
Seharusnya Li Xue bersyukur karena An Tianzuo telah membawanya masuk. Bukannya bersyukur, tetapi dia malah melewati batas sehingga An Tianzuo menjadi sedikit marah kepadanya.
Apakah aku telah membuatnya marah? Apakah aku telah menyinggungnya? Li Xue menjadi bertanya-tanya dalam pikirannya, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan agar An Tianzuo tidak marah kepadanya.
Celah pada perisai gelembung itu kemudian tertutup sepenuhnya. Itu sudah seperti sebelum di buka oleh An Tianzuo yang tertutup rapat tanpa celah sedikitpun.
Sebelum celahnya tertutup, beberapa kultivator mencoba untuk memasukinya, tetapi berakhir terlambat karena celah itu tertutup dengan sangat cepat. Beberapa orang yang telah dekat, tidak dapat berhenti sehingga menabrak perisai gelembungnya dan berakhir terpental.
An Tianzuo kemudian berbalik dan pergi untuk masuk ke dalam pohon kristal itu. Dia pergi tanpa mengajak Li Xue, tetapi bukan berarti tidak mengizinkannya untuk masuk kedalam. An Tianzuo hanya tidak mengajaknya dan membiarkannya masuk kedalam sendiri atau mengikuti dirinya.
Li Xue yang melihat An Tianzuo berjalan untuk masuk ke dalam pohon kristal, dia terlebih dahulu meminta maaf kepada temannya karena tidak dapat mengajaknya masuk juga. Namun, temannya itu tidak mempermasalahkan hal itu, karena sudah mengira bahwa tidak akan mungkin untuk di ajak masuk juga.
Temannya Li Xue hanya berdiri di luar perisai sembari berharap agar Li Xue tidak terjadi sesuatu pada saat di dalam pohon kristal itu. Mereka akan tetap menunggu sampai Li Xue keluar dari pohon kristal itu.
"Tu-tunggu aku." Li Xue berkata sembari berjalan mengejar An Tianzuo untuk mengikutinya.
Li Xue ingin mengikuti An Tianzuo karena dia kuat sehingga akan lebih aman bersamanya. Entah apa yang membuat Li Xue begitu percaya padanya, sehingga dia ingin bersama dan mengikutinya.
Apakah mungkin karena Li Xue tidak tahu mana yang baik dan mana yang jahat sehingga dia memilih mengikutinya? Atau karena Li Xue merasakan bahwa An Tianzuo tidak berbahaya? Yang manapun yang benar, Li Xue tetaplah mengikuti An Tianzuo, karena dia telah berjanji untuk hanya melihat-lihat saja apa yang ada di dalam pohon kristal itu.
An Tianzuo dan Li Xue kemudian memasuki pohon kristal melalui pintu yang sebelumnya telah terbuka. Di dalamnya sangatlah gelap sehingga tidak terlihat sama sekali apa yang berada di depan atau di sampingnya.
__ADS_1
"Disini benar-benar sangat gelap, aku bahkan tidak tahu apa yang berada di depan. Kamu, apakah kamu bisa melihat apa yang berada didepan?" Li Xue bertanya kepada An Tianzuo, dia mengira bahwa An Tianzuo bisa melihat dengan jelas di kegelapan.
"Tidak, apakah kamu mengira bahwa aku bisa melihat di kegelapan? Apa kamu kira aku memiliki mata cahaya atau semacamnya?" An Tianzuo berkata sembari berjalan secara perlahan di kegelapan itu.
"Aku kira kamu memiliki semacam teknik yang bisa melihat di sebuah kegelapan. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Li Xue berkata sembari mengikuti An Tianzuo dari dekat karena takut tersesat.
Setelah beberapa langkah, tiba-tiba sebuah obor menyela di tembok. Api dari obor itu berwarna merah seperti warna dari pohon kristal sebelumnya.
Obor itu sejajar satu sama lain, dari kiri dan kanan. Karena obor itu, sekarang bisa terlihat dengan jelas apa yang berada di dalam pohon kristal ini.
