
Ranah mereka berada di ranah Raja Bela Diri lapisan pertama hingga ketiga, ada juga yang ranahnya setara atau dibawahnya An Tianzuo.
An Tianzuo tidak pernah membuat masalah dengan mereka sehingga itu membuatnya keheranan. Bahkan dia juga tidak mengenal satu pun dari mereka yang mencegatnya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian mencegat aku yang sedang ingin pergi?" An Tianzuo berkata dengan tegas saat melihat mereka yang mencegatnya.
"Berikan apa yang kamu dapatkan di dalam sana, termasuk juga harta sesungguhnya dari Situs Makam Kuno itu!" Seorang pria tua itu berkata yang matanya melihat An Tianzuo seperti seekor semut.
'Apakah ada orang yang mengatakannya kalau aku mendapatkan harta sesungguhnya dari Situs Makam Kuno? Sepertinya keberuntunganku berakhir disini. Disaat ada keberuntungan, maka akan ada pula kesialan.' An Tianzuo berkata dalam pikirannya dengan kesal.
"Aku tidak akan memberikannya karena ini adalah milikku, dan juga akulah yang mendapatkannya. Kamu tidak memiliki hak untuk mengambilnya dariku!" An Tianzuo menatap tajam kepada pria tua itu.
'Sistem, kultivator yang sedang menghadangku berada di ranah apa?' tanya An Tianzuo kepada sistem.
[Ada beberapa kultivator yang ranahnya lebih tinggi dari Anda. Diantaranya adalah kultivator ranah Raja Bela Diri lapisan pertama dan ketiga. Pria tua yang tengah berbicara dengan Anda ranahnya berada di Raja Bela Diri lapisan ketiga, dia adalah kultivator terkuat di sini.]
[Ada juga beberapa yang ranahnya setara atau dibawah Anda, tetapi mereka itu tidak pantas untuk di waspadai. Anda hanya perlu waspada terhadap seorang kultivator yang ranahnya di atas Anda!]
Karena apa yang dikatakan oleh sistem, An Tianzuo sekarang mengetahui bahwa pria yang meminta hartanya itu adalah seorang yang sangat kuat.
Mau tidak mau, An Tianzuo harus melawannya jika pria tua itu ingin bertarung dengannya untuk merebut hartanya. Lagipula An Tianzuo bukanlah seorang pengecut, dia rela bertarung dengan orang yang kuat hanya karena sesuatu yang dia miliki tidak ingin direbut.
"Bagus, bagus. Sepertinya kamu tidak sadar akan posisimu. Jika kamu tidak berniat untuk menyerahkannya, maka aku akan mengambilnya secara paksa." Pria tua itu langsung melesat ke arah An Tianzuo yang berada di bawah.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama dan tidak ingin buang-buang waktu, pria tua itu melesat dengan sangat cepat sehingga angin di tempat dia berdiri sebelumnya menjadi berhembus dengan sangat kencang.
An Tianzuo yang melihat pria tua itu tengah datang kepadanya, dia mengambil senjata Pedang Besi Hitam di penyimpanannya. Dia memegangnya pada kedua tangannya sembari bersiap untuk melawan pria tua yang datang kepadanya.
"Huh? Kamu memiliki senjata yang bagus! Itu tidak berguna untukmu, maka dari itu seharusnya kamu memberikannya kepadaku!" Pria tua itu melihat senjata An Tianzuo, sehingga dia menjadi tertarik dengannya dan ingin merebutnya.
Pria tua itu mengeluarkan sebuah belati dan melemparkannya ke An Tianzuo. Belati itu sangatlah cepat, bahkan lebih cepat dari kedipan mata sehingga belatinya menggores bahu An Tianzuo.
An Tianzuo menyadari belati itu sehingga dia dapat menghindarinya, tetapi karena sangatlah cepat dan dia telat menyadarinya, sehingga itu membuat An Tianzuo terluka. Itu bukan luka serius, tetapi hanya luka seperti sayatan sehingga tidak membuat An Tianzuo merengek kesakitan.
Belati kembali melesat kepada An Tianzuo. Kali ini bukan satu, tetapi ada sekitar lima belati yang dilempar oleh pria tua itu.
Syaaat!
