SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Aku Suka Perawan!


__ADS_3

"Kena, kamu!!!" ucap Aksa ketika meraih tangan Jameela kuat.


"Akh, Aksa lepaskan aku!!! Aku gak mau! Aku takut! Aku masih perawan!" ucap Jameela sambil meronta-ronta.


"Perawan? Bagus! Aku suka perawan! Ayolah, baby! Aku udah gak tahan lagi nih!!!" ucap Aksa lagi.


Ia begitu senang saat mendengar kalau Jameela masih perawan. Sudahlah, ia pun memikirkan sing mboten-mboten pada Jameela.


"Gak mau!!!"


Jameela menolak!


"Oh, kamu berani ya menolakku? Hm? Baiklah, kalau begitu aku akan memaksamu!!!" ucap Aksa lalu kemudian ia meraih tali yg terdapat di dalam laci meja rias di kamar itu.


Betapa, terkejutnya Jameela ketika ia melihat Aksa meraih tali yg tersimpan di laci. Ia menjadi takut dengan hal yg akan dilakukan oleh Aksa terhadap dirinya.


"Aksa! Hentikan! Mau, apa kamu dengan tali itu?" ucap Jameela ketakutan.


"Mau apa? Tentu, saja mau mengikatmu! Karena kamu tidak mau menurutiku. Jadi, terpaksa aku harus memaksamu!!!" ucapnya sambil membawa tubuh Jameela ke tempat tidur lalu mengikat kedua tangan kiri dan kanannya agar tidak bisa berontak. Sementara kakinya sengaja dibiarkan bebas. Agar ia leluasa melakukan sesuatu yg intim pada Jameela.


"Aksa, kau benar-benar sakit! Kau menyiksaku! Dasar, kau lelaki yg tak berbudi!!!" ucap Jameela memaki Aksa. Sedangkan, Aksa yg mendengarkan makian Jameela ia jadi marah lalu menampar pipi Jameela.


"DI**AAAMMM!!!"


"Plaaaakkk!!!"


"Ahhhh!!!" pekik Jameela kuat, lalu perlahan keluarlah dua bulir menetes dari matanya.

__ADS_1


"Huhuhu"


"Kau, kejam Aksa!!!"


"Aku, kejam? Aku, tidak akan bersikap kejam padamu jika kau mau menurutiku! Tapi, melihatmu menolakku! Itu, benar-benar membuat harga diriku terluka!!! Dengarkan, aku! Cukup diam tanpa perlawanan, maka itu akan jauh lebih baik!!!" ucap Aksa sambil mulai membelai rambut Jameela.


"Tahukah, kamu! Kamu yg dalam keadaan begini benar-benar membuatku terangsang!!!" ucap Aksa dengan nafas yg sudah mulai memburu.


"Oh, Jameela baby? Sekarang, perlihatkan kepadaku! Sifat liarmu sebagai istriku!!!" ucap Aksa sambil menurunkan kepalanya ke bawah. Tepat pada saat itu, Jameela memang belum memakai pakaian apa pun. Ia hanya memakai baju mandi saja. Jadi, otomatis meskipun suasana dalam kamar Jameela agak remang-remang. Aksa masih dapat melihat sedikit paha putih mulus milik Jameela. Ia membelainya lalu terdengar suara rintihan tertahan keluar dari bibir indah Jameela. Yang meski samar namun, masih dapat di dengar jelas oleh Aksa.


"Ahhh" desahnya.


Jameela terkejut begitu ia mendengar suara desahannya sendiri.


Sedangkan, Aksa tersenyum senang kala ia mendengarnya. Lalu, ia semakin bersemangat lagi untuk menyentuh tubuh Jameela lebih intim lagi. Ia menyibak baju mandi bagian bawah tersebut. Dan, ia melihat sesuatu yg hanya pernah ia lihat dalam film biru yg sering ia tonton bersama Miki. Dan, saat ini ia melihatnya sendiri organ intim milik istrinya itu.


Masih merah dan juga tercium bau wangi khas dari organ intim milik Jameela. Perlahan, ia menghirupnya.


