
Setelah sistem selesai mengambil Pohon Kristal berserta buahnya, An Tianzuo kemudian berkata, "Sistem apakah tidak ada sumber daya yang dapat aku konsumsi untuk menerobos ranah? Kamu sebelumnya berkata kalau ada sumber daya yang dapat membuatku menerobos ranah dengan kekuatan yang lebih besar. Seharusnya itu bukan Buah Awan Kristal itu, 'kan?"
[Tuan bisa mencari sumber daya yang lain di tempat ini karena masih ada beberapa yang Anda bisa konsumsi demi meningkatkan kekuatan atau ranah.]
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sistem, An Tianzuo kemudian berjalan untuk mencari sumber daya yang bisa membantunya menerobos ranah dengan kekuatan yang lebih kuat.
Li Xue yang melihat An Tianzuo berjalan, dia kemudian menghampirinya agar dirinya tidak disangka mengambil harta itu. Dia juga melirik ketempat dimana buah yang menyilaukan itu berada, tetapi tidak menemukannya, malahan itu menghilang seperti tidak pernah ada. Li Xue tidak bertanya kepada An Tianzuo kenapa buah itu menghilang, malahan dia berpura-pura seperti tidak pernah melihat ada pohon dan buah disana.
Dalam perjalanannya, An Tianzuo juga mengambil koin emas, senjata, pil, dan teknik yang tergeletak di tanah yang dimana itu seperti benda sampah. An Tianzuo memasukannya kedalam penyimpanan sistemnya, semuanya hampir tersapu bersih tanpa meninggalkan satu pun harta.
Sekarang hanya tinggal herbal yang masih belum An Tianzuo ambil. Herbalnya ada beberapa di atas dan beberapa dibawah, tidak tahu mengapa herbalnya bisa hidup diatas kristal hitam bukannya di tanah.
Herbalnya tumbuh diatas kristal hitam seperti warna Pohon Kristal yang berada di luar. Herbal itu bersinar terang tetapi tidak seterang Buah Awan Kristal, itu seperti sebuah lampu yang sudah hampir redup.
An Tianzuo harus mengambilnya terlebih dahulu sebelum disimpan ke penyimpanannya. Herbalnya bermacam-macam, ada yang berwarna merah, hitam, ungu dan lainnya.
"Bisakah kamu menjual Herbal ini kepadaku? Tidak, bisakah kamu melelangnya di Paviliun Merpati Putih? Itu pasti akan ditawar dengan harga yang fantastis," kata Li Xue.
Ada salah satu herbal yang diambil oleh An Tianzuo, yang bahkan itu membuat Li Xue menjadi menginginkannya sehingga dia meminta kepada An Tianzuo untuk menjualnya kepadanya. Itu adalah Herbal Teratai Pelangi, yang dimana khasiatnya adalah dapat menyembuhkan berbagai bekas luka, bahkan khasiatnya sampai bisa memulihkan bagian tubuh yang terpotong kembali seperti semula.
Herbal itu sangatlah dicari-cari, bahkan bagi Paviliun Merpati Putih sekalipun, sehingga Li Xue meminta kepada An Tianzuo untuk menjualnya kepadanya. Banyak yang telah mencarinya tetapi tidak dapat menemukannya karena Herbal Teratai Pelangi sangatlah langka.
__ADS_1
"Aku tidak ingin menjual atau melelang herbal ini, karena ini mungkin akan dibutuhkan olehku," kata An Tianzuo.
An Tianzuo tidak menjualnya karena Herbal Teratai Pelangi mungkin akan dibutuhkan dimasa depan nanti. Lagi pula, An Tianzuo memiliki banyak uang sehingga dia masih belum membutuhkan uang tambahan lagi.
Meskipun sudah memiliki banyak harta, An Tianzuo juga memberikan beberapa harta itu kepada Li Xue. Meskipun Li Xue tidak melakukan apapun, tetapi dia menemani An Tianzuo dan bahkan sebelumnya dia mencari cara untuk membuka pintu untuk memasuki tempat harta itu.
Karena itu dia memberikan beberapa harta kepada Li Xue, diantaranya adalah koin emas, senjata tingkat dua dan tiga, pil tingkat dua dan tiga, dan beberapa herbal yang telah An Tianzuo ambil.
