
Lembayung jingga nampak telah menghiasi sang maha luas cakrawala beriringan dengan angin yang berhembus tenang, membuat Skylar menikmati waktu santainya seorang diri di taman belakang rumahnya. Sambil bernyanyi, Skylar sibuk menyirami koleksi tanamannya yang beraneka ragam dengan telaten tanpa melewatkan satu pun.
"Skylar, cepat mandi dan ganti bajumu," titah Papa Lucas dari ambang pintu, masih lengkap dengan setelan tuxedo ekslusif berwarna abu-abu muda membalut tubuhnya.
"Memangnya Papa mau mengajak aku pergi kemana?" tanya Skylar bingung sambil mendudukkan alat penyiram tanaman berbahan besi miliknya di atas meja kayu dekat ayunan.
"Kita tidak akan pergi kemana-mana tetapi Tuan dan Nyonya Hamsworth akan datang kemari untuk memenuhi undangan makan malam dari Papa," jelas Papa Lucas, meregangkan ikatan dasi merah polos yang melingkar di lehernya.
Skylar menyerjapkan kedua kelopak matanya cepat, mirip anak kelinci. "Papa serius? mereka benar-benar akan datang? wah, aku sangat merindukan mommy dan daddy! kalau begitu aku akan mulai bersiap-siap sekarang."
Gadis itu berlarian dengan riang masuk ke dalam rumah sementara Papa Lucas hanya bisa menggeleng tak habis pikir melihat kelakuan sang putri. Walau sudah dewasa, sisi kekanak-kanakan dalam diri Skylar tetap tak pernah lekang oleh waktu beruntung ia tidak sembarang menunjukkan sisi lain dari dirinya itu pada sembarang orang.
"Jangan lari-lari!" peringat Papa Lucas.
Dengan langkah santai namun penuh wibawa khasnya Papa Lucas beringsut masuk ke dalam rumah kemudian memandang figura besar yang terpajang di ruang tengah rumahnya.
"kuharap keputusan yang aku ambil kali ini bisa membuat anak kita semakin bahagia, Karenina."
Kedua manik indah berwarna karamel milik Papa Lucas sibuk menelisik titik demi titik dalam foto di figura besar yang terpampang di depannya, sebuah keluarga kecil yang harmonis terdiri dari dirinya, istrinya dan Skylar kecil yang masih begitu menggemaskan. Papa Lucas menarik kedua sudut bibirnya membentuk seulas senyum samar tatkala serpihan kenangan-kenangan indah nan manis yang pernah ia lalui bersama Karenina sang istri dan Skylar anak mereka kembali berputar secara otomatis bagaikan film, ya, keluarga mereka sangat harmonis serta penuh cinta membuat Papa Lucas tak pernah memiliki niat untuk kembali menikah meskipun belasan tahun telah berlalu semenjak kepergian istrinya kembali menghadap sang pencipta. Untuk meninggalkan rumah penuh kenangan ini pun ia tak pernah sanggup, cintanya kepada mendiang Mama Karenina begitu besar dan tulus hingga mampu mengalahkan segalanya.
"Anak kita akan menikah sebentar lagi dengan pria pilihannya sendiri, Nina. tolong berkati pernikahan mereka agar selalu langgeng dan penuh dengan cinta seperti pernikahan kita berdua."
...****...
"Selamat malam, Tuan dan Nyonya Hamsworth. lama tidak bertemu," Papa Lucas menyambut kedatangan tamunya dengan senyuman hangat, mempersilakan pasangan suami istri lintas benua itu masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Disisi kiri tubuh tegap Papa Lucas nampak Skylar dengan midi dress minimalis berwarna moccha juga turut tersenyum sehangat mentari pagi menyambut kedatangan kedua orang tua angkatnya itu setelah sekian lama tidak bersua.
"Suatu kehormatan bisa memenuhi undangan anda, Tuan Wong," balas Tuan Hamsworth dengan logat khasnya yang masih terdengar sedikit kaku.
"Skylar tumbuh semakin cantik rupanya," puji Nyonya Hamsworth terpukau dengan kecantikan Skylar yang kian terpancar.
"Terima kasih, Mommy," balas Skylar malu-malu.
Mereka lantas berjalan masuk menuju taman sisi kiri rumah keluarga Wong, ya, sungguh rumah ini memiliki tiga taman dengan kegunaan dan ukuran yang berbeda-beda pula.
