
Hutan
Di dalam tempat yg sunyi, sepi hanya terdengar suara jangkrik malam yg berbunyi. Tubuh, lemah dan tak berdaya itu tampak menggeliat pelan perlahan. Ia meringis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Raut wajah tampannya tampak kotor karena terkena tanah.
Perlahan, ia bangkit sambil menahan rasa sakit itu.
Ia mencoba berjalan menyusuri hutan, untuk meminta pertolongan kepada siapa pun yg ada di sana. Namun, sepi! Tidak, ada siapa pun yg ada disana. Tapi, ia melihat ada sebuah gubuk kecil di hutan lebat itu.
Gerakan kakinya reflek menuntunnya kesana. Setelah ia sampai disana, ia melihat hanya ada satu gubuk itu saja. Tidak ada, gubuk yg lain. Aneh. Lalu, ia pun mencoba mengetuk pintu gubuk itu. Lalu, terdengarlah satu sahutan dari dalam sana.
Kakek Tua : "Masuk saja, nak?"
Ia pun masuk ke dalam gubuk tersebut. Setelah, ia masuk dan menutup pintu gubuk itu ia terkejut melihat sosok seorang kakek tua berjanggut panjang. Memakai, pakaian putih bersih dan juga memakai sorban di kepalanya. Melihatnya masuk ke dalam gubuknya, kakek itu tersenyum ramah.
Kakek Tua : "Siapa namamu, nak?"
Miki : "Miki, kek! Miki Hermawan!" ucapnya agak gemetaran. Entah, mengapa tiba-tiba saja ia gemetar berhadapan dengan kakek itu.
Kakek Tua : "Oh, Miki ya? Nama yg bagus! Tapi, sayang kau memilih jalan yg salah!"
Miki berkerut dahi.
Miki : "Memilih jalan yg salah? Apa, maksud kata-kata kakek?"
Kakek Tua : "Tak perlu kau tanyakan lagi. Kau sendiri sudah tentu mengerti dengan apa yg kumaksud, anak Adam?"
Miki : "Anak Adam? Kakek? Ayahku, namanya bukan Adam?"
Kakek Tua : "Iya.....iya......! Aku tahu! Kau tidak perlu, protes nak?"
Miki : "Em, Kakek ini siapa? Nama, kakek siapa?"
Kakek Tua: "Kakek ini hanya seorang pengembara, nak? Kau tidak perlu, tahu siapa nama kakek! Sebab, kita bertemu hanya sebentar saja!"
Miki heran sambil ia memegangi seluruh tubuhnya yg sakit akibat dihajar oleh anak buah Aksa, Ale.
Kakek Tua : "Tampaknya kau kesakitan, nak? Kemarilah, dan minumlah segelas air putih ini nak? Mudah-mudahan, saja kamu akan segera baikan."
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang lagi. Miki pun melangkah mendekati kakek tua itu. Lalu, mengambil segelas air putih yg ada di tangan kakek itu tanpa ragu dan meminumnya.
"Gluk....gluk.....gluk!!!" bunyinya.
Kakek Tua : "Bagaimana, rasanya nak?"
Miki : "Rasanya segar sekali, kek? Dan, tubuh saya yg tadinya sakit kini sakitnya mulai berkurang, kek!"
Kakek Tua : "Alhamdulillah, kalau kamu sudah baikan! Sekarang, kamu beristirahatlah disana! Tapi, ingat jangan kamu ikuti dendam dan hawa nafsu karena semua itu hanya akan membawa malapetaka bagi dirimu sendiri. Baik-baiklah, kamu hidup di dunia selama kamu masih bernafas. Kalau bisa kerjakanlah, Sholat 5 waktu dan berzikir. Insya Allah, itu akan lebih berfaedah buat kamu dan juga masa depanmu! Pikirkanlah, baik-baik!" ucap kakek tua itu.
Setelah, kakek tua itu berkata begitu. Bersamaan dengan itu pula, Miki jatuh tertidur pulas di atas tumpukan jerami. Melihat, itu kakek itu tersenyum kemudian ia pun menghilang entah kemana. Bersamaan, dengan gubuknya yg tadi terlihat. Kini, gubuknya pun ikut menghilang bersama dengan hilangnya kakek tua itu.
