
Aksa Franklin (30) tahun.
Seorang Pria kaya raya tampan yg memiliki perusahaan terbesar di Indonesia dan juga beberapa usaha hiburan di beberapa negara di Asia. Ia masuk dalam daftar orang kaya paling sukses nomor lima di Asia. Sebagai, seorang pengusaha sukses ia juga banyak dikagumi oleh para wanita. Ia juga menjadi incaran para wanita kaya golongan atas. Banyak para orang tua yg ingin menikahkan anaknya dengan dirinya. Namun, ia menolaknya. Karena, pengalaman masa lalu membuatnya merasa trauma terhadap wanita dan tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun. Selain, ia kaya dan tampan. Ia juga memiliki bentuk tubuh atletis dan kekar. Bahunya yg lebar yg menjadi daya tarik tersendiri bagi para wanita. Dan, saat ini ia sedang berada di dalam sebuah hotel bersama dengan kekasih prianya, Miki Hermawan (23) tahun. Yang juga seorang pria berwajah tampan sama sepertinya. Bedanya, Miki tidak kaya. Miki adalah orang biasa. Kebetulan saja mereka bertemu karena sesuatu hal. Dimana pada saat itu, Aksa patah hati karena dikhianati oleh cinta pertamanya. Mikilah yg memberikan bahunya kepada Aksa untuk bersandar. Mengobati luka hati Aksa. Hingga akhirnya Aksa merasa nyaman berada di sisi Miki. Lalu, akhirnya timbul rasa cinta di hati Aksa kepada Miki. Dan, gilanya Miki menerima perasaan Aksa begitu saja. Dan, mereka berhubungan sudah lama. Itulah, sisi gelap dari Aksa. Patah hati lalu berbelok arah mencintai sesama jenisnya sendiri. Ia yg jadi lelakinya dan Miki yg jadi wanitanya. Gila memang! Tapi, apa mau dikata manusia berencana tapi Tuhan yg menentukan segalanya. Kita tak pernah tahu apa yg akan terjadi di masa depan.
"Sedang melihat apa?" tanya Miki tiba-tiba dari belakang kepada Aksa yg pada saat itu sedang memegang gelas anggur di tangannya. Matanya menatap di kejauhan. Jauh menerawang.
"Tidak! Tidak, melihat apa-apa. Hanya, merasa rumit saja."
"Oh" ucap Miki pendek.
"Kenapa? Baby, biasanya kau akan bicara panjang lebar denganku. Lalu, kenapa kamu hari ini tidak banyak bicara?" ucap Aksa lembut kepada kekasihnya Miki.
"Apakah, kau merasa bosan padaku?" ucap Miki tiba-tiba.
"Kenapa, kau berbicara begitu?" tanya Aksa.
"Tidak! Tadi, kau bilang rumit. Rumit apanya?"
jawab Miki.
"Oh, itu? Bukanlah, sesuatu yg mesti dibahas, Baby? Jangan, terlalu di pikirkan." ucap Aksa menenangkan perasaan Miki kekasihnya.
Ia pun memeluk Miki dan mencium bibirnya. Miki pun tak tinggal diam ia pun membalas ciuman Aksa. Lama, mereka saling memagut dan terbawa suasana. Terdengar suara desahan dan rintihan keluar dari bibir mereka berdua. Mereka saling menyatu dalam keindahan cinta gila yg mereka rasakan. Lalu, akhirnya mereka pun bercinta hingga pagi menjelang. Aksa melihat raut kelelahan di wajah Miki. Ia tersenyum. Akhirnya, ia bangkit dari tempat tidur untuk mandi lalu bersiap pergi ke kantornya.
Sementara itu di sisi lain.
__ADS_1
Seorang wanita tampak duduk di kursi yg terletak di lorong rumah sakit. Sambil sesekali ia menyeka matanya yg basah. Ia sudah menangis semalaman. Ia sangat terpukul dengan diagnosa dokter tentang penyakit ibunya. Dokter mengatakan ibunya menderita kanker stadium 3. Dan, harus dirawat inap dirumah sakit. Yg pastinya itu akan memakan biaya yg sangat banyak. Yang, ia pikirkan bukan hanya masalah biaya saja tapi juga mengenai penyakit ibunya. Saat, ia tenggelam dalam kesedihannya tiba-tiba saja handphonenya berbunyi. Ia pun melihat layar hanphonenya tertera nama Bella di layar tersebut. Ia pun lalu mengangkat telepon Bella tersebut.
"Halo" sapanya.
"Halo, juga Jameela. Kamu dimana?"
"Aku di rumah sakit, Bel?"
"Apa!!! Di rumah sakit? Kamu sakit?"
"Bukan, aku yg sakit tapi mama aku yg sakit Bel?"
"Apa!!! Tante masuk rumah sakit!!!"
"Iya, Bel?"
"Gak apa-apa, lho Bel? Aku ngerti kok kesibukan kamu sebagai asisten aku?"
"Terima kasih, Mila. Kamu, ngerti dengan tugas aku. Semoga, tante cepat sembuh ya Mil?"
"Hm, iya Bel. Oh, ya kamu telepon aku ada apa?"
"Oh, aku hampir lupa! Hari ini ada jadwal pemotretan!"
"Jam berapa, Bel?"
"Jam 10 pagi."
__ADS_1
"Lokasinya?"
"Di tempat biasa. Kamu tahu, kan?"
"Ya, aku tahu!"
"Cepat ya datang?"
"Oke, Bel." Bye.
"Bye" ucap Bella lalu tak kedengaran lagi suaranya.
Setelah, mendapat telepon dari Bella.
Jameela pun bergegas pergi dari rumah sakit. Namun, sebelum pergi ia melihat ibunya sedang dirawat di salah satu ruangan di rumah sakit tersebut. Ia menatap kembali wajah ibunya.
"Bu, bertahan ya? Mila, akan berusaha lakukan hal yg terbaik buat ibu. Mila, akan cari biaya untuk pengobatan ibu. Semoga, ibu cepat sembuh dan kita bisa bersama kembali pulang ke rumah kita." ucapnya sambil meneteskan airmatanya.
Setelah ia berkata begitu, kemudin ia pun melangkah pergi dari sana. Meski, terasa berat langkah kakinya tetapi ia tetap harus pergi melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang model majalah lokal. Kariernya yg sedang menanjak ini tak akan disia-siakan olehnya. Demi, ibunya yg sedang dirawat ia rela bekerja dari pagi sampai malam. Dan, atur ulang jadwal pekerjaanya bersama Bella. Memang, saat ini yg ia miliki hanya ibunya saja. Sedangkan, ayahnya telah tiada bertahun-tahun lamanya karena sakit. Ia sendiri merupakan anak tunggal di keluarga ibunya. Ia tidak punya saudara, kakak atau pun adik. Yang, ia tahu ia dan ibunya kini hanya tinggal berdua saja. Sungguh, berat perjalanan hidup yg ia alami. Namun, ia tak pernah berputus asa dan menyerah kalah pada nasib. Dan ia akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Meski, ia tahu semua itu butuh usaha dan kerja keras.
__ADS_1