Perbedaan kekuatan lah yang menjadikan An Tianzuo kesusahan untuk menyerang balik. Saat dia akan menyerang, pria tua itu kembali melemparkan belatinya, sehingga membuat An Tianzuo tidak dapat mendaratkan serangan kepada pria tua itu.
"Ugh! Apakah karena perbedaan ranah sehingga aku tidak dapat menyerang balik? Apakah memang perbedaannya sangatlah besar?" An Tianzuo berkata sambil menangkis dan menghindari serangan dari pria tua itu.
Pria tua itu tidak ingin bertarung secara jarak dekat karena dia masih ingin bermain dengan An Tianzuo. Dia menjadi semakin bersemangat karena orang didepannya itu berhasil menghindari serangannya meskipun ranahnya berbeda jauh.
Sembari melemparkan belatinya, dia menyeringai dan tertawa kegirangan sehingga tampak seperti seseorang yang menikmati pertarungan itu.
"Hahaha! Luar biasa, kamu sangatlah luar biasa. Kamu memang pantas mendapatkan harta sesungguhnya dari Situs Makam Kuno ini. Aku mengagumimu kekuatanmu, hahaha!" Pria tua itu berkata dengan penuh semangat.
__ADS_1
An Tianzuo secara terus menerus menangkis dan menghindarinya. Dia telah banyak menerima luka karena belati yang terus menerus dilempar tanpa henti.
'Apakah memang tidak ada celah untuk menyerang balik? Apakah memang sebatas inilah kekuatanku? Atau memang akulah yang sangatlah lemah sehingga tidak dapat menyerang balik?'
'Apakah karena ranah dia yang lebih tinggi dariku? Apakah aku akan dibunuh olehnya disini, bahkan tanpa mengetahui kenapa aku bisa berada di dunia kultivator?'
'Huh? Apa yang aku takutkan? Aku tidak perlu takut, karena aku akan menghapus semua rintangan yang berada di depanku, tidak peduli seberapa kuat musuh, aku akan terus melampauinya. Sampai aku menjadi yang terkuat!'
Semangat An Tianzuo menjadi berkobar seperti sebuah api yang menyala sangat besar. Auranya menjadi lebih kuat daripada sebelumnya, sehingga itu terasa kepada para kultivator didekatnya.
Pria tua itu yang melihat Aura An Tianzuo terasa berbeda, dia menjadi lebih banyak dan lebih cepat lagi melempar belatinya. Bahkan dia melesat ke depan untuk ingin membunuh An Tianzuo dengan cepat.
Insting dia mengatakan kalau tidak boleh membiarkan orang bertopeng di depannya hidup, dan juga tidak boleh berlama-lama bertarung dengannya. Sejak kecil, pria tua itu memiliki insting yang luar biasa, sehingga itu menjadikan dia seperti sekarang ini.
'Aku tidak boleh membiarkan dia hidup. Tidak boleh, tidak boleh!' Pria tua itu melesat sembari melempar belatinya kepada An Tianzuo.
Sekarang, An Tianzuo bisa menghindari dan menangkis belati itu. Tidak ada satupun belatinya yang mengenai An Tianzuo, sehingga dia tidak menerima luka apapun dari serangan kali ini.
Sebelumnya An Tianzuo hampir kehabisan Qi dan tenaganya karena terus menerus menangkis dan menghindari serangannya. Namun karena tekadnya, tiba-tiba Qi dan tenaganya kembali pulih bahkan lebih kuat daripada sebelumnya.
[Tuan telah menembus sebuah tembok yang akan membuat Anda terhambat di masa depan nanti. Anda telah mengalami perubahan yang besar sehingga itu membuat kekuatan Anda menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.]
[Selamat, Anda mendapatkan Pil Api Membara tingkat lima, Senjata Pedang Api Bumi bintang lima, Teknik Kobaran Api Matahari tingkat biru (Tinggi) dan 5.000.000 Poin Berpura-pura!]
__ADS_1
An Tianzuo mendapatkan hadiah dari sistem karena pencapaian yang telah dia lakukan. Namun, dia langsung menutup panel pemberitahuan sistem didepannya, karena dia tengah ingin melawan pria tua yang ingin membunuh dirinya.