
Rasa perih dan sakit dirasakan Jameela di daerah organ intimnya. Ia sadar akhirnya, ia telah kehilangan keperawanannya. Dan, ia melihat Aksa masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya. Ia memperhatikan, wajah tampan lelaki tersebut. Benar-benar merupakan sosok seorang lelaki yg sangat menarik minat wanita dengan wajahnya yg tampan nan rupawan serta tubuh kekar dan sangat indah menggoda kaum hawa. Perlahan, ia menyentuh dan membelainya. Aksa dapat merasakan belaian lembut itu. Dan, ia tersenyum. Membuat Jameela terkejut!
Buru-buru, ia menarik tangannya kembali.
"Kenapa?" ucap Aksa sambil membuka matanya.
"Ti....tidak apa-apa!" ucapnya gugup.
"Baby? Kamu, ini benar-benar tidak jujur ya?"
"Apa, kamu mau aku menghukummu lagi?" ucap Aksa dengan senyuman nakalnya.
"Jangan, Aksa! Sakit! Aku, tidak mau lagi!!!" ucap Jameela takut.
"Sakit, kan cuma di awalnya. Karena, kamu masih perawan! Tapi, kalau udah sering gak sakit lagi kok. Malah, rasanya sangat nikmat?" ucap Aksa berbisik di telinga Jameela.
"Dasar, kamu laki-laki brengsek!" ucap Jameela marah.
"Apa, katamu? Brengsek? Tapi, bukankah kamu juga menikmati sentuhan laki-laki brengsek ini???" ucap Aksa seakan menang.
"Hmph! Jika, kamu tidak mengikatku tidak mungkin aku mau menerima setiap belaianmu itu!!!" ucap Jameela.
"Oh, ya? Kalau, kau tidak berontak? Aku tidak akan mengikatmu!" ucap Aksa membela diri.
__ADS_1
"Aksa! Kau memang keparat, sialan!!!" ucap Jameela marah.
"Apa!!!"
"Aku, bilang kau keparat, sialan!!!" ucap Jameela mengulang kata-katanya.
"Dasar, kau perempuan tidak tahu diri!!!" ucap Aksa kembali melayangkan tamparan keras di pipi Jameela.
"Plaaaakkk!!!"
"Akh" pekiknya.
Jameela meringis kesakitan dan mengalirlah dua bulir dari pelupuk matanya.
"Aku kejam? Kau yg memaksaku, menjadi kejam!!! Jadi, jangan pernah kau menyalahkan aku!!!" ucap Aksa kemudian bangkit dari sana dan kembali ke kamarnya yg terletak di sebelah kamar Jameela. Ia menutup pintu dengan kuat.
"Braaak"
Tinggallah, Jameela sendirian disana dengan berlinangan air mata. Ia merasa sangat terluka dengan semua perlakuan Aksa padanya. Tidak, tahu sampai kapan Aksa akan berubah sikap menjadi lembut padanya. Setiap perlakuan Aksa pada dirinya benar-benar membuat perasaannya terluka.
"Kenapa bisa, aku bertemu dengan orang sepertimu, Aksa??? Kau kejam! Dan, tidak berperasaan! Yg lebih parahnya lagi, kau tak menghormatiku sebagai seorang wanita!!! Aku, sangat membencimu!!!" ucapnya dengan airmata yg mengalir semakin deras di pelupuk matanya. Ia benar-benar kecewa dengan semua sikap Aksa terhadap dirinya. Tapi, apa mau dikata semua telah terlanjur terjadi. Sekarang, ia sudah bukan perawan lagi. Sekarang, ia tak ada bedanya dengan semua wanita yg sudah kehilangan kehormatannya. Ia benar-benar merana. Ia sudah tidak tahan lagi. Dan, akhirnya ia pun menelepon Bella asistennya. Ia ingin sekali mengadu kepada Bella betapa ia sangat menderita. Namun, sayang Bella tidak mengangkat telepon darinya. Jadi, ia pun berinisiatif untuk menemuinya di kantornya tempat ia bekerja sebagai model. Ia pun mulai mengendap-ngendap untuk keluar dari rumah Aksa. Takut jika Aksa tidak memberinya izin keluar. Sementara, ia masih merasakan sakit pada organ intimnya. Dan, sesekali ia mengumpat penuh kekesalan.
"Aduh, sakit!!!" ucapnya lirih.
__ADS_1
"Aksa sialan, itu entah sebesar apa tongkat miliknya itu. Rasanya sampai demikian seperti ini!" umpatnya.
Karena, suaranya yg tengah memaki Aksa.
Aksa pun muncul di belakangnya. Melihat, Jameela dengan pakaian rapi ia pun bertanya.
"Mau kemana, kau!!!" ucapnya ketus.
"Mau keluarlah!!!" ucap Jameela tak kalah ketus.
"Dengan keadaan seperti itu??? Apa, kau tidak malu kalau orang-orang akan menertawaimu. Menyangka dirimu telah berbuat sesuatu yg tidak-tidak!!!" ucap Aksa.
"Heh! Aku begini juga karena kamu, tahu! Benda, milikku itu terlalu besar hingga menyakitiku!!!" kesalnya.
"Oh, ya? Sepertinya, aku memang perlu untuk mengecilkannya. Biar, kamu gak sakit lagi?" ucap Aksa kembali berbicara dengan nada lembut.
"Ayo, kita obati saja di dalam kamar!" ucapnya sambil menggendong tubuh Jameela.
"Apa!!! Gak, mau! Aku, mau keluar!!!" teriaknya.
"Besok, saja kamu keluar rumah. Aku temani kamu!!!" ucap Aksa.
"Aksa!!! Kau sangat menyebalkan!!!" ucapnya jengkel.
__ADS_1
Aksa tersenyum saja. Aksa ini memang aneh sebentar kasar sebentar lembut. Sebentar dapat membuat orang merasa nyaman. Dan, terkadang juga dengan sikap kasarnya ia bisa berubah menjadi orang yg sangat kejam. Tidak tahu, entah bagaimana Jameela dapat bertahan hidup dengan orang yg demikian kasar seperti itu.