Skylar Dan Sang Dosen

Skylar Dan Sang Dosen
35


__ADS_3

Alunan musik bergenre jazz menguar lembut di dalam mobil jenis SUV yang kini sedang dikemudikan oleh Papa Lucas dan tentunya dengan Skylar yang juga nampak menikmati lagu berbahasa Mandarin itu sambil bersenandung kecil.


Beruntung jarak restoran tujuan mereka tidak begitu jauh dengan rute jalanan yang juga cukup lengang membuat keduanya tak perlu menghabiskan banyak waktu di jalan.


Setelah kurang lebih sepuluh menit berkendara, mobil yang mereka tumpangi akhirnya masuk ke dalam lapangan parkir restoran mewah di pusat kota yang menjadi tujuan mereka malam ini.


Papa Lucas turun lebih dahulu setelah memastikan mobilnya terparkir dalam posisi yang tepat tak lupa menarik rem tangan sementara Skylar memeriksa ulang penampilannya dengan sebuah cermin kecil dari tasnya sebelum turun.


"Ayo, darl. Teon dan Bundanya pasti sudah menunggu di dalam," panggil Papa Lucas setelah ingat bahwa Teon adalah manusia yang sangat tepat waktu.


"Iya, sebentar!" sahut Skylar sembari memasukkan kembali cermin miliknya sedikit terburu-buru.


Gadis berparas ayu itu lalu turun dari mobil, mengekori sang Papa yang berjalan lebih dulu ke dalam restoran dengan gaya bangunan klasik tersebut.


"Selamat datang, apakah Bapak sudah melakukan reservasi?" tanya pelayan restoran itu santun tatkala Papa Lucas tiba di ambang pintu restoran.


"Ya, calon suami dari anak saya ini yang sudah melakukan reservasi atas nama Teon," balas Papa Lucas sambil melirik Skylar sekilas.


Tentunya kalimat yang berbunyi 'calon suami' sukses membuat pipi putih milik Skylar bersemu merah. Papanya sekarang makin gencar menggodanya seperti itu membuat Skylar kadang jadi malu sendiri dibuatnya.


"Ah, Pak Teon sudah tiba beberapa saat lalu. Kalau begitu mari saya antar ke mejanya."


Papa Lucas mengangguk menanggapi, menggandeng tangan kanan Skylar untuk masuk mengikuti langkahnya menuju meja yang telah di reservasi oleh Teon.


Restoran itu nampak cukup ramai malam ini namun tak begitu sesak membuat mereka masih leluasa bergerak.


"Silakan. makanannya sedang kami buat, mohon menunggu sebentar. terima kasih," tutup sang pelayan setelah mengantarkan Skylar dan Papa Lucas ke meja dimana Teon dan Bunda sudah menunggu.

__ADS_1


"Selamat malam, Pak Lucas. sebuah kehormatan bagi saya untuk menjadi calon besan anda. silakan duduk sekarang kita bisa mengobral santai sambil menunggu makanannya tiba," sapa Bunda dengan tutur yang begitu lembut dibubuhi seulas senyum.


"Selamat malam, Ibu. terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk makan malam kali ini," balas Papa Lucas santun, menuntun putrinya untuk duduk lebih dulu.


"Jadi begini, Papa, Bunda, saya mengatur makan malam ini untuk mengajak Papa dan Bunda berdiskusi tentang rancangan acara pernikahan kami berdua karena kami rasa ini adalah hal yang sangat penting," tutur Teon mulai menjelaskan tujuannya mempertemukan Bunda dan Papa Lucas.


Papa Lucas tersenyum. "saya juga sudah mendengarnya sedikit dari Skylar jadi rasanya kita perlu mengobrol dengan lebih santai saja."


Bunda terkekeh pelan. "Pak Lucas benar, kita harus membicarakannya dengan lebih santai."


Teon dan Skylar tak dapat menahan senyuman lega setelah mendapatkan respon baik dari orang tua mereka. Kedua sejoli itu bertukar pandang sejenak, saling memberi sinyal untuk memulai pembicaraan mereka.


"Lalu, untuk acara resepsi konsep apa yang akan kalian pilih?" tanya Papa Lucas, menatap Skylar dan Teon bergantian.


"Karena di acara lamaran dan akad nikah kami memutuskan untuk memakai konsep tradisional jadi kami memilih untuk menggunakan konsep internasional di acara resepsinya nanti, Pa," jelas Skylar yang diangguki oleh Teon.


