Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi

Sistem Berpura-pura Tingkat Tertinggi
Anggota Klan Xia


__ADS_3

Tiga pelayan datang membawa makanan dan minuman yang dipesan oleh mereka bertiga. Mereka menaruhnya di meja, dan segera pergi.


Wanita bercadar itu masih melihat An Tianzuo. Dia mengira-ngira bahwa An Tianzuo dari keluarga yang berpengaruh.


Chu An dan Chu Liam masih belum makan karena menunggu wanita yang bercadar itu makan duluan.


"Em ... saudara, bolehkah aku mengetahui nama kamu?" Wanita bercadar Tiu mengatakannya sambil wajahnya tersipu.


An Tianzuo masih memakan makanannya dengan santai, dia tidak langsung menjawab pertanyaan wanita itu.


Chu Liam tampak kesal kepada An Tianzuo karena tidak langsung menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh Nonanya, dia ingin langsung melontarkan perkataan yang kasar kepadanya.


Namun, Chu An memelototi Chu Liam sambil memegang lengannya, yang seakan mengatakan 'Jangan melakukannya!', dia juga kesal kepada An Tianzuo, tetapi karena takut menyinggungnya, dia hanya bisa diam.


An Tianzuo mengunyah makanan yang ada di mulutnya dengan pelan, dan setelahnya menelannya. Dia kemudian berkata, "Bukankah tidak sopan menanyakan nama orang lain, sebelum mengatakan nama sendiri?"


Dia mengatakannya tanpa melihat kepada wanita bercadar itu, tetapi dia mengatakannya sambil mengambil makanannya dengan menggunakan sumpitnya.


Wanita bercadar itu kemudian berdiri dan melakukan salam soja.


"Maaf, aku bertanya dengan tidak sopan. Namaku Chu Mengyao, aku tidak bisa mengatakan dari mana aku berasal. Jadi saudara, siapa nama kamu?" Chu Mengyao bertanya dengan sopan sambil tersenyum kepada An Tianzuo, tentu saja itu tidak terlihat kalau dia tersenyum karena memakai cadar.


An Tianzuo juga berdiri dan melakukan salam soja juga.


"Namaku An Tianzuo, sama seperti dirimu, aku tidak bisa mengatakan dari mana aku berasal," kata An Tianzuo sambil melirik kepada dua wanita didepannya.


Melihat Chu Mengyao dan An Tianzuo saling memberikan salam, Chu An dan Chu Liam juga melakukan hal yang sama sambil mengatakan namanya masing-masing.


Setelah saling berkenalan, mereka kemudian duduk kembali untuk menyantap makanannya.


"Mereka berdua adalah Bibiku, kemanapun aku pergi, mereka selalu bersamaku. Maaf jika kamu merasa tidak nyaman."


"Saudara An Tianzuo, kenapa kamu berada di kota ini? Apakah mungkin kamu berkeinginan bergabung dengan Klan?" tanya Chu Mengyao.


"Aku datang ke kota ini hanya untuk tinggal sementara, dan jangan panggil aku Saudara, panggil saja dengan namaku," kata An Tianzuo.

__ADS_1


"Ah, maaf." Chu Mengyao terlihat malu-malu kucing.


Chu An dan Chu Liam saling menatap satu sama lain, karena mereka tidak pernah melihat Chu Mengyao seperti ini.


Mereka berdua adalah pelayan Chu Mengyao. Sejak dari kecil mereka selalu menjaga, merawat, dan melindungi Chu Mengyao.


Kesetiaan mereka tidak perlu diragukan, karena mereka tidak akan segan untuk mengorbankan nyawanya sendiri untuk melindungi Chu Mengyao.


Mereka telah bersama Chu Mengyao sejak masih kecil, sehingga Chu Mengyao telah menganggap mereka berdua seperti bibinya.


Karena itu mereka terkejut dengan sikapnya, karena Ini adalah pertama kalinya mereka berdua melihat sikap Chu Mengyao.


Telah banyak pria yang mendekati Chu Mengyao, meskipun mereka tidak pernah sekalipun melihat wajah Chu Mengyao. Para pria yang mendekati Chu Mengyao tidak lain adalah untuk menggodanya, karena bagi mereka Chu Mengyao pasti sangat cantik dibalik cadarnya.


Namun, mereka semua berakhir dikecewakan oleh Chu Mengyao, karena dia tidak tertarik sama sekali.


"An Tianzuo. Aku ingin bertanya, apakah saat itu adalah kamu yang melihat kami di Hutan Yangzhu?" tanya Chu An.


Meskipun Chu An yakin kalau yang dia lihat di hutan itu adalah An Tianzuo, tetapi dia masih memiliki keraguan dihatinya. Karena itu dia bertanya untuk menghilangkan keraguannya.