Lalu, ia pun bergerak lebih liar lagi daripada hanya sekedar menghirupnya. Ia mulai menjilatinya. Daerah pertama adalah di samping-samping organ intim itu. Lalu, kemudian bagian utama dari organ intim itu. Ia menjilatnya dari bawah ke atas. Hingga, ke bagian clitorisnya Jameela. Aksa mengemut dan menghisapnya lembut dan menjilatnya lagi. Mendapat perlakuan itu membuat Jameela hanya bisa pasrah dan mendesahkan suaranya.


"Mmhh! Ahhh...!" suaranya dengan kedua tangan terikat.


Aksa tersenyum dan bertanya.


"Nikmatkah???" tanyanya.


Jameela tanpa sadar pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Emh, iya!"


"Iya?"


"Ehhh!!!"


"Kalau, begitu aku akan memberimu yg lebih nikmat lagi. Bersiaplah!!!" ucap Aksa sambil kemudian ia membuka ikatan baju mandi Jameela dan ia pun melihat pemandangan indah terpampang di hadapannya. Ia terperangah ketika ia melihatnya.


Jantungnya berdetak kencang.


"Dag dig dug"


Sementara, Jameela yg di pandangi begitu ia merasa takut. Ia ingin melarikan diri tapi tak bisa. Ia, benar-benar tak bisa berbuat apa-apa. Hanya airmata saja yg mengalir deras di pelupuk matanya.


Aksa yg sudah tidak dapat menahan lagi hasratnya. Ia pun lanngsung saja membuka seluruh pakaiannya. Terlihatlah, pemandangan yg tak seharusnya dilihat oleh Jameela. Ia pun langsung menutup matanya. Melihat, tingkah Jameela seperti seorang wanita pemalu membuat Aksa jadi semakin terbakar nafsunya. Ia membuka lebar-lebar kedua paha Jameela dan langsung memposisikan dirinya. Hingga, membuat Jameela terkejut!


"Tunggu....tunggu....jangan dulu....aku takut, Aksa?" cegahnya.


"Baby? Apa lagi yg mesti ditunggu? Apa kau ingin membuat adik kecilku ini menunggu???" ucap Aksa lembut sambil mencoba menembus dinding pertahanan Jameela. Satu kali, tak berhasil. Dua kali ia mencoba juga tetap tak berhasil.


"Sial" jengkelnya.


Namun, saat ia mencoba untuk ketiga kalinya ia memberi pelumas pada benda miliknya. Lalu, bless! Jameela berteriak demikian kerasnya saat ia merasakan rasa sakit pada bagian miliknya hingga ia kembali meneteskan air matanya.


"Aaaaakkkhhh!!!"


"Sakit.....Aksa? Pelan-pelan sedikit! Kau menyakitiku!" ucapnya kesal sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


"Baby? Tenang saja, aku akan pelan-pelan dan lembut sekali. Jadi, biar kamu gak sakit lagi. Okey???"


"Huh! Dasar, lelaki!!!" ucapnya semakin kesal saja. Aksa, hanya tersenyum saja ketika ia mendengar ucapan Jameela barusan. Dan, ia pun meneruskan aksinya dan menuntaskan keinginan nafsu birahinya yg membara tersebut. Ia merasa puas setelah merasakan keperawanan Jameela. Lalu, ia pun melepaskan ikatan tali di tangan kanan dan kiri Jameela. Ia melihat istri cantiknya sudah tertidur pulas, ia pun menutup tubuh polos istrinya dengan selimut kemudian mengecup keningnya. Dan, akhirnya ia pun merebahkan dirinya yg sudah lelah karena petualangan panjangnya dengan Jameela. Ia pun jatuh tertidur juga sambil memeluk tubuh indah milik istrinya. Aksa benar-benar kelelahan, hingga tanpa ia sadari semenjak tadi ia bercinta dengan Jameela dengan semua perlakuannya yg lembut itu, telah diperhatikan oleh seseorang dari balik pintu yg terbuka sedikit. Terlihat, sekali raut kekecewaan di wajah itu. Kemudian, seseorang itu pun melangkah meninggalkan rumah itu. Pergi ke tempat baru dimana ia bisa merasakan kenyamanan dalam hatinya yg berkabut luka.


__ADS_2