
Mobil itu melaju kencang meninggalkan gedung agensi tempat Jameela bekerja. Di dalam mobil, Jameela meronta ingin turun tapi tak di indahkan oleh Aksa.
"Diam!!! Apa, kau ingin semua orang mendengarnya?" ucap Aksa.
"Ya, aku ingin semua orang mendengarnya! Memang kenapa???" balas Jameela.
"Oh, ya? Kalau, begitu berteriaklah sesukamu!" ucap Aksa.
"Baik! Aku akan berteriak yg kencang biar semuanya dengar!"
"Tapi, sebelum kamu teriak? Hm?"
"Apa? Mau apa kamu!!!" ucapnya lagi.
"Aku akan menciummu!!! Jadi, silakan saja kau berteriak!" ucapnya sambil tersenyum nakal.
"Apa!!! Aksa, sialan! Dasar, kau buaya.....!!!"
Belum lagi Jameela menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba saja.....
"Cup!"
Aksa mencium bibirnya dengan lembut. Ia terkejut! Ia membelalakkan matanya. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Darahnya berdesir indah. Jantungnya berdebar kencang. Akhirnya, ia pun menerima ciuman lembut bibir Aksa. Ia terlena dan ia semakin tidak tahan. Saat, bibir Aksa turun ke lehernya dan memanjakan lidahnya di lehernya yg putih dan bersih itu. Seketika, terdengar suara desahan disana.
"Aaaahhh....mmmhhh.....ouhhh....." desah Jameela.
Ia benar-benar mabuk oleh sentuhan lembut suaminya. Aksa sangat puas dan senang ketika mendengar Jameela mendesah karenanya. Aksa, ingin melanjutkan lagi permainannya di mobil. Tapi, satu telepon mengganggu aksinya tersebut. Ia mengumpat penuh kekesalan kepada orang yg mengganggu kesenangannya itu.
"Sial! Siapa, sih yg menggangguku?" ucapnya sambil mengangkat telepon.
"Halo, bos! ucap Ale di seberang telepon.
"Ya, Ale. Bagaimana?"
__ADS_1
"Kami sudah menemukannya dan kami juga sudah membawanya ke tempat biasa."
"Owh! Baiklah! Aku akan segera kesana!"
"Oke, bos!"
Setelah, mendapat telepon tersebut. Ia pun tersenyum licik.
"Pak supir, putar arah. Ke tempat biasa!"
"Baik, pak bos!" ucap sang sopir itu kemudian putar arah kembali menuju ke sebuah tempat dimana ia biasa menyekap dan menghajar orang yg berani macam-macam dengannya. Jameela yg bingung pun bertanya kepada Aksa.
"Aksa! Mau kemana, kita!" tanyanya.
"Surprise, baby? Kau, tenang aja! Kali ini kita akan bersenang-senang!" ucapnya sambil menyentuh dagu Jameela.
Jameela merasa ada yg aneh dengan sikap Aksa barusan. Seperti, orang yg sedang marah! Ia pun diam dan tidak berani bertanya lebih jauh kepada Aksa. Tak, memakan waktu lama untuk sampai ke tempat itu. Mereka pun sampai. Aksa pun membawa Jameela turun dari mobil tersebut. Lalu, menggandeng tangannya masuk ke dalam tempat yg tampak seperti rumah kosong itu namun, kelihatan tampak terawat tersebut. Begitu, ia melihat Ale ia pun menghentikan langkahnya.
"Dimana, dia?"
"Tunjukkan!"
"Baiklah, bos! Mari ikuti saya!" ucap Ale lalu membawa Aksa untuk menemui orang yg dimaksud. Tepat, sampai di ujung lorong. Ale membuka pintu itu dan terlihatlah seseorang yg sedang duduk di kursi dengan kondisi kedua tangan dan kaki terikat. Jameela terkejut! Ternyata, orang yg berada dalam kondisi tersebut adalah Miki.
"Bagus sekali, Ale!" ucap Aksa.
"Miki!!! Kemana, saja kau pergi baby?" ucap Aksa tersenyum ramah.
"Cih! Mau, kemana aku pergi bukan urusanmu, Aksa!" ucap Aksa sambil meludahi wajah Aksa tapi tidak kena.
"Duh, baby? Kenapa, kau jadi marah begitu? Kemana, hilangnya rasa cinta di hatimu untukku?"
"Sialan, kau Aksa! Diam!!! Dan, jangan merayuku!!!" ucap Miki.
__ADS_1
"Owh? Baby? Tampaknya, Miki sangat marah dan cemburu padamu!" ucap Aksa kepada Jameela.
Jameela hanya diam saja mendengarnya.
"Baby? Kita lanjutkan saja disini hal yg sempat tertunda tadi. Gimana?" ucap Aksa sambil menyentuh lembut bibir Jameela.
"Apa!!! Tidak, Aksa! Miki, akan terluka!"
"Owh? Apa, kau lebih peduli pada perasaan Miki daripada perasaanku? Dia sudah mengkhianatiku!!!"
"Apa!!!"
"Dia bercinta dengan lelaki lain selain diriku! Dan, dia pantas mendapatkan hukumannya!!! Kalau, kau tidak mau aku akan menyetop biaya rumah sakit ibumu!"
"Jangan!!! Baiklah, aku mau!!!"
"Nah, gitu donk baby?" ucap Aksa.
Miki yg hanya mendengarkan pembicaraan Aksa dan Jameela akhirnya mengerti.
"Ap....apa yg akan kalian lakukan?" tanya Miki.
"Apalagi? Ya, bercintalah!!! Kami akan melakukannya di depanmu!!!" ucap Aksa tersenyum senang.
"Apa!!! Disini? Tidak! Kumohon, jangan lakukan itu di hadapanku Aksa! Kumohon? Hatiku akan sangat sakit melihatnya!!!"
"Aku tidak peduli!!!"
"Mila, please! Jangan, Mila! Kumohon?" ucap Miki sambil menangis.
"Maaf, Miki aku terpaksa melakukan ini demi ibuku!" ucap Jameela lirih.
"Kalian berdua, siaalannn!!!" ucap Miki sambil menangis keras.
__ADS_1
πππππBERSAMBUNGπππππ