SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
EXTRA PART MIKI-04


__ADS_3

Miki, tiba-tiba mendorong kasar tubuh Maharani darinya agar bibir Maharani terlepas dari bibirnya. Setelah, itu ia pun lari kamar mandi dan menutup pintunya.


"Brak"


Suara pintu di banting.


Di dalam kamar mandi, ia menenangkan dirinya. Gemuruh di dadanya kian bergejolak. Ciuman itu masih terasa panas baginya. Hingga membuat suhu tubuhnya tidak normal. Ia mengatur nafasnya yg masih ngos-ngosan. Dalam, hati ia berjanji ia tidak akan dekat-dekat dengan Maharani. Karena, baginya sekarang Maharani tampak seperti gadis kecil mengerikan baginya.


Miki : "A....aku harus menjauh dari gadis itu! Aku tidak bisa terus dekat-dekat dengannya! Tapi, rasa bibirnya.....! Uuuhhh.....Aaarrrggh!"


Miki mengacak-acak rambutnya asal.


Sedang, Maharani yg melihat tingkah laku Miki yg lari seperti pengantin wanita yg tidak siap disentuh ia jadi tertawa sendiri.


"Hahaha"


Maharani : "Ia mirip seperti, pengantin wanita yg tak siap disentuh! Hihihi!" kekehnya geli.


Setelah, menenangkan dirinya sendiri. Miki pun segera keluar dari kamar mandi dengan wajah dan rambut yg basah. Maharani, meliriknya sekilas. Maharani sedang membaca majalah di tangannya. Dan, Miki tidak mempedulikannya. Ia terus saja berjalan naik ke atas menuju dimana kamarnya berada.


💦💦💦💦💦


Malam Tiba.


Cuaca di malam hari ini seperti tak biasanya, langit malam memang gelap dan semakin berwarna gelap di sertai angin yg sangat kencang. Maharani kedinginan ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Meski, selimut itu kurang tebal menurutnya.


Saat itu tengah malam, tepat pukul 12 malam. Dan, tak lama hujan pun turun demikian derasnya. Karena, selimutnya kurang tebal. Rasa dingin kian menusuk tulang. Maharani menggigil kedinginan. Sedang, Miki tertidur di atas kasur dengan nyenyaknya. Dan, tak mempeduikan tamunya yg kedinginan.


Karena, rasa dingin itu Maharani tak bisa tidur. Ia pun membangunkan Miki untuk mengizinkannya tidur di satu tempat tidur yg sama.


Dengan kedinginan.


Maharani : "Kakak?" ucapnya sembari mengguncang tubuh Miki. Namun, Miki tetap tertidur nyenyak.

__ADS_1


Maharani pun kembali mengguncang tubuh Miki. Namun, Miki tetap tidak merespon. Karena, Miki tak merespon panggilannya maka Maharani sudah tidak peduli. Ia pun langsung naik ke atas tempat tidur Miki dan tidur di sebelah Miki sambil memeluknya erat.


"Maafkan, aku kakak?" ucapnya dalam hati.


Miki, yg sedang tertidur nyenyak tiba-tiba saja membuka matanya ketika ia merasakan ada sesuatu yg tak biasa di sisinya. Ia merasakan sentuhan lembut seorang gadis di sisinya.


Langsung, saja ia menoleh dan ia terkejut dan hampir saja jantungnya jadi copot. Ketika, ia melihat Maharani ada di sebelahnya sedang tidur sambil memeluknya dari belakang. Sontak saja, ia jadi marah karena ulah Maharani yg selalu menggoda dirinya.


Ia mendorong jatuh tubuh Maharani dengan kasar sambil berucap....


Miki : "Minggir, kau!!!"


Karena, dorongan Miki yg sangat kuat tubuh Maharani pun jatuh ke bawah.


"Gubrak" bunyinya.


"Aww"


Maharani, meringis kesakitan.


Miki : "Tega dan kasar? Tentu, saja karena kau sudah melanggar persetujuan untuk tinggal di sini!"


Maharani : "Persetujuan? Persetujuan, apa?"


Miki : "Persetujuan itu!"


Maharani : "Persetujuan itu, apa?"


Miki : "Persetujuan, kau tidur di bawah dan aku tidur di atas!"


Maharani : "Ooohh??? Itu, ya? Kakak? Aku tidak melanggar persetujuan? Ini, keadaan darurat! Aku kedinginan! Dan, aku mencari kehangatan di atas tempat tidur kakak! Itu saja!"


Miki : " Hanya itu saja?"

__ADS_1


Dengan kedinginan dan melipat tangan di dada.


Maharani : "Iya"


Miki melihat Maharani kedinginan, jadi ia pun mengiyakan saja. Ia membolehkan Maharani tidur satu ranjang dengannya.


Miki : "Baiklah! Kau, boleh tidur satu ranjang denganku! Tapi, ingat jangan macam-macam dan jangan coba-coba menyentuhku! Kau mengerti!"


Maharani : "Iya, aku janji!" ucap Maharani lagi.


Maharani pun langsung melompat ke atas ranjang dan ia pun mengambil selimut tebal milik Miki. Dan, menggunakannya untuk menutupi tubuhnya yg kedinginan.


Miki yg melihat itu hanya geleng-geleng kepala saja. Ia pun, naik juga ke atas tempat tidur. Lalu, merebahkan tubuhnya di samping Maharani yg sudah terlelap.


Ia pun juga, menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal yg sama yg di pakai oleh Maharani. Memang, selimut tebal itu cuma satu. Dan, akhirnya Miki harus berbagi selimut dengan Maharani hingga pagi.


💦💦💦💦💦


Pagi Hari.


Hujan telah berhenti dan pagi pun datang menyapa. Sinar matahari perlahan menembus kamar kecil itu. Miki terbangun ketika ia merasa tangannya menyentuh sesuatu yg sangat lembut. Ia merabanya perlahan, dan ia merasakan kelembutan bagai kain sutra sangat halus.


Ia membuka matanya yang masih terpejam. Untuk melihat, sesuatu yg ia sentuh dan rasakan. Dan, ketika ia membuka matanya. Jantungnya seakan berhenti berdetak!


"Astaganaga!" pekik hatinya.


Ternyata, yg ia sentuh dan ia pegang adalah paha putih mulus milik Maharani. Maharani, tidak tahu kalau tangan Miki berada disana. Lagi, Miki mengelusnya perlahan sambil mencuri lihat Maharani yg masih tertidur.


"Aahh"


Miki merasakan, sesuatu sentuhan di daerah int*mnya. Ia melihat, ternyata tangan Maharani tengah bermain-main dengan adik kecilnya. Nafasnya, terdengar ngos-ngosan merasakannya. Sedangkan, Maharani sudah bangun dan membuka matanya. Ia tersenyum nakal menatap Miki.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤

__ADS_1


💕SO HURT TO LOVE U💕


Love form Miki dan Maharani😘😘😘


__ADS_2