"Itu benar. Aku hanya melihat dari jauh, dan tidak melakukan apapun. Ada apa? Apakah aku menggangu kalian?" An Tianzuo berkata dengan tenang, sambil mengambil makanan di hidangannya menggunakan sumpit.


Chu Liam terkejut mendengar apa yang dikatakan Chu An dan An Tianzuo. Dia tidak percaya orang yang menunggangi binatang buas serigala perak yang dilihat oleh Chu An adalah orang yang berada dihadapannya.


Chu Mengyao juga terkejut karena tidak menyangka bahwa An Tianzuo juga ada di Hutan Yangzhu. Meskipun Chu Mengyao tidak melihatnya, tetapi seharusnya Bibinya mengatakan kalau dia melihat An Tianzuo di hutan.


Meskipun wajah Chu Mengyao tertutup cadar, bisa dilihat kalau dia sedang cemberut.


"No-nona, Anda jangan marah. Saya hanya melihat An Tianzuo sekilas karena dia langsung pergi, dan saya tidak ingin membuat Anda khawatir. Lagi pula Anda tidak begitu tertarik kepada seorang pria, 'kan?"


"Ba-bagaimana mungkin aku tidak tertarik pada seorang pria! A-apakah kamu mengatakan aku menyukai sesama jenis?" Chu Mengyao mengatakannya dengan wajah memerah karena dia dianggap menyukai sesama jenis.


"Nona jangan salah paham lagi. Saya hanya mengatakan Anda tidak tertarik pada pria, bukan berarti Anda menyukai wanita." Chu Mengyao menjadi sedikit panik.


"I-itu, kamu baru saja mengatakan aku menyukai wanita!" Wajah Chu Mengyao menjadi semakin merah karena malu.

__ADS_1


Meskipun Chu Mengyao malu karena dianggap wanita, tetapi yang paling membuat dia malu adalah An Tianzuo. Dia tidak ingin akan dianggap wanita yang aneh oleh An Tianzuo.


Pfft!


An Tianzuo yang mendengarnya tidak bisa menahan tawanya, sehingga keluar dari mulutnya dan membuat Chu Mengyao menjadi semakin malu. Chu Mengyao bahkan sampai menundukkan kepalanya karena tidak kuat menahan rasa malu ini.


Plak!


Suara tamparan terdengar dari pintu masuk penginapan. Terlihat disana ada tiga orang, dua wanita dan satu pria yang memegang pedang pada tangannya.


Tamparan itu diberikan kepada pelayan wanita yang kemarin melayani An Tianzuo. Tamparannya meninggalkan membekas pada pipi kanannya.


"Dasar pelayan rendahan! Kamu mengusirku karena sudah kehabisan tempat disini. Seharusnya kamu bersyukur tempat bau ini didatangi olehku, bukannya menyambutku tetapi malah mengusirku!"


"Saudaraku benar. Kamu seharusnya mengosongkan tempat untuk kami, bukannya malah mengusir kami!"


"Apa yang dikatakan kedua saudaraku itu benar."


Mereka bertiga berkata sambil merendahkan pelayan dan penginapan ini. Mereka adalah salah satu anggota Klan Xia.


Klan Xia sudah memiliki banyak rumor, diantaranya adalah betapa arogannya mereka, seakan-akan berada di atas, dan yang lain berada dibawah.


Tidak sedikit orang mengatakan kalau klan ini adalah klan yang paling arogan dari ketiga klan lainnya. Orang-orang mulai tidak nyaman dengan keberadaan klan ini, sehingga orang mulai berharap agar Klan Xia hancur.


"Lagi-lagi Klan Xia, mereka selalu saja menyusahkan. Kemanapun mereka pergi, pasti akan membuat masalah."


"Kecilkan suaramu, apakah kamu ingin mereka mendengarmu? Jika kamu bermasalah dengan mereka, kamu sama saja mencari masalah dengan Klan Xia."


Orang-orang ingin melawan dan membunuh mereka, tetapi tidak ada yang berani untuk melakukannya. Orang-orang bukan takut kepada mereka bertiga, tetapi takut kepada Klan yang berada dibelakangnya.


Orang yang berada di penginapan itu tidak berani untuk melihat mereka, karena takut menyinggungnya.


An Tianzuo dan mereka bertiga mulai berhenti tertawa karena tiba-tiba suasana menjadi menegangkan.


"Kenapa semua orang seperti seekor tikus yang bertemu dengan kucing? Apakah mereka bertiga itu kuat, sehingga mereka tidak menghentikannya?" tanya An Tianzuo yang tidak tahu apapun tentang Klan Xia.

__ADS_1


__ADS_2