SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Kekecewaan Aksa


__ADS_3

Raut wajah itu tampak terlihat sangat kusut. Ia tengah memikirkan sesuatu. Sesuatu yg sangat mengganggu pikirannya. Dan, orang yg sukses membuatnya seperti itu adalah Miki, kekasih sejenisnya. Ia heran, mengapa tiada kabar dari Miki beberapa hari ini. Untuk itu, ia pun menelepon seseorang.


"Ale!"


"Ya, tuan?" jawab seseorang diseberang telepon.


"Cari, informasi tentang Miki. Selidiki, ia pergi kemana beberapa hari ini!" ucapnya.


"Baiklah, tuan?" ucap orang yg bernama Ale itu lalu memutuskan teleponnya.


"Miki! Kalau, sampai kecurigaanku benar adanya. Maka, jangan salahkan aku. Aku akan berbuat hal yg demikian padamu!!!" ucapnya sambil mengepalkan tangan. Ia benar-benar marah pada Miki.


Sementara, itu di tempat lain di sebuah hotel berkelas menengah. Miki dan Rifki saling memuja, hingga keringat membasahi sekujur tubuh mereka berdua. Agaknya, Miki ini memang sudah kehilangan akal. Patah hati, karena ia melihat Aksa bercinta dengan istrinya. Dan, ia pun putar arah dan kembali bertemu dengan Rifki di sebuah Club. Dan, akhirnya ia menumpahkan semua keluh kesahnya pada Rifki. Rifki yg mendengarkannya dengan seksama. Cerita Miki dari awal sampai akhir. Hingga, ia memutuskan Miki boleh tinggal bersamanya. Dan, tak perlu kembali ke pelukan Aksa. Akhirnya di sinilah mereka tengah menghabiskan waktu bersama dengan bercinta sepuasnya.


Rifki sedang terengah-engah mencapai klimaksnya. Begitu juga Miki, pun merasakan hal yg sama. Ia benar-benar puas dengan pelayanan Rifki. Dan, Rifki juga puas dengan pelayanan Miki. Mereka sama-sama puas setelah melakukannya. Miki pun terkulai lemas di sisi Rifki yg langsung mendekapnya hangat.


"Bagaimana, rasanya bercinta denganku?" tanya Rifki.


"Rasanya, luar biasa!" ucap Miki.


Mendengar, ucapan Miki barusan. Rifki pun tersenyum senang.


"Kalau, dengannya?" tanya Rifki.


"Dia, juga luar biasa. Tapi, sayangnya ia pun memberi kehangatannya kepada perempuan itu!" balas Miki.


"Oh, pastinya kau sangat terluka."

__ADS_1


"Ya, tapi....? Akh, sudahlah! Tidak, perlu membicarakan dia. Terserah, dia mau lakukan apa dengan perempuan itu. Aku sudah tak peduli lagi." ucap Miki.


"Oh, benarkah? Jadi, apakah kau menerima tawaranku? Tinggal, bersamaku selamanya?" ucap Rifki.


"Yah, aku mau!" ucap Miki kemudian sambil mencium bibir Rifki gemas. Dan, akhirnya mereka pun kembali bergumul tanpa kenal waktu. Rifki sangat senang dengan keputusan Miki menerima dirinya dan tinggal bersama dengannya.


Sementara, itu disisi lain di kantor Agensi yg menaungi Jameela.


Jameela tampak sedang berbicara dengan Bella, asistennya.


"What??? Nikah? Kau, sudah menikah?"


"Ya"


"Dengan siapa?"


"Apa!!! Aksa Franklin??? Pengusaha kaya itu?"


"Ya"


"Oh, Mila! Kau beruntung!" ucap Bella sambil memeluknya erat. Sedangkan, Jameela yg mendengarkan kata beruntung keluar dari bibir Bella ia tersenyum kecut.


"Selamat ya, Mila? Akhirnya, kamu dapat jodoh juga!" ucap Bella.


"Ya, terima kasih, Bella?" ucap Jameela.


"Oh, ya sudah saatnya pemotretan dimulai!" ucap Bella.

__ADS_1


"Oke, gimana riasanku dan pakaianku?"


"Emm, sudah bagus! Okey, sudah bisa mulai kok!" ucap Bella.


"Oke!" ucap Jameela kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi. Tadi, sempat istirahat sebentar dan berbincang-bincang dengan Bella.


Ia berpose dengan mengenakan pakaian tidur tipis. Dan, ia hanya menggunakan cd dan bra saja. Memang, temanya adalah Lingerie Sexy. Sang fotografer sangat antusias memotret setiap pose Jameela. Sesekali, fotografer tersebut mengarahkan pose yg bagus kepada Jameela. Sambil terkadang membetulkan dan menyentuh pinggang ramping Jameela. Hingga, tiba-tiba ada seorang lelaki masuk menerobos dan memegang tangan sang fotografer itu sambil berkata....


"Jauhkan, tanganmu dari tubuh istriku!!!" ucap lelaki itu. Semua, yg ada disana tampak terkejut tak terkecuali Jameela. Ternyata, lelaki itu adalah Aksa, suaminya sendiri. Ketika, ia melihat Aksa berada disana dan mengganggu pekerjaannya sontak saja membuatnya marah.


"Aksa! Apa-apaan, kau ini! Kami ini sedang kerja! Kenapa, kau tiba-tiba datang mengacau?" ucapnya marah.


"Apa? Mengacau? Baby? Apakah, kau lebih senang di sentuh oleh laki-laki ini? Hingga, kau beralasan seperti itu, hm?" ucap Aksa sambil menaikkan alisnya.


Melihat, raut wajah Aksa sudah berubah menakutkan membuat Jameela ketakutan.


"Baby? Sepertinya, aku harus memberi hukuman padamu!!! Pas, sekali kau sedang pakai pakaian merangsang begini! Ayo, ikut aku!" ucap Aksa sambil menarik paksa tangan Jameela dan membawanya pergi dari sana.


"Tidak!!! Aksa, lepaskan aku!!! Aku, sedang kerja!!!"


"Kau tidak perlu kerja lagi disini!!!"


"Kau kerja aja sama aku! Kerja tiap malam melayaniku!!!" ucap Aksa ketus.


"Apa!!! Itu bukan kerja. Itu namanya nafsu!!! Aku gak mau!!!"


"Kalau, kamu gak mau!!! Aku akan memaksamu!!!" ucap Aksa sambil terus menarik paksa Jameela hingga keluar gedung. Dan, melempar tubuh Jameela masuk ke dalam mobil. Jameela, meringis kesakitan akibat perbuatan kasar Aksa. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, pada saat Aksa kembali meminta haknya sebagai seorang suami.

__ADS_1



__ADS_2