
Miki terkejut ketika melihat Maharani sudah bangun dari tidurnya dan kini sedang tersenyum nakal kepadanya. Dan, mata Miki melotot ketika ia melihat tangan Maharani menyelusup di daerah int*imnya. Hingga, ia mendesahkan suaranya yg membuat Maharani kian liar memainkan tangannya di sana.
"Aaah....Ssh....Uuuuh!"
Miki : "Hen....hentikan...Rani? Su....sudah.....cukup!"
Miki tersenyum lagi dan berkata....
Maharani : "Hihihi.....kenapa, kakak? Tadi, kakak pegang-pegang paha Rani? Sekarang, gantian dong aku pegang punya kakak!"
Miki : "Rani! Aku minta maaf! Aku tidak sengaja menyentuhnya!"
Maharani : "Oh, ya? Tidak sengaja? Emm? Ternyata, punya kakak besar juga ya? Iihhh....Rani jadi pengen dehh punya kakak?"
Miki : "Rani! Dasar, iblis kecil sialan!!! Keluarkan, tanganmu dari sana! Cepat!!!"
Maharani menolak.
Maharani : "Ihh....gak mau ahh? Lagi, asyik nih?"
Miki semakin mendesah tidak karuan dan menarik seprai menahan hasratnya agar tidak lepas kendali.
Miki : "Aaahh....Sshh"
"Sialan!!! Rasanya, enak sekali! Duh, aku butuh laki-laki! Eh...., bukan aku butuh wanita! Aku tak bisa menahannya lagi!" ucap hati Miki.
Miki sudah tak bisa membendung hasratnya lagi. Ia pun bangkit dan membalik keadaan hingga membuat Maharani terkejut. Sekarang, Maharani berada di bawah dan Miki di atas. Maharani merasa takut sekali, ia melihat raut marah di wajah Miki. Dan, Miki memegang erat kedua tangannya. Kini, Singa yg sudah lama tertidur itu pun bangun dari tidur panjangnya. Maharani, kini sedang dalam masalah besar.
Miki : "Karena, kamu suka sekali menggodaku! Maka, aku akan memberikanmu hadiah plus hukuman."
Maharani : "Kakak???"
"Apa!!! Hadiah plus hukuman?" ucap hati Maharani.
__ADS_1
Lalu, tanpa basa basi lagi Miki pun mencium bibir Maharani. Melumatnya tanpa ampun dan memasukkan lidahnya. Maharani, ingin berontak dan melepaskan diri namun, tidak bisa. Karena, Miki mengunci kedua tangannya erat.
"Mmph....mmhh"
Dan, kini ciuman itu pun turun ke leher indah Maharani. Ciuman itu sangat ganas terasa. Miki memberikan tanda cinta di leher indah Maharani.
Rani mendesah.
"Aahh.....Mi....ki? Tak...bisakah...kau...sedikit...lembut?"
Miki tak menjawab ia hanya fokus pada kegiatannya yg kian liar menyelusup ke dalam milik Maharani dan memainkannya hingga basah. Lagi, Rani mendesahkan suaranya.....
"Aaah"
"Emmh"
Miki sudah Lost contol sekarang. Seiring dengan desah indah Maharani. Ia pun kemudian melepas pakaiannya sendiri dan juga melepas semua pakaian Maharani. Miki pun sudah siap dan memposisikan miliknya. Lalu....bless...
"Aarrrggghhh"
Ternyata, Miki termasuk lelaki perkasa juga. Ia bercinta dengan Maharani selama 30 menit. Dan, ia pun memuntahkan pejunya disana. Dan, ia merasakan sangat nikmat disana. Lalu, ia pun turun dari atas tubuh Maharani.
"Ternyata, milik wanita memang luar biasa!" ucap hati Miki.
Sedang, Maharani terdiam setelah ia merasakan keperawanannya diambil oleh Miki, seorang lelaki yg ngakunya gay. Tapi, ternyata Miki doyan wanita juga. Apakah, Miki Biseksual? Entahlah, Maharani tidak tahu. Yang, pastinya ia sudah tidak perawan lagi dan Miki harus bertanggungjawab yaitu dengan menikahinya.
Maharani : "Miki! Kamu harus tanggung jawab! Kamu sudah mengambil perawanku! Hiks...hiks..."
Miki tiba-tiba merasa bersalah. Lalu, ia pun memeluk tubuh polos Maharani sambil meminta maaf.
Miki : "Maaf, aku tak bisa mengontrolnya lagi!"
(Hehehe...ternyata air putih dari kakek tua di hutan manjur juga buat ngobati penyakit menyimpang Miki! πππ Author berkata).
__ADS_1
Maharani : "Minta maaf itu mudah Miki. Bagaimana pun, kamu harus menikahi aku!"
Miki : "Apa!!! Menikah?"
Maharani mengangguk. Sedang, Miki bingung ia tidak punya pekerjaan tetap dan ia pun tidak punya uang untuk memberi nafkah nanti setelah menikah dengan Maharani.
Miki : "Tapi, aku tidak punya uang, Rani? Bagaimana, aku akan menafkahimu?"
Maharani : "Tidak perlu khawatir! Aku masih punya banyak kartu kredit di dompetku dan juga ATM."
Miki : "Ck..., tidak bisa begitu Rani? Gimana, mungkin aku pakai uangmu! Aku seorang laki-laki, apa kata orang nanti aku menghidupi istriku dengan uangnya sendiri! Aku bisa malu, Rani!"
Maharani : "Begini saja, jika kau masih punya uang gunakan untuk biaya pernikahan kita dulu! Setelah, itu nanti kau cari kerja untuk biaya hidup kita! Bagaimana, menurutmu?"
Miki tersenyum.
Miki : "Baiklah, kita akan menikah secepatnya besok! Kita menikah sederhana saja ya? Tidak apa-apa, kan?"
Maharani : "Tidak apa-apa, aku lebih suka sederhana dan apa adanya!" ucap Maharani bahagia.
Miki : "Baiklah, sekarang aku akan mandi dulu! Sudah, siang dan aku mau pergi sebentar cari pekerjaan. Siapa tahu, rezeki dan aku bisa diterima bekerja di sebuah kantor yg bagus."
Maharani : "Baiklah, kakak? Aku do'akan semoga kakak berhasil ya?"
Miki : "Iya"
Kemudian, Miki melepas pelukannya dan segera turun dari tempat tidur. Ia pun pergi menuju kamar mandi. Dan, menutup pintu.
"Brak"
Di dalam kamar mandi ia mengusap wajahnya kasar dan ia tampak frustasi sekali.
"Mengapa, jadi begini?" ucap hatinya.
__ADS_1
β€β€β€BERSAMBUNGβ€β€β€
ππSO HURT TO LOVE Uππ