
Akhirnya pernikahan antara Jameela Hamish dan Aksa Franklin berjalan lancar. Cincin kawin sudah terpasang di jari manis Jameela. Dan, juga buku nikah pun sudah keluar dan juga sudah di tandatangani oleh mereka berdua. Jameela mencium tangan suaminya dengan lembut dan tak terasa dua bulir mengalir di pipinya. Sedang, Aksa mencium keningnya dengan lembut dan penuh kasih. Agaknya, Aksa ini memang seorang pria yg pintar bersandiwara. Di hadapan, orang banyak ia bisa berlaku bak seorang suami yg sangat mencintai istrinya tapi di sisi lain ternyata ia mempunyai maksud tertentu terhadap Jameela. Ia ingin balas dendam teehadap Jameela atas perbuatan cinta pertamanya.Tampknya, Aksa ini sudah gila dan kemungkinan memiliki sebuah penyakit. Demi, rencananya itu ia rela melakukan banyak hal. Termasuk, menikahi Jameela.
Setelah, semua acara pernikahan selesai maka, langsung saja Aksa membawa Jameela pulang kembali ke rumahnya. Rumah megah bak istana tempat untuk mengurung Jameela selamanya. Dan, tak akan memperbolehkannya keluar dari sana walau sedetik pun. Perjalanan kembali tidak memakan waktu yg lama. Sebab, jarak rumah Aksa dan kantor penghulu sebenarnya tidaklah jauh. Hanya memakan waktu hanya 20 menit saja. Sesampainya, di rumah. Jameela pun langsung turun dari mobil dan langsung lari masuk ke dalam rumah. Ia tak ingin melihat wajah Aksa, lelaki yg telah memaksanya untuk menikah. Melihat, itu ia hanya tersenyum saja.
