mereka berdua hanya menunggu agar sinar merah itu segera berhenti, sehingga dapat melihat apa yang bersinar itu.
Setelah beberapa menit, sinar merah itu kemudian secara perlahan mulai redup, dan bisa terlihat apa yang menyebabkan sinar merah itu bersinar dengan sangat terang.
Itu adalah sebuah pohon yang mirip dengan pohon kristal yang berada di luar. Pohon itu lebih kecil daripada yang berada di luar, bahkan itu hanya seukuran sekitar 160cm.
Ada satu buah yang berada pada pohon itu. Buah itu sebesar buah apel, bagian luarnya berwarna merah dan bentuknya hampir mirip seperti awan.
Ketimbang mirip apel, buah itu sudah seperti sebuah kristal dengan ukiran awan. Sehingga orang yang tidak tahu bahwa itu adalah buah, maka orang itu pasti akan mengira itu adalah kristal berbentuk awan.
Hal yang menyebabkan sinar merah itu adalah dari buahnya, bahkan sampai sekarang buah itu mengeluarkan sinar meskipun tidak terang seperti sebelumnya.
"Ada sebuah pohon kristal lagi di sini? Apakah ini adalah versi kecilnya, atau ini adalah pohon kristal yang asli? Apalagi ada buah pada pohon kristal itu ... tunggu, apakah itu memang adalah buah?" Li Xue yang melihat buah pada pohon kristal itu tidak percaya bahwa itu adalah buah.
__ADS_1
"Itu sepertinya adalah buah. Lihatlah, itu menyatu dengan tangkainya!" An Tianzuo berkata sembari melihat buah itu.
Mereka berdua menjadi penasaran dan penuh akan tanda tanya pada pikirannya. Mereka hampir tidak bisa membedakan apakah itu adalah buah berbentuk awan, atau itu adalah kristal dengan ukiran awan.