
"Waktu itu....."
Via pun bercerita tentang, keadaan Laila yg terkena penyakit kanker darah. Dan, tentang penyebab mengapa ia pergi meninggalkan Aksa sendirian bahkan terkesan mengkhianatinya.
Aksa pun mulai mendengarkan cerita sahabatnya tentang keadaan Laila sebenarnya.
"Setelah, Laila menemuimu!"
"Ia pergi, menemui lelaki yg kau kira kekasih gelapnya."
"Tiba-tiba, saja ia memeluk lelaki yg kau sangka itu."
"Dan, tepat pada saat itu kau melihatnya!"
"Dan, itu membuatmu terluka sangat parah!
"Kau, mengira Laila berselingkuh dan mengkhianatimu! Tapi, ternyata tidak Aksa!!!"
"Ia sengaja melakukan itu! Ia sengaja membuat perasaanmu hancur karena ia tahu hidupnya tak lama lagi."
"Dan, ia tak ingin kau melihatnya dalam keadaan demikian! Jadi, ia terpaksa melakukan itu semua!"
"Asal, kau tahu saja Aksa! Selama, ia menghadapi penyakitnya itu ia sendirian! Tiada, seorang pun lelaki berada di sisinya! Hanya aku saja yg menemaninya!" ucap Via menangis keras.
"Dan, kau!!!"
"Bagaimana, bisa kau kau mengatakan bahwa dia mengkhianatimu???"
"Katakan! Katakan, padaku! Bagaimana, bisa kau mengatakan bahwa dia mengkhianatimu?" ucap Via sambil mengguncang tubuh Aksa.
Aksa terdiam.
"Apa, kau tidak lihat keadaannya sewaktu terakhir kali kalian bersama?"
"Keadaan, dirinya pada saat itu benar-benar sangat memprihatinkan. Namun, ia masih bisa menyembunyikannya darimu! Ia bersandiwara di hadapanmu seolah ia baik-baik saja. Tapi, nyatanya ia sedang menahan rasa sakit yg terasa teramat menyakitkan bagi dirinya!"
Begitu mendengar ucapan Via barusan membuat, Aksa terhenyak. Memang, pada saat itu ia pun merasa ada yg aneh dengan diri Laila. Namun, tampaknya Laila menutupinya darinya. Membuatnya, tak bisa bertanya lebih jauh lagi.
Akhirnya, ia sadar dan tiba-tiba saja ia menjatuhkan lututnya ke tanah. Ia lemas ia lunglai, ia tak berdaya. Ternyata, itu adalah kenyataan yg sebenarnya. Dan, setelah Aksa mengetahui yg sebenarnya ia jadi menyesali apa yg telah di lakukannya selama ini.
Aksa, berlutut di hadapan kuburan Laila. Meratapi dan menyesali apa yg telah terjadi. Ia sama sekali tak menduga kalau ternyata ia selama ini salah. Ia telah menuduh Laila mengkhianatinya. Padahal, apa yg ia lihat bukanlah hal yg sebenarnya.
"Laila, mengapa kau tak mengatakannya padaku tentang rasa sakitmu?"
"Mengapa, kau diam saja?"
__ADS_1
"Mengapa, kau menyimpannya sendiri!"
"Mengapa, kau tak membaginya denganku?"
"Laila, baby? Jawab, aku!!!"
"LAILAAAA......!!!" Aksa berteriak di hadapan kuburan Laila. Sedangkan, Via yg menyaksikan semua itu ia hanya bisa menangis pilu. Ia tak sanggup melihat kesedihan Aksa yg menyesali tentang kekeliruannya selama ini.
Dan, sudah berjam-jam ia berada di sana. Meratapi, kepergian Laila. Via masih setia menunggunya disana. Via menepuk-nepuk bahu Aksa seakan memberi kekuatan kendati ia pun tak bisa menahan tangisnya.
Sebagai, seorang sahabat Via selalu ada di sisi Laila pada saat ia sakit. Via selalu memberi kekuatan dan dukungan kepada Laila meski ia tahu itu semua sangatlah berat bagi Laila. Bagi, orang yg hidupnya tak lama lagi.
Saat Via, mengingat itu semua tak terasa air matanya mengalir deras. Membasahi kedua pipinya. Via merasa sangat berat untuk kehilangan seorang sahabat. Perlahan, ia pun berbicara kepada Aksa.
"Aksa, hari sudah sore!"
"Apakah, kamu tidak pulang?"
"Tidakkah, ada seseorang yg menunggu kepulanganmu?" uca Via seakan menyadarkan Aksa dari rasa bersalahnya terhadap Laila.
"Apa?"
"Sudah, sore?" tanya Aksa.
"Seseorang???" ucap Aksa mencoba mengingat sesuatu.
"Jameela!!!" seru hatinya.
"Via, aku pulang dulu!"
"Apa, kau mau ikut?" ucap Aksa.
"Tidak, Aksa!"
"Kau, pulanglah duluan!"
"Biarkan, aku disini saja sendiri!" ucap Via.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang!"
"Ya" ucap Via tersenyum.
Lalu, Aksa pun melangkah pergi meninggalkan Via sendiri disana. Di pekuburan sepi itu. Aksa pun kembali pulang ke rumahnya. Setelah sampai di rumahnya, Aksa pun mencari Jameela.
"Mila!!!" panggilnya.
__ADS_1
"Jameela!!!" teriaknya.
Ternyata, yg di panggilnya sejak tadi sedang berada di dapur sedang memasak sesuatu. Jamèela mendengar suara Aksa memanggilnya. Buru-buru, ia menemuinya di depan.
"Aksa?" panggilnya.
Aksa yg langsung melihatnya langsung berlari memeluk Jameela erat. Jameela terkejut dan ia merasa heran. Tiba-tiba, saja suaminya seperti orang yg sudah lama tidak bertemu dengannya.
"Aku, sangat rindu sekali padamu, baby?" ucap Aksa.
"Aksa, ada apa denganmu?"
"Mengapa, kau memelukku begitu erat?" tanyanya heran.
"Tidak apa-apa, baby?" ucap Aksa lalu mencium lembut kening istrinya dan mengecup bibirnya.
"Baby?"
"Bau apa ini?" tanya Aksa saat ia mencium bau hangus.
Jameela pun kaget!
"Ohh, masakanku???" ucapnya panik.
Langsung, saja ia berlari ke dapur.
Saat, sampai di dapur benar saja dugaannya, masakannya sudah gosong. Dan, Aksa pun mengikutinya ke dapur.
"Aduh, masakanku gosong!!!" pekiknya.
"Baby? Masakanku, gosong???" ucapnya sedikit manja membuat darah kelelakian Aksa bangkit.
"Oh, ya???"
"Nanti, kita makan di luar saja!"
"Sekarang, aku mau makan kamu aja!" ucapnya tersenyum sembari menggendong tubuh Jameela.
Jameela pun tertawa bahagia saat Aksa menggendongnya masuk ke dalam kamar pribadi mereka. Ia merasa benar-benar sudah jatuh cinta dengan suaminya sekarang.
💗SO HURT TO LOVE U💗
Foto Kuburan Muslim
__ADS_1