Siapakah, kakek tua itu?
Yg jelas, Miki telah bertemu dengan seseorang di tengah hutan yg lebat. Dan, Miki pun terbangun di pinggir jalanan kota. Ia melihat seseorang membangunkannya. Ia merasa heran.
"Lho, kok aku bisa berada disini? Lalu, gubuk dan kakek itu kemana?" ucap hatinya.
Lalu, kemudian ia pun bertanya dengan orang yg baru saja membangunkannya.
Miki : "Maaf, bu? Saya mau nanya, tadi malam saya bertemu dengan seorang kakek tua yg tinggal di dalam gubuk di tengah hutan. Kira-kira, kemana ya kakek itu dan gubuknya? Dan, mengapa saya bisa ada disini?"
Miki : "Apa??? Disana? Di atas lereng sana?" ucapnya terkejut sambil menunjuk daerah di atas bukit.
Seorang Ibu : "Kenapa, nak?"
Miki : "Ah, masa bu?"
Seorang Ibu : "Iya, masa saya bohong?"
Miki benar-benar tampak seperti orang linglung.
Seorang Ibu : "Nak? Tampaknya, kamu telah bertemu dengan seorang makhluk alam lain."
Miki : "Apa??? Alam lain?"
Seorang Ibu : "Iya"
__ADS_1
Miki : "Tadi malam, aku terbangun dan berada di tengah hutan! Aku melihat ada gubuk dan ada seorang kakek di dalam gubuk tersebut. Ia memberiku segelas air putih lalu kemudian aku tertidur. Dan, saat Ibu membangunkanku tiba-tiba saja aku ada di pinggir jalanan kota. Kan, seharusnya aku masih ada di hutan, bu?"
Seorang Ibu : "Nak, berterima kasihlah kepada Allah kamu masih bisa kembali ke alam nyata dengan selamat. Jika, tidak selamanya kamu akan tetap berada di alam yg bukan alam kita. Ini, mungkin merupakan sebuah peringatan untukmu!"
Miki terhenyak ketika ia mendengar ucapan ibu itu. Di akuinya, ia telah banyak melakukan dosa. Ia menyukai sesama jenisnya sendiri. Hingga, akhirnya menimbulkan masalah pada dirinya sendiri. Ia pun kembali pulang untuk melihat Aksa untuk yg terakhir kalinya.
Dari jauh, ia menyaksikan betapa bahagianya Aksa dan Jameela. Ia melihat Jameela sudah mengandung. Tiba-tiba, terselip rasa penyesalan di hatinya. Dan, akhirnya ia pun pergi dari tempat itu sambil berucap.......
Miki : "So Hurt To Love U....." ucapnya lirih.
Lalu, ia pun menaiki sebuah angkotan kota menuju rumah lamanya yg sudah lama ia tinggalkan. Sedangkan, Aksa dan Jameela tertawa bahagia. Aksa berkali-kali mencium jari-jemari istrinya dan meremasnya.
Aksa : "Aku pengen, tapi kamu masih belum melahirkan!"
Jameela : "Sabar, dong sayang bentar lagi kan juga lahir?"
Aksa : " Duh, ternyata puasa ipun tuh menyiksa banget ya?"
Jameela : "Sabar, ya sayang? Bentar, lagi juga selesai puasanya?"
Aksa : "Begitu, ya?"
Jameela : "Iya"
Aksa : "Ohh, I LOVE YOU BABY???
Jameela : "I LOVE YOU, too baby?" ucap Jameela memeluk mesra Aksa dan mengecup bibirnya lembut.
Akhirnya, Jameela dan Aksa hidup bahagia selamanya.
ππSO HURT TO LOVE Uππ
π¦π¦π¦π¦π¦THE ENDπ¦π¦π¦π¦π¦
Akhirnya, tamat juga novel ini.
Aku kira bakal beberapa bab lagi, eh....ternyata tinggal 1bab lagi. Makasih banyak yg udah sempetin waktunya buat baca karyaku ini ya?
__ADS_1
Terima kasih......
Author