Papa Lucas mengusap puncak kepala Skylar lembut. "demi kebahagiaan anakku kenapa aku harus menolaknya? kalian bebas menentukan konsep apa saja yang kalian sukai."


Tepat setelah Teon dan Skylar saling melemparkan senyum, makanan mereka akhirnya tiba membuat mereka memutuskan untuk menikmati makan malam lebih dulu.


Berbagai jenis makanan berat dan ringan sengaja Teon pilih sesuai selera masing-masing --Papa Lucas dengan jajaran Chinese food, Bunda dengan makanan Nusantara sementara Teon dan Skylar memilih untuk menyantap makanan Western kali ini. Ya, selera yang cocok membuat semua orang makan dengan lahap menimbulkan satu lagi rasa puas bagi Skylar dan Teon.


Lagu Night Changes milik boyband asal Inggris, One Direction dinyanyikan secara akustik oleh penyanyi di restoran malam itu membuat Skylar lantas menghentikan makannya yang bahkan sudah hampir selesai itu. Lagu itu merupakan lagu favoritnya yang menyimpan banyak memori, sukses membuat sang gadis tercenung menikmati setiap kata dari lirik lagu itu.


Kini pikiran Skylar seolah ditarik kembali ke masa lalunya saat ia dan Darrel menghabiskan beberapa tahun bersama sebagai pasangan meski berakhir dengan begitu menyakitkan.


"Kamu kenapa?" tanya Teon yang duduk tepat di seberang Skylar, dipandangnya lekat-lekat sang calon istri khawatir kalau-kalau ada hal yang membuatnya sedih.

__ADS_1


Skylar menggeleng cepat, mengumpulkan semua kesadarannya untuk tidak terjebak dalam masa lalunya. "ah, aku tidak apa-apa kok, Mas. ayo dilanjutkan makannya."


Meski menyadari gelagat lain dari Skylar namun Teon memilih untuk tidak memaksa gadis itu untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi agar tidak merusak suasana makan malam yang sudah mereka rancang matang-matang itu.


Ya, Teon bisa menanyakan soal ini nanti saat mereka hanya berdua saja.


"Kamu mau tambah makannya? atau mau saya suapi juga sekalian?" tanya Teon setengah menggoda, berusaha memperbaiki mood Skylar yang dia yakini kini menjadi sedikit memburuk.


"Hush! aku harus menjaga berat badanku agar gaun pengantin dan kebaya yang akan aku pakai di acara kita tidak harus dirombak lagi ukurannya," tukas Skylar, melayangkan tatapan galak pada Teon membuat Papa Lucas mau pun Bunda jadi tertawa geli.


"Teon memang kadang begitu," celetuk Bunda diselingi tawa.


"Kamu tidak perlu diet, makan saja kalau mau makan jangan sampai kamu malah sakit," omel Papa Lucas yang malah menyuapi Skylar dengan dimsum.


"Hahaha ya biar bagaimana pun Papa benar, sayang. kamu harus makan yang dengan teratur dan jangan coba-coba untuk mengurangi porsi makanmu," ujar Teon seraya melakukan tos dengan Papa Lucas.


"Kalian berdua sangat kompak, kalau begitu kita harus lebih kompak dong, Sky," kata Bunda dengan senyum cerahnya. Beliau senang akhirnya Teon menemukan lelaki lain yang dapat mengisi posisi mendiang sang Ayah.


"Kita harus masak bersama lain kali, Bunda!" seru Skylar penuh semangat, mematik tawa Papa Lucas dan Teon.


"Memangnya apa yang bisa kamu masak, sayang? telur goreng atau mie instan?" ledek Teon yang membuat mata Skylar mendelik sebal.


"Bunda akan membuat Skylar menjadi istri yang tak hanya cantik secara fisik namun juga dapat melayani segala kebutuhan kamu dengan baik, Teon Tirdianata. jangan ejek Skylar seperti itu," ujar Bunda penuh tekad membuat tawa Teon seketika lenyap. Oh, dia melupakan fakta bahwa sang Bunda adalah ibu serta istri yang sangat baik sudah tentu beliau bisa mendidik Skylar untuk menjadi sepertinya atau bahkan lebih.


Skylar tersenyum begitu manis, meraih tangan Bunda lalu menciumnya dengan penuh hormat.


"terima kasih, Bunda. mohon bimbingannya."

__ADS_1


__ADS_2