
Tidak hanya pohon dan buah itu yang berada di sana, tetapi masih ada banyak lagi. Diantaranya adalah, koin emas yang menumpuk seperti gunung, pedang yang berserakan dimana-mana, bahkan pil dan herbal juga ada.
Itu sudah seperti tempat harta karun, ketimbang tempat yang menyeramkan atau berbahaya. Jika orang lain yang melihat semua harta itu, maka orang itu pasti akan bergegas mengambil semuanya untuk memasukkannya ke cincin penyimpanannya.
"Huwaa! Banyak sekali harta disini. Semua harta ini bisa-bisa dapat membeli sebuah kota sekalipun! Bagaimana aku harus menghabiskannya ya ... eh, aku 'kan sudah berjanji untuk hanya melihat-lihat saja, dan tidak akan mengambil satu harta pun ...."
"Biarlah, meskipun aku tidak mendapatkan satu harta pun, tetapi melihat hal ini saja sudah membuatku sangat puas."
Mata Li Xue berkilau melihat semua harta itu. Dia sebelumnya tidak melihatnya karena terlalu fokus untuk melihat hal yang menyebabkan silau, sehingga tidak memperhatikan apa yang berada didekatnya.
An Tianzuo tertegun melihat semua harta itu, dia tidak pernah melihat harta sebanyak ini selama dia hidup. Bahkan harta itu tidak bisa dibandingkan dengan harta yang dia dapatkan dari Klan Xia yang telah dihancurkan.
Meskipun harta itu semua sangatlah banyak, tetapi itu tidak membuat An Tianzuo tertarik. Dia hanya tertarik dengan pohon dan buah itu yang tepat berada ditengah-tengah dari tumpukan harta itu.
"Uang? Aku sudah memilikinya, itu sudah cukup untuk membeli apapun. Senjata? Aku memiliki senjata tingkat empat yang dimana itu adalah senjata yang kuat daripada senjata yang ada disini. Teknik? Aku sudah memiliki teknik yang jauh lebih kuat, bahkan jika ingin mendapatkan teknik lagi, aku tinggal membelinya di Toko Sistem. Pil? Herbal? Itu semua juga ada di Toko Sistem. Tidak ada yang membuatku tertarik kecuali pohon kristal itu!" An Tianzuo berbicara kepada dirinya sendiri.
Li Xue tidak mendengar apa yang dikatakan oleh An Tianzuo karena dia terlalu sibuk melihat-lihat harta itu. Memang begitulah seorang wanita, dia tidak akan memperdulikan apapun jika sudah melihat harta.
An Tianzuo berjalan ke arah pohon kristal versi kecil itu. Dia menatapnya dengan tajam, sembari mengira apakah itu memang buah atau itu hanyalah kristal saja.
__ADS_1
Dia juga berkeliling disekitar pohon kristal itu sembari melihat-lihat. An Tianzuo tidak menyangka bahwa akan ada sebuah pohon yang hidup di sini.
Dunia kultivator benar-benar sangat aneh dan berbeda dengan bumi, sehingga An Tianzuo tidak bisa berkata-kata karena betapa anehnya dunia ini.
Apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin di dunia kultivator ini. Karena itu dunia kultivator tidak dapat dijelaskan dengan sebuah kata-kata.
"Sistem, apakah kamu tahu apa ini?" An Tianzuo bertanya kepada sistem, sembari dengan melihat buah itu dengan sangat dekat.
[Itu adalah buah dari pohon kristal. Buah tersebut sangatlah langka yang hanya hidup seratus ribu tahun sekali. Sehingga buah tersebut akan sangat diminati bagi orang yang mengetahui tentangnya.]
"Jadi ini benar-benar adalah buah? Sistem, seberapa berkhasiatnya buah ini?" An Tianzuo bertanya karena penasaran dengan buah itu.
An Tianzuo ingin mengetahui apa yang akan didapatkan jika memakan atau mengonsumsi buah itu. Dia juga takut jika saat memakan atau mengonsumsinya akan terjadi sesuatu yang akan membuatnya menderita. Sehingga An Tianzuo bertanya agar yakin pada saat memakan buah itu.