"Ha-harta ini banyak sekali, aku tidak bisa menerimanya. Lagipula aku juga sudah berjanji untuk tidak mengambil satu pun harta. Jadi kamu tidak perlu memberikannya kepadaku." Li Xue menolak pemberian An Tianzuo karena sebelumnya dia telah berjanji kepadanya. Dan juga, dia merasa tidak enak karena tiba-tiba diberikan sebuah harta yang banyak, yang dimana dia hanya mengikuti An Tianzuo tanpa melakukan apapun.
"Sudah, ambil saja. Aku memberikannya kepadamu dengan sangat ikhlas," kata An Tianzuo.
Mereka berdua kemudian pergi keluar karena telah mengambil semua harta yang berada di dalam sana tanpa meninggalkan satupun. Mereka berdua juga beberapa kali mencari yang mungkin ada tempat seperti itu lagi, tetapi berakhir tidak menemukannya karena hanya ada satu tempat di sana.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka berdua kemudian pergi keluar dari pohon kristal itu. Setelah sampai di luar, An Tianzuo melihat bahwa masih ada beberapa kultivator yang memaksa untuk menembus perisai gelembung itu.
"Aku kagum dengan usaha kalian, yang dimana masih ingin untuk masuk ke sini. Namun, usaha itu hanyalah sia-sia, karena tidak ada cara untuk menembus perisai ini kecuali dari dalam sini." An Tianzuo berkata dengan nada kecil agar tidak terdengar oleh Li Xue.
Beberapa kultivator kemudian melihat An Tianzuo dan Li Xue yang telah keluar, sehingga mereka memperhatikannya. Bahkan ada yang mengeluarkan aura membunuh yang dimana ingin merebut apa yang didapatkan oleh An Tianzuo.
Ada banyak kultivator yang menunggu di luar perisai gelembung, diantaranya adalah teman Li Xue yang masih setia menunggunya. Mereka menunggu dengan satu tujuan, yaitu masuk ke dalam setelah perisai gelembung itu hilang, atau merebut apa yang An Tianzuo dapatkan di dalam sana.
__ADS_1
Meskipun sebelumnya An Tianzuo sudah menunjukkan kekuatannya yang sangat kuat, tetapi mereka masih bersikeras untuk merebut harta yang didapat olehnya. Mereka tidak ingin penantiannya terbuang sia-sia, sehingga memberanikan diri untuk merebutnya.
"Orang bertopeng itu pasti telah mengambil harta terpenting yang berada di dalam sana. Kita harus merebutnya apapun yang terjadi!"
"Itu benar, kita harus merebutnya. Meskipun dia sangatlah kuat, tetapi untuk melawan banyak kultivator, pasti juga akan kewalahan. Sehingga itu akan menjadi kesempatan bagi kita untuk merebutnya!"
"Kita harus merebutnya sebelum direbut oleh orang lain. Apapun caranya, kita harus melakukannya!"
Beberapa orang mulai saling berbicara satu sama lain dengan teman atau sekutunya untuk merebut harta yang telah An Tianzuo dapatkan di dalam pohon kristal itu.
Mereka bahkan akan rela mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan harta yang An Tianzuo dapatkan. Padahal mereka tidak tahu harta apa yang telah didapatkannya.
Ada beberapa yang berpikiran untuk tidak merebutnya dan memilih mencarinya di dalam pohon kristal, ada juga yang berpikiran untuk merebutnya. Sehingga para kultivator yang berada di luar perisai gelembung semuanya tidak akan melawan An Tianzuo, meskipun telah menang jumlah.
Mereka yang tidak ingin merebutnya dari An Tianzuo karena tidak ingin menyia-nyiakan nyawanya. Mereka tahu bahwa An Tianzuo sangatlah kuat, sehingga dengan menang jumlah saja tidak akan cukup untuk merebut hartanya.
Karena telah mengambil semua harta yang berada di dalam Pohon Kristal, dan kemudian keluar, tiba-tiba perisai gelembung menjadi semakin pudar dan perlahan menghilang.
Sehingga orang-orang menjadi senang sekaligus bersemangat untuk merebutnya dari An Tianzuo atau mengambil harta yang berada di dalam sana.
Mereka berbondong-bondong melesat dengan sangat cepat menuju An Tianzuo dengan aura membunuh yang memancar dari mereka masing-masing.
__ADS_1