SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Laila Tiada?


__ADS_3

Aksa sedang berada di kantor, sedang memperhatikan monitor yg ada dihadapannya. Ia sedang melihat Jameela sedang memasak di rumah dan membersihkan rumah. Aksa tersenyum melihatnya.


Ia sangat senang melihat keseharian Jameela di rumah. Selain, mengurusnya sebagai seorang istri Jameela juga selalu menunaikan tugasnya sebagai seorang istri di atas ranjang tanpa paksaan.


Kalau, dulu Aksa sering memaksanya. Tapi, tidak sekarang. Jameela, selalu menuruti keinginan Aksa untuk bercinta dengannya tanpa paksaan apa pun dari Aksa. Dan, itulah yg membuat Aksa senang.


Sedang, asyiknya ia melihat monitor di hadapannya. Tiba-tiba saja, ponselnya berdering nyaring. Langsung, saja ia mengangkatnya.


"Halo!" ucapnya.


"Ah, halo bos!" ucap Ale di seberang telepon.


"Ale!"


"Tentunya, ada kabar bagus!"


"Sehingga, kau meneleponku!" ucap Aksa.


"Ehh, iya bos!"


"Kami, sudah membawanya ke tempat biasa bos!!!"


"Bagus!!!"


"Jaga, dia jangan sampai lepas!!!" ucap Aksa.


"Sebentar, lagi aku akan segera kesana!" ucap Aksa.


"Baik bos!!!" ucap Ale.


"Tut"


Aksa memutuskan teleponnya dengan Ale.


Tampak, tersungging senyum sinis di bibirnya.


"Siapa pun, yg berani menyentuh tubuh istriku maka, ia harus mati!!!" ucapnya penuh dendam.


Lalu, setelah berkata begitu Aksa pun segera pergi dari ruang kerjanya. Menuju, pelataran parkir. Saat, ia membuka pintu mobilnya ia mendengar suara seorang wanita memanggilnya.


Ia menoleh dan ia terkejut ketika ia melihat siapa sosok wanita yg memanggilnya. Ternyata, yg memanggilnya adalah Via. Sahabat Laila yg merupakan sahabatnya juga.


"Lama, tidak bertemu Aksa?"


"Apa, kabarmu?"


"Via???


"Aku, baik-baik saja, Vi?" ucap Aksa.


"Hm, sejak kejadian itu kau menghilang begitu saja!" ucap Via mengingat kembali masa lalu. Mengingat, kejadian yg membuat hubungan Laila dan Aksa retak.


Aksa terdiam.


"Masa lalu, tidak perlu kau ungkit lagi Via?"

__ADS_1


"Semuanya, sudah berlalu dan nasi pun telah menjadi bubur!" ucap Aksa dingin.


"Kau, benar!"


"Masa lalu, telah berlalu?" ucap Via.


"Entah, bagaimana kabarnya kini di tanah yg dingin itu!" ucapnya lirih.


"Tanah yg dingin?"


"Apa, maksudmu?" tanya Aksa kepada Via.


"Apa, kau ingin tahu???"


"Ikutlah, denganku!"


"Akan, aku tunjukkan dimana dia berada bersama rasa sakit dan kesendiriannya!" ucap Via mengajak Aksa pergi ke suatu tempat.


Aksa mengangguk setuju. Ia pun mempersilahkan Via masuk ke dalam mobilnya. Ia jadi penasaran dengan kata-kata Via barusan. Jadi, ia setuju saja saat Via mengajaknya ingin menunjukkan sesuatu padanya.


Via menunjukkan jalan pada Aksa yg mengarah pada tanah pekuburan yg sepi dan tiada orang satu pun disana. Di tanah pekuburan itu tidak banyak kuburan yg ada. Hanya ada beberapa saja kuburan yg ada disana.


Aksa tercengang saat Via membawanya ke tanah pekuburan yg jarang di datangi oleh manusia.


"Via, apakah kau bercanda?"


"Kau, membawaku kesini?"


"Tempat yg jarang orang kunjungi?" ucap Aksa.


"Dan, akan aku ceritakan hal yg sesungguhnya terjadi!"


"Mengapa, ia sampai tega menyakitimu dan pergi meninggalkanmu!" ucap Via akhirnya.


Lagi-lagi, Aksa pun menurut begitu mendengar ucapan dari Via. Ia turun dari mobilnya, dan Via mengajaknya menyusuri pekuburan yg sepi. Sampai, di sebuah kuburan yg tampak sederhana hanya berupa gundukan tanah dan papan nisan yg tulisannya sudah buram.


Via berhenti. Ia menatap sedih ke arah kuburan yg tanahnya sudah kering dan tak pernah tersiram air. Aksa memperhatikannya dan tiba-tiba ia merasa jengah.


"Ayolah, Via?"


"Apa, ini?"


"Kau mengajakku berziarah?"


"Kuburan siapa ini!" ucap Aksa bertubi-tubi membuat mata Via yg tadi kering pun mulai membasah. Dan, tiba-tiba ia pun menangis.


"Aksa, apakah kau tahu kuburan siapa ini?"


"Via!!!"


"Mana, aku tahu???" ucap Aksa kesal sambil kemudian berpaling kembali ia menuju mobilnya di parkirkan. Via yg melihat itu seketika berteriak.


"LAILA!!!"


Begitu mendengar nama Laila di ucapkan sejenak Aksa menghentikan langkahnya. Ia tertegun. Kemudian, ia berpaling lagi dan Via lalu menatap kuburan itu.

__ADS_1


"Ini, kuburan Laila!" ucapnya sedih.


"Apa!!!"


"Kuburan, Laila???" ucap Aksa.


"Ya, kuburan Laila!"


"Laila, sudah tiada!"


"Ia sudah meninggal, Aksa!"


"Dan, apa kau tahu apa penyebabnya?" tanya Via.


Aksa terdiam.


"Ia meninggal karena penyakit kanker darah yg menyerangnya!"


"Apa!!! Kanker Darah???" ucap Aksa.


"Ya"


"Apa pun, itu aku tak peduli!"


"Toh, ia sudah tiada!" ucap Aksa ketus.


"Aksa, kau memang lelaki kejam!"


"Apa??? Aku kejam???"


"Tidakkah, ia yg kejam?"


"Dia mengkhianatiku!!!" ucap Aksa dengan suara tinggi dan penuh emosi.


"Aksa! Apa, yg kau lihat terkadang bukanlah hal yg sesungguhnya?" ucap Via mencoba menyakinkan Aksa.


"Bukan, hal yg sesungguhnya? Via, kau jangan membelanya!"


"Aku, tidak membelanya Aksa?"


"Tapi, aku ingin memberitahumu sesuatu!"


"Dia T-I-D-A-K pernah M-E-N-G-K-H-I-A-N-A-T-I-M-U!!!"


"Apa!!!"


Kembali Aksa terkejut untuk kesekian kalinya.


"Waktu itu......"


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💕SO HURT TO LOVE U💕


💖💖Aksa Franklin dan Jameela Hamish💖💖

__ADS_1


__ADS_2