Tiba di meja makan, semua orang mulai mengambil posisi duduk di kursi yang sudah disediakan.
Alunan musik klasik mulai menguar pelan mengiringi percakapan santai antara dua keluarga itu membuat suasana semakin rileks.
Papa Lucas tersenyum. "izinkan saya melakukan investasi di perusahaan Anda, Tuan Hamsworth."
Skylar tersenyum puas mendengar perkataan sang Papa, ternyata Papa Lucas sungguh menepati janjinya untuk membantu keluarga Liam.
Tuan Hamsworth menghela napasnya dalam-dalam, memusatkan atensinya pada Papa Lucas.
"tapi... seperti yang Anda tahu perusahaan saya yang nyaris jatuh itu bahkan mungkin tidak akan menghasilkan sepeser uang pun untuk Anda, Tuan Wong. ada baiknya Anda pikirkan lagi langkah yang sangat beresiko itu."
"Saya sudah memikirkannya matang-matang selama beberapa hari belakangan," aku Papa Lucas, melirik Skylar yang masih belum memudarkan senyum. "anggap saja ini adalah bantuan kecil dari anak manis yang dulu kalian asuh dengan sangat baik."
"Sungguh?" Tuan Hamsworth nampak tak percaya, memandang sepasang ayah dan anak itu dengan mata berkaca-kaca akibat rasa haru. Nyonya Hamsworth bahkan sudah menangis, merasa amat tersentuh dengan kebaikan hati Papa Lucas serta Skylar.
__ADS_1
"Mommy dan daddy tidak perlu menangis, ini hanya sedikit bantuan kecil dari kami. aku hanya tidak mau saudaraku terus bekerja membanting tulang demi mendapatkan uang untuk membayar biaya kuliahnya seperti itu," ucap Skylar mengingat kondisi Liam yang kini cukup memprihatinkan walau ia nampak tetap menutupi semuanya dengan senyuman.
"Terima kasih... kami sudah tidak tahu apa lagi yang bisa kami katakan untuk mengungkapkan rasa syukur ini," Nyonya Hamsworth menyeka air matanya dengan tissue. "kami hanya bisa berdoa agar Tuan Wong dan Skylar selalu bahagia dengan limpahan berkah dari Tuhan."
"Amin..." Papa Lucas dan Skylar menyahut berbarengan.
"Kalau begitu mari kita mulai makan malam ini. makanlah dengan kenyang dan nikmat, saya juga sudah mengirimkan makan malam untuk Liam di tempat kerjanya," Papa Lucas berujar, mengangkat sendok dan garpunya untuk memulai acara makan malam ini.
Skylar serta Tuan dan Nyonya Hamsworth mengangguk setuju, mereka mulai menikmati hidangan yang tersedia dengan khidmat.
Penampilan sepasang suami istri Hamsworth yang biasanya glamour memang kini nampak seratus delapan puluh derajat berbeda, mereka terlihat sangat sederhana malam ini membuat Papa Lucas mau pun Skylar dapat menarik kesimpulan bahwa kerugian perusahaan mereka jumlahnya memang tidak main-main.
"Bagaimana dengan rencana pernikahan kamu, Skylar?" tanya Tuan Hamsworth seraya melilitkan spaghetti miliknya dengan garpu dan sendok.
"Aku akan menikah dalam waktu dekat dengan pria yang sangat baik. Liam juga mengenal calon suamiku dan memberikan banyak dukungan untuk hubungan kami." Skylar menyahut setelah meminum iced lemon tea miliknya.
"Mommy dengar dia adalah seorang dosen?" Nyonya Hamsworth turut bertanya.
Skylar mengangguk mantap. "tetapi bukan sembarang dosen. dia dosen muda pilihan yang memiliki kepribadian serta kecerdasan luar biasa yang mampu membimbingku menjadi lebih baik."
"Kalau begitu dia pria yang sungguh pantas dan tepat untukmu," imbuh Tuan Hamsworth dengan seulas senyum lembut. "sebagai orang tua kami tentu akan mendukung pilihanmu selagi itu baik. bukan begitu, Tuan Wong?"
Papa Lucas mengangguk setuju. "tentu. Skylar bebas merancang kebahagiaannya sendiri dengan setiap keputusan yang dia pilih."
Mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tua angkatnya Skylar jelas semakin bahagia. Bagaimana pun caranya Skylar akan terus berusaha menjaga semua kebahagiaan yang selama ini ia impikan.
__ADS_1