
Di sebuah ruang khusus. Ruangan rahasia dimana biasanya banyak foto terpajang disana. Dimana, terdapat jejak orang yg tidak pernah dilupakan. Meski, sudah berbelok arah sekalipun. Bayangan wajah itu, pun kerap datang menyapa. Dan, hari ini ia bertemu dengannya. Ia bertemu dengan orang yg pernah singgah dan menyakiti hatinya. Melihat wanita itu hari ini benar-benar membuatnya sangat terluka. Ia ingin menghapus semua kenangan masa lalu namun, tak pernah ia berhasil. Malah, ia memajang semua foto-foto wanita cantik itu disana. Tapi, semua foto itu hancur berantakan. Yang tersisa hanyalah kepingan kaca dan juga satu lukisan besar yg masih terpampang disana di dinding. Lukisan dengan wajah cantik dan senyum memikat hatinya masih tetap berada disana. Aksa Franklin menghancurkannya untuk meluapkan emosinya yg datang melanda. Tangannya penuh dengan noda darah segar menetes di sela-sela buku-buku jarinya. Dadanya tampak naik turun usai ia meluapkan emosinya. Wajahnya tampak sangar bagaikan orang yg hendak memakan orang. Setelah, puas menghancurkan semua foto-foto tersebut ia pun keluar dari kamar tersebut. Ia meraih handphone yg terletak di saku celananya. Perlahan ia memencet nomor telepon lalu kemudian menelepon seseorang.
"Halo" sapa orang di seberang sana.
"Baby? Dimana kau?"
"Aku sedang berada di hotel Santika no.1056! Datanglah, kemari!" ucap suara di seberang sana.
"Baiklah, aku datang!" ucap Aksa Franklin lalu memutuskan teleponnya.
Lalu, ia pun segera meluncur ke hotel yg dimaksud untuk bertemu dengan orang yg di teleponnya tadi. Sesampainya disana, ia langsung naik lift menuju kamar yg dimaksud. Ia mencari nomor kamar 1056. Matanya melihat ke kanan dan ke kiri. Akhirnya, ia menemukannya. Lalu, ia kemudian mengambil handphone lalu mengetik sms.
"Aku di depan kamarmu!" smsnya.
Tak lama pintu kamar itu pun terbuka. Langsung saja Aksa memeluk tubuh itu begitu ia melihat wajahnya. Sangat erat sekali pelukannya. Penuh rasa rindu yg menggebu.
"Sudah! Hei...hei mau berapa lama kamu memelukku?" ucap Miki.
Ternyata, orang yg ingin ditemui oleh Aksa adalah Miki, kekasih sejenisnya.
__ADS_1
"Kenapa, kau berbicara begitu? Aku sangat rindu, tahu!" ucapnya manja sambil mengelus bokong Miki.
"Iya, aku tahu. Tunggu, aku tutup pintu dulu. Habis itu, kau bebas melakukan apa saja denganku!" ucap Miki lagi.
"Baiklah!" ucap Aksa lalu melepas pelukan eratnya di tubuh Miki.
Miki menutup pintu dan Aksa langsung saja memeluknya dari belakang. Tampak sekali ia sedang mencari-cari sesuatu di antara kedua paha Miki. Akhirnya, ia menemukannya dan ia meraihnya. Menyentuhnya dan mengelusnya.
"Mmh" desahan suara Miki pun terdengar.
Sementara, itu Aksa semakin liar lagi. Ia membuka resleting kancing celana Miki lalu ia memelorotkannya. Kemudian tangannya tampak menyelusup ke dalam cd tersebut. Ia bermain-main di daerah tersebut lama sekali. Hingga, membuat Miki tidak tahan lalu memuntahkan lahar hangat miliknya. Aksa tersenyum, saat ia mengetahui Miki sudah mengeluarkan miliknya. Lalu, kemudian ia membuka celananya sendiri dan memelorotkannya ke bawah. Tampak meriam miliknya sudah berdiri tegak. Langsung, saja ia pun menerkam milik Miki dari belakang. Dan, mereka bercinta hingga beberapa jam kemudian. Lelah, mengalami petualangan selama berjam-jam lamanya. Aksa bangkit dari tempat tidur lalu ia meraih rokok yg berada di kantong celananya tadi. Ia membuka dan memantikkan api di ujung batang rokok tersebut. Ia menghisap asap dari rokok tersebut pelan-pelan dan membuangnya ke udara. Sejenak, ia membuang nafas lelah. Menatap, langit malam yg gelap bertabur bintang.
"Aku bertemu dengannya!" ucapnya tiba-tiba pada Miki. Miki terkejut!
"Kau, bertemu dengannya?" ucap Miki mengulangi kata-kata Aksa barusan.
Aksa menghela nafas.
"Ya"
__ADS_1
"Lalu, bagaimana? Apa, kau bicara dengannya?"
"Tidak!"
"Kenapa?"
"Sebelum, aku bicara dia sudah lari duluan."
"Dia lari duluan?"
"Ya, sepertinya dia tidak mau bicara denganku!" ucap Aksa sambil membuang puntung rokoknya. Lalu, ia menoleh melihat Miki yg tampak bingung.
"Mungkin, juga karena laki-laki tersebut hingga ia tak mau bicara denganku! Mungkin, ia sudah melupakanku!" ucap Aksa lagi.
Miki menepuk-nepuk pundak Aksa lalu berkata.....
"Bagaimana, jika kau bertemu lagi dengannya."
"Akan, kubuat perhitungan dengannya. Akan kubuat hidupnya menderita. Sama, seperti penderitaan yg aku alami." ucap Aksa sambil kemudian mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Baiklah, terserah kau saja. Asal, itu tidak membuatmu menyesal." ucap Miki kemudian menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur lalu tak lama ia pun terbang ke alam mimpi. Melihat, Miki yg sudah tertidur pulas. Aksa pun tersenyum. Ia lalu menyelimuti tubuh putih dan mulus milik kekasih sejenisnya itu. Lalu, kemudian ia pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Tampak, sekali ia memiliki tubuh tegap, otot perut kotak-kotak dan bahunya yg lebar. Sayang, sekali bentuk tubuh indah miliknya hanya untuk Miki seorang. Ia tak pernah sekalipun menyentuh wanita mana pun pasca putus dari cinta pertamanya dulu, Laila. Ia menjadi trauma dengan wanita. Ia takut terluka untuk kesekian kalinya. Jadi, ia memilih berbelok arah dan mencintai Miki, lelaki sesama jenis. Yang selalu ada di sisinya. Selalu mendengarkan keluh kesahnya. Selalu paham dan mengerti dengan keadaan dirinya.
Ia sangat bahagia memiliki Miki di dalam hidupnya. Meski, ia tahu sesungguhnya ia sendiri telah menyeret Miki dalam permasalahannya. Ia jadi selalu bergantung pada Miki. Tidak ada yg tahu tentang sisi gelap dirinya selain Miki. Tidak ada yg tahu tentang kesedihan dan rasa sakitnya selain Miki. Untuk, itu ia pun tanpa ragu menyimpan Miki di dalam hidupnya. Ia rela membiayai hidup Miki. Agar mereka selalu tetap bersama selamanya. Baginya, Miki tak akan pernah bisa digantikan oleh siapa pun, meski wanita secantik dewi sekali pun.