
Hari demi hari berlalu begitu saja tanpa terasa hingga hari pernikahan Teon dan Skylar akhirnya tiba. Di sebuah hotel berbintang paling mewah di kota hari ini akan digelar akad nikah yang hanya mengundang keluarga serta kerabat dekat saja baik dari pihak Teon mau pun pihak Skylar.
Acara akad nikah akan dimulai beberapa jam lagi, orang-orang yang terlibat acara sibuk mempersiapkan segala kekurangan yang masih ditemukan agar acara berlangsung lancar tanpa satu kendala apa pun.
Skylar duduk termangu, membiarkan wajah cantiknya dipoles dengan sedemikian rupa oleh seorang make up artist pilihannya dan Teon untuk membantunya tampil lebih menawan di hari bahagia ini. Dengan sangat hati-hati, sang make up artist menjalankan tugasnya memastikan bahwa semua produk make up yang ia aplikasikan di wajah Skylar terpasang dengan sangat sempurna.
"Mbak Skylar sepertinya sangat gugup," sang make up artist meraih dagu Skylar pelan-pelan untuk memberikan sentuhan akhir untuk bibirnya.
"Seperti yang Kakak tahu, pernikahan adalah sesuatu yang sangat serius," balas Skylar setelah menghela napasnya dalam-dalam.
Wanita berusia tiga puluh tahunan awal itu tersenyum. "tidak perlu gugup, momen ini memang sangat menegangkan tapi percayalah Mbak Skylar akan merasa sangat lega setelahnya."
Skylar mengangguk samar. "sepertinya begitu."
"Wajahmu sungguh sempurna, sebetulnya aku bingung kenapa kalian masih membutuhkan make up artist untuk seorang calon pengantin wanita yang bahkan jauh lebih cantik dari pada boneka ini," puji sang make up artist karena ia benar-benar tidak menemukan kekurangan di wajah mau pun fisik Skylar. Gadis itu terlalu sempurna membuatnya merasa sangat senang memberikan riasan kepada Skylar sekaligus membantunya untuk memakai gaun pengantinnya di momen akad nikah ini.
Skylar merasa sedikit lebih rileks mendengar pujian dari wanita cantik itu. "mungkin saja para pembuat boneka sebenarnya terinspirasi dariku."
Keduanya lantas tertawa membuat suasana terasa lebih hangat pun rasa tegang Skylar sedikit berkurang.
"Nah, make up sudah selesai. sekarang mari saya bantu untuk berganti pakaian dan menata rambut," kata sang make up artist seraya beranjak menuju lemari kamar hotel untuk mengambil gaun pengantin putih milik Skylar.
Skylar memperhatikan refleksi dirinya sendiri di cermin dengan tatapan tak percaya, sungguh, baru kali ini dia merasa menjadi seorang wanita yang betul-betul cantik. Riasan di wajahnya sungguh elegan dan sama sekali tidak membuat Skylar terlihat lebih tua.
"Sekarang aku tahu kenapa Teon sangat tergila-gila padaku," gumam sang gadis tak hentinya bercermin.
Setelah memastikan tak ada sesuatu yang kurang pada gaun pengantin milik Skylar, sang make up artist membantu Skylar mengenakan gaun mewah yang sangat cantik nan elegan itu.
Ukuran mau pun konsep gaun itu sangat cocok untuk Skylar membuat wanita itu berdecak kagum.
__ADS_1
"Sungguh, kamu adalah pengantin paling cantik yang pernah saya rias. bahkan gaun ini pun seperti menyatu sangat sempurna denganmu."
Skylar tersenyum senang, perkataan sang make up artist memang sepenuhnya jujur bahkan Skylar sendiri juga merasa ia amat cantik kali ini.
"Terima kasih," balas Skylar.
Usai memakai gaunnya dengan sempurna, Skylar kembali duduk untuk melakukan sesi menata rambut, mengingat waktu yang mereka punya sebelum acara dimulai tidak banyak lagi.
...****...
"Bagaimana penampilanku, Jeno?" tanya Teon kepada Jeno yang sedang sibuk memasak dasi kupu-kupu berwarna hitam di kerah kemeja putihnya.