[Akan tetapi, sistem menyarankan agar Tuan mengonsumsinya pada saat Tuan berada di ranah Leluhur Bela Diri untuk menerobos ke ranah Bela Diri Surgawi. Karena ini adalah buah yang paling dicari-cari oleh seorang kultivator ranah Leluhur Bela Diri demi menerobos tingkatan.]
"Buah ini memiliki khasiat yang luar biasa! Apakah aku benar-benar adalah seorang putra keberuntungan, sehingga menemukan buah ini?" An Tianzuo tidak percaya bahwa dia akan mendapatkan sebuah harta yang tak ternilai harganya, sehingga itu membuatnya terkejut tidak percaya.
[Tuan memiliki keberuntungan yang luar biasa sehingga dapat menemukan buah itu. Karena untuk menemukan buah itu benar-benar membutuhkan keberuntungan yang luar biasa.]
__ADS_1
"Sepertinya buah ini memiliki sejarah yang luar biasa. Sistem, sepertinya kamu mengetahui tentang sejarah dari buah ini, 'kan?"
[Saya akan menceritakan tentang buah itu kepada Tuan, agar Anda dapat mengetahui asal usulnya.]
Sistem kemudian bercerita tentang buah itu kepada An Tianzuo ....
Buah Awan Kristal, itu adalah sebutannya bagi orang-orang di Benua Tengah. Buah yang paling dicari-cari, paling diinginkan, paling berharga dan yang paling dibutuhkan.
Bukan karena bentuk yang cantik dari Buah Awan Kristal itu yang menjadikannya berharga, tetapi karena khasiat yang dimilikinya lah yang membuat para kultivator menjadi saling membunuh demi mendapatkan Buah Awan Kristal itu.
Pada suatu ketika, pernah ada sebuah Pohon Kristal yang muncul di tengah hutan di Benua Tengah. Awalnya tidak ada yang mengetahui apa pohon itu, karena dia berkamuflase menjadi pohon hitam tanpa daun, sehingga para kultivator yang melihatnya tidak tertarik karena menganggap bahwa itu hanyalah pohon biasa yang menjadi hangus karena terbakar.
Tiba-tiba didekat pohon itu, terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat karena memiliki dendam satu sama lain. Itu menewaskan banyak nyawa sehingga di dekat pohon kristal itu menjadi lautan darah, dan mayat berserakan dimana-mana seperti ratusan semut yang mati.
Darah itu ada yang terjatuh pada pohonnya sehingga itu membuat pohonnya mengalami perubahan, yang dimana sebuah cahaya berwarna merah menjulang tinggi ke atas langit. Kultivator yang awalnya bertarung, berhenti melakukannya untuk melihat apa yang telah terjadi.
Beberapa orang yang melihatnya menjadi tertarik dengan cahaya itu. Dari yang muda, tua, kuat, lemah, semuanya pergi ke arah cahaya merah itu karena beberapa dari mereka penasaran dan mengira bahwa harta yang luar biasa telah muncul.
Para kultivator berdiri diam sembari memperhatikan perubahan pada pohon itu. Sehingga suasananya menjadi sepi tetapi menegangkan karena apa yang akan terjadi sesaat setelah pohon itu selesai mengalami perubahannya.
__ADS_1
Suasana sepi itu kemudian menjadi pecah karena ada seseorang yang mengetahui tentang pohon itu. Orang yang mengetahui itu bukannya berbisik untuk memberitahukan kepada temannya, tetapi malah berbicara dengan nada tinggi sehingga beberapa orang didekatnya menjadi mengetahui tentang pohon itu.
Orang-orang yang sebelumnya diam, kemudian menjadi saling membunuh satu sama lain. Bahkan kultivator yang sangat jauh yang tidak tahu apa yang terjadi menjadi ikut bertarung sehingga hutan itu menjadi penuh dengan tumpukan mayat lagi seperti sebelumnya, bahkan lebih parah lagi.