Tembok, lantai, semuanya berwarna hitam seperti pohon kristal, dan itu lurus ke depan, tetapi masih tidak terlihat apa yang berada di depan karena masih gelap seperti sebelumnya.
"Obor ini tiba-tiba menyala, apakah mungkin ada hantu yang menghidupkannya?" Li Xue sedikit takut karena obor itu tiba-tiba menyala dengan sendirinya.
Li Xue menjadi cemberut karena An Tianzuo menghiraukannya, dia kemudian berkata, "Dasar, apakah dia tidak takut pada hantu sehingga menghiraukan ucapanku? Menyebalkan sekali."
"Apakah kamu mengatakan sesuatu?" An Tianzuo bertanya kepada Li Xue karena dia seperti mendengar sebuah ucapan.
Li Xue berkata dengan suara kecil seperti tampak berbisik karena ucapannya tidak ingin terdengar oleh An Tianzuo. Sehingga itu membuat An Tianzuo tidak mendengar apa yang dikatakan olehnya.
"Ti-tidak, aku tidak mengatakan apapun kok." Mata Li Xue melirik ke kiri yang menandakan bahwa dia berbohong.
__ADS_1
Setelah beberapa langkah ke depan yang dimana itu sangatlah gelap, tiba-tiba obor menyala lagi di temboknya. Setiap melangkah ke arah kegelapan, obor tiba-tiba selalu menyala. Sehingga itu akan otomatis menyala setiap melangkah ke kegelapan.
Setelah lama berjalan dan mengikuti jalan yang lurus, tiba-tiba sebuah pintu terlihat di depan, yang dimana di samping kiri dan kanannya sebuah obor menyala. Ada ukiran-ukiran kuno yang ada pada pintunya, sehingga itu menjadikannya tampak mewah dan misterius.
Pintu itu terbuat dari kristal berwarna merah dan ada gagangnya di pintu itu. Tidak ada lubang kunci pada pintunya, dan hanya ada gagangnya saja sehingga tampak dengan mendorong atau menariknya saja akan terbuka.
"Akhirnya kita menemukan sesuatu yang lain, karena dari tadi kita hanya melihat tembok dan obor yang menyala sendiri." Li Xue berkata sembari melihat pintu itu.
"Kamu benar, aku bahkan hampir bosan karena terus-menerus berjalan." An Tianzuo berkata sembari menghela nafasnya.
Mereka berdua telah berada di depan pintu kristal itu. An Tianzuo kemudian memegang gagang pintunya untuk segera membukanya karena dia sudah tidak sabar untuk melihat apa yang berada di balik pintu itu.
Akan tetapi, pintu itu tidak bisa dibuka, entah seberapa kuat pun An Tianzuo mendorong atau menariknya, pintu itu tetaplah tertutup rapat.
An Tianzuo sudah menduga bahwa hal seperti ini akan terjadi, karena sebelumnya dia sudah pernah mengalaminya, pada saat memukul pohon kristal ini.
"Ada apa? Apakah pintu ini tidak bisa dibuka?" Li Xue bertanya kepada An Tianzuo karena dia melihatnya seperti tidak bisa membuka pintu itu.
"Benar," jawab An Tianzuo dengan singkat.
Li Xue mencoba untuk membuka pintu itu juga, namun itu juga sama seperti An Tianzuo yang dimana juga tidak bisa membukanya. Dia mencari disekitar yang mengira bahwa mungkin akan ada semacam 'Tombol' untuk membukanya, tetapi berakhir tidak menemukannya karena itu tidak ada sama sekali.
__ADS_1
An Tianzuo yang melihat Li Xue berusaha mencari petunjuk untuk membuka pintunya, dia kemudian bertanya kepada sistem. Dia lebih baik mengandalkan sistem daripada mencari kesana kemari yang akan memakan waktu lama.
Karena jika bertanya kepada sistem akan lebih pasti, daripada mencari sendiri yang akan berakhir tidak akan menemukan apapun.