Mendengar pertanyaan itu Jeno jelas terkekeh, dia sudah lupa berapa kali mengatakan bahwa kakaknya itu sudah tampan dan rapi.
"Abang sudah ganteng dan rapi, sana pakai peci. lima belas menit lagi akad nikah akan segera dimulai," ucap Jeno mengingatkan seraya melirik arloji yang melingkar di tangan kirinya.
"Yang benar?" Teon masih menolak percaya.
Teon melotot. "jangan berani-berani kamu, Jeno!"
"Ya makanya ayo cepat, Bunda sudah menunggu di ballroom," sergah Jeno, beringsut menuju pintu kamar hotel hendak menyusul sang Bunda yang sudah menemui Papa Lucas di ballroom hotel tempat acara akan diselenggarakan.
Teon akhirnya menurut, mengikuti Jeno keluar kamar dengan setelan pakaian akad nikah berwarna putih hingga membuatnya terlihat begitu menawan. Menggunakan lift, keduanya tiba di ballroom lantas menemui Bunda dan Papa Lucas.
"Apa kamu sudah siap, Nak?" tanya Bunda kepada Teon.
Teon mengangguk. "ya, Teon sudah siap Bunda."
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai acaranya," ucap Papa Lucas sambil memandu penghulu serta para saksi untuk menempati posisi masing-masing.
__ADS_1
Teon menarik napasnya dalam-dalam, berusaha mengatur napasnya dengan baik guna menetralisir rasa gugup yang melanda dirinya.
"Kalau begitu mari kita mulai akad nikahnya," kata Pak Penghulu setelah menempati posisinya.
Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran serta khutbah pernikahan, Papa Lucas dan Teon lantas duduk bersebrangan.
"Silakan mempelai pria dan wali mempelai wanita berjabat tangan," titah Pak Penghulu kepada Teon dan Papa Lucas.
Papa Lucas dan Teon kemudian berjabat tangan sesuai perintah dari Pak Penghulu. Keduanya nampak sama-sama grogi namun Teon lebih pandai menutupi rasa gugupnya.
"Bismillahirrahmanirrahim, saudara Teon Tirdianata saya kawinkan dan nikahkan engkau dengan anak kandung saya Wendelline Skylar Wong dengan mas kawin emas lima ratus gram dibayar tunai," Papa Lucas berucap lantang.
Teon menarik napasnya, dengan tak kalah lantang menjawab. "saya terima nikahnya Wendelline Skylar Wong binti Lucas Wong dengan mas kawin tersebut tunai."
Pak Penghulu memandang para saksi. "bagaimana para saksi? sah?"
Para saksi mengangguk mantap. "sah!"
Seluruh hadirin kompak mengucapkan syukur, berbarengan dengan tibanya Skylar di ballroom tempat acara. Semua mata tertuju kepada sang mempelai wanita yang terlihat puluhan kali lipat lebih cantik dari biasanya dalam balutan gaun pengantin putih yang amat elegan.
Orang-orang begitu terpana dengan kecantikan Skylar yang sedang berjalan dengan begitu anggun, menuju tempat suami serta sang Papa telah menunggu untuk proses penanda tanganan dokumen pernikahan sebagai tanda bahwa keduanya telah sah menjadi pasangan suami istri di mata agama mau pun negara.
"Gila, Skylar cantik banget," puji Liam, menyampaikan pujian itu kepada kedua orang tuanya.
Jeffrey yang hadir di temani dengan sang Mama juga tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya akan kecantikan Skylar, namun dalam hati dia juga tak memungkiri bahwa ada rasa sakit di dalam relung hatinya.
"Skylar cantik sekali ya, Jeff. dia mirip malaikat dari surga," Mama Jeffrey memuji kecantikan Skylar yang sedang menandatangani dokumen pernikahannya dengan Teon.
"Iya, Ma. dia terlalu cantik. Semoga Skylar dan suaminya bahagia selalu ya," sahut Jeffrey dengan seulas senyum tipis saat bertemu tatap dengan manik indah milik Skylar.
__ADS_1
Kini Jeffrey sudah dapat menerima kenyataan dengan berlapang dada. Ia bahagia melihat Skylar kini sudah berbahagia dengan pilihannya yaitu Teon, dosen mereka yang sempat menjadi orang yang paling sering Skylar keluhkan dulu.