
Alunan musik tradisional khas Tiongkok mengalun merdu memenuhi kamar Skylar yang sedang sibuk berkutat dengan laptopnya. Pakaian rumahan berupa crop top tee berwarna hitam dipadu hot pants berwarna senada nampak begitu cantik membalut tubuhnya.
Hari masih pagi, namun Skylar memutuskan segera memesan parfum untuk souvernir pernikahannya dengan Teon lebih awal di e-commerce agar bisa tiba lebih cepat ke rumahnya. Setidaknya Skylar masih beruntung sebab sempat bertemu dengan Liam kemarin yang memberinya solusi hebat ini.
"Baiklah, lima ribu parfum sudah berhasil kupesan semoga pengirimannya lebih cepat dari estimasi," Skylar bergumam seraya mematikan laptopnya.
Persiapan pernikahannya dengan Teon sudah hampir rampung, hanya tinggal menunggu souvernir pesanan Skylar tiba. Teon juga melakukan tugasnya dengan sangat baik tanpa melewatkan satu bagian pun membuat Skylar senang memiliki pasangan yang tidak pelupa dan ceroboh sepertinya. Sadar dirinya belum sarapan, Skylar memutuskan untuk mematikan speaker portabel di atas meja belajarnya lantas beranjak menuju dapur barangkali Papa Lucas sudah menunggunya di meja makan.
"Papa?" panggil Skylar sambil menuruni satu demi satu anak tangga menuju lantai dasar rumahnya.
"Ya sayang? sini sarapan, Papa sudah selesai buat roti isi pakai coklat Belgia!" sahut Papa Lucas setengah teriak dari dapur.
Senyum Skylar merekah, dia lantas buru-buru menuju dapur setelah kakinya berhasil menjejaki lantai dasar. Coklat Belgia itu sangat lezat, apalagi yang bisa membuat Skylar begitu bersemangat selain coklat impor dengan rasa luar biasa itu?
"Dari mana Papa dapat persediaan coklat Belgia itu?" Skylar bertanya sambil memperhatikan Papa Lucas mengoleskan coklat Belgia berbentuk selai ke atas roti.
"Jasa titip, kebetulan ada kolega bisnis Papa yang pergi ke Belgia minggu lalu jadi Papa langsung menghubunginya untuk membelikan berbagai jenis coklat Belgia untukmu," jelas Papa Lucas usai mengoleskan coklat pada rotinya.
"mari makan, sarapan kali ini akan membuat kamu ribuan kali lipat lebih bahagia."
Skylar mengangguk antusias, dia setuju dengan sang Papa apalagi coklat Belgia ini sudah lama ia tunggu-tunggu. Kudapan manis asal Eropa itu sungguh berhasil membuat Skylar tergila-gila sejak kecil sebab keluarga Hamsworth dengan senang hati selalu memberikan banyak coklat Belgia untuknya. Sambil berbincang ringan sepasang Ayah dan Anak itu menikmati sarapan mereka dengan penuh sukacita.
"Papa mau ke kantor hari ini?" tanya Skylar sambil membereskan piring seusai sarapan, bermaksud untuk langsung mencucinya.
Papa Lucas menggeleng. "tidak, Papa ingin menikmati hari libur bersama kamu hari ini lagi pula pekerjaan di kantor juga tidak begitu banyak."
Mata Skylar berbinar senang, dengan cekatan ia mencuci piring-piring itu. "kalau begitu kita bisa bermain game VR bersama!"
__ADS_1
Papa Lucas tersenyum penuh. "tentu, sayang. kita bisa bermain game seharian."
Kalau sudah begitu, Papa Lucas dan Skylar akan benar-benar bermain game sampai mereka lelah.
Maklum, mereka berdua adalah pecinta game garis keras dan itu tidak terbantahkan.
"Papa, boleh aku beli konsol baru?"
Pertanyaan yang sejujurnya sudah sempat Papa Lucas duga sebelumnya sebab sudah ada konsol keluaran terbaru yang menyita perhatian Skylar beberapa hari yang lalu.
"Baiklah, apa yang tidak untuk calon pengantin kecilku ini?"
Lagi, senyum Skylar merekah lebar. Kalau sudah begini ia perlu mengajak Teon untuk ikut serta bermain game bersama.
...****...
Skylar dan Papa Lucas sudah pulang dari mall usai berbelanja berbagai macam kebutuhan gaming mereka, ah, lebih tepatnya memenuhi keinginan Skylar untuk bermain game sampai puas hari ini.
"Masih di kampus sayang, baru selesai kelas terakhir. Ada apa?"
"Kalau sudah pulang ada rencana mau ngapain?" sang gadis kembali bertanya sembari mengapit ponselnya dengan bahu, sibuk membuka barang belanjaannya dibantu oleh Papa Lucas.
"Tidak ada, sepertinya saya akan mampir ke rumah kamu sekalian membawakan barang seserahan titipan dari Bunda."
"Kalau begitu mampirlah kemari. aku dan Papa akan berpesta game sebab kami membeli konsol baru!"
Di seberang telepon terdengar suara kekehan lucu khas Teon menguar. "kamu benar-benar meminta konsol baru itu pada Papa?"
__ADS_1
Skylar memandang Papa Lucas, ikut terkekeh mendengar pertanyaan Teon. "Papa mengiyakannya saat aku hanya bertanya sekali. ya, lebih baik kami langsung membelinya sebelum Papa berubah pikiran."
"Kalau begitu saya akan tiba setelah jam makan siang, sampai nanti sayang."
Panggilan lalu diputus oleh Skylar, kembali melanjutkan kesibukannya dengan Papa Lucas membuka semua barang yang mereka beli tadi. Tidak tanggung-tanggung, semua barang belanjaan untuk memuaskan hobi mereka itu berharga hingga puluhan juta membuat keduanya menjadi pusat perhatian karena barang-barang mahal tersebut mereka bawa dengan santainya.
Tuan dan Nona Wong itu memang bukan tipe orang kaya yang suka bergaya hedon namun untuk masalah hobi keduanya kompak rela merogoh kocek dalam-dalam.
Konsol terbaru dari PlayStation serta benda-benda lainnya terlihat berserakan di ruang tamu rumah keluarga Wong.
"Tuan dan Non Skylar mau minum apa?" tanya Bi Odah sambil menghampiri Papa Lucas dan Skylar yang masih sibuk merapikan barang belanjaan mereka.
"Buatkan jus mangga satu pitcher ya, Bi. Mangga yang di kulkas cukup atau tidak?" Papa Lucas mengalihkan atensinya pada Bi Odah sejenak.
"Insyaallah cukup, Tuan. kalau begitu akan segera saya buatkan," sahut Bi Odah santun kemudian beringsut kembali menuju dapur.
"Papa, bisa tolong pindahkan konsolnya kemari? mau langsung aku nyalakan," pinta Skylar yang sibuk memasang kabel ke televisi super besar di hadapannya.
Papa Lucas dengan sigap memindahkan konsol game itu sesuai arahan Skylar sambil memperhatikan Skylar yang memasang semua kabel dengan begitu antusias hingga akhirnya konsol berhasil terhubung ke televisi.
"Kalau begitu game mana yang akan kamu coba lebih dulu?" tanya Papa Lucas sambil membuka kantong belanja berisi sepuluh buah kaset game best seller pilihan Skylar.
"Sepertinya aku akan coba yang ini dulu, Papa pasti akan mengagumi permainan gameku yang maju semakin pesat," ucap Skylar percaya diri, memilih untuk memasukkan kaset game Call of Duty pada konsolnya.
Game battle royale yang biasanya dimainkan Skylar dengan ponsel atau PC itu kini bisa dimainkan di konsol membuat Skylar antusias ingin segera memainkannya. Berbanding terbalik dengan penampilannya yang ayu, Skylar tetaplah seorang gadis tomboy yang suka bermain game dengan berbagai genre. Tanpa ragu, dia membeli semua kaset game dengan genre beragam dan memainkan semuanya. Jika dulu dia tidak memilih untuk menjadi dokter mungkin saja Skylar kini sudah menjadi seorang pro player tim nasional E-sport.
"Semoga Mas Teon betah ya, Pa, punya istri tukang main game seperti aku," canda Skylar dengan mata fokus pada televisi besar di hadapannya.
__ADS_1
"Menikah adalah perihal saling menerima, nak. Papa yakin Teon malah bahagia punya istri yang bisa menemaninya bermain game nanti," Papa Lucas menyahut santai sambil terus berharap dalam hati semoga pernikahan anaknya kelak bisa berjalan dalam perlindungan Tuhan selalu.