
Langkah kaki itu tampak tergesa-gesa. Sesekali, ia menggigit kecil bibir bawahnya. Ia menyusuri lorong-lorong rumah sakit bersama suaminya, Aksa Franklin. Ya, hari ini Jameela pergi ke rumah sakit saat dokter meneleponnya. Mengatakan, bahwa ibunya sempat kritis di rumah sakit. Mendengar itu, ia pun memaksa Aksa untuk mengizinkannya pergi ke rumah sakit. Aksa mengizinkannya. Tapi, ia mengajukan syarat kepada Jameela.
"Boleh saja, tapi dengan satu syarat!" ucap Aksa.
"Disaat, begini kau malah meminta syarat dariku? Aksa, kau benar-benar seorang lelaki yg tak berperasaan!" ucap Jameela menangis.
"Mila baby? Tidak ada yg gratis di dunia ini!" ucap Aksa sambil tersenyum.
"Baiklah, aku setuju! Katakan, apa syaratmu!" ucapnya menyerah.
"Jalankan, peranmu sebagai seorang istri mulai malam ini. Layani aku!!!" ucapnya sambil berbisik lembut di telinga Jameela.
"APA!!!"
Jameela terkejut begitu mendengar syarat dari Aksa.
Ia terlihat sangat shock begitu mendengarnya. Tapi, demi ibunya ia rela melakukan apa pun.
"Baiklah, tapi aku juga punya syarat!" ucap Jameela meneteskan airmatanya.
__ADS_1
"Katakan, baby?"
"Aku ingin, kau membantu biaya rumah sakit ibuku."
"Baiklah, aku setuju!" ucap Aksa.
"Tapi, tolong kamu tanda tangani kontrak ini dulu!" ucap Aksa lagi sambil menyodorkan surat kontrak kepada Jameela.
"Kontrak?"
"Ya"
"Baiklah! Cepat, berikan kontraknya!" ucap Jameela sudah tak sabar lagi.
"Aku sudah menandatanganinya! Sekarang, bisakah aku pergi?" ucap Jameela.
Dengan, bibir tersenyum Aksa pun mempersilahkan Jameela untuk pergi ke rumah sakit tapi, ia tak mengizinkannya untuk pergi sendiri. Jadilah, Jameela pergi juga bersama Aksa ke rumah sakit. Dan, sekarang mereka telah berada di rumah sakit. Jameela bertemu dengan dokter yg merawat ibunya. Lalu, ia pun bertanya tentang kondisi ibunya kepada dokter tersebut.
"Dokter! Bagaimana, dengan kondisi ibu saya?" tanya Jameela.
__ADS_1
"Anda? Anaknya ibu Arumi Hamish?"
"Iya, dokter?"
Dokter itu menghela nafas panjang.
"Mari, ikut ke kantor saya!" ucap dokter tersebut dan Jameela dan juga Aksa pun mengikuti langkah dokter tersebut. Sampai, di dalam ruangan dokter pun segera menjelaskan kepada Jameela tentang kondisi ibunya yg sempat kritis tadi.
"Sebenarnya, kondisi ibu anda sudah membaik. Tadi, memang sempat kritis. Tapi, alhamdulillah sekarang kondisi ibu Arumi sudah tidak kritis lagi. Anda tidak perlu khawatir lagi nona Jameela." ucap dokter itu.
"Ehem, nyonya.....nyonya Jameela Franklin dokter?" ucap Aksa menyela.
"Oh, oke....oke....maaf.....saya tidak tahu kalau ternyata sudah menikah dengan anda tuan Aksa Franklin?"
"Oh, tidak mengapa dokter? Jadi, bagaimana apakah keadaan ibu Arumi.....?"
"Oh, tentang itu anda tidak perlu khawatir tuan? Saya, pasti akan melakukan yg terbaik untuk ibu Arumi."
"Baiklah, bagus kalau begitu?"
__ADS_1
"Baiklah, kami permisi dulu dokter?" ucap Aksa kemudian menjabat tangan dokter tersebut. Jameela pun juga menjabat tangan dokter yg merawat ibunya itu. Lalu, setelah itu segera keduanya pergi meninggalkan rumah sakit. Namun, sebelum pergi Jameela menyempatkan diri untuk menjenguk ibunya di ruangan tempat dimana ibunya dirawat. Ia menangis melihat keadaan ibunya itu. Aksa memberikan pelukan hangat untuk wanita cantik itu. Jameela pun menangis sejadinya dalam pelukan Aksa. Ia tidak sadar ia berada dalam pelukan seorang lelaki yg telah mengajukan syarat untuknya. Lalu, akhirnya ia pun tertidur akibat kelelahan dan terlalu banyak menangis dalam pelukan Aksa. Mengetahui, hal itu Aksa pun kemudian menggendong tubuh Jameela dan membawanya kembali pulang ke rumah. Selama di perjalanan pulang. Aksa tak henti-hentinya menatap wajah cantik itu yg sedang tertidur karena kebanyakan menangis.
Aksa memandangi setiap inci tubuh wanita cantik itu. Terlihat sekali bentuk tubuh itu sangat indah sekali. Sangat sexy dan menggoda dirinya. Ia meneguk air liurnya sendiri. Ingin sekali ia menerkamnya sekarang namun urung karena ia tidak ingin melakukannya disana. Lalu, kemudian ia membuang nafas lelah. Dan, akhirnya ia fokus kembali dengan pemandangan yg tersaji di hadapan matanya. Dimana langit sudah mulai tampak gelap. Hingga, malam pun akhirnya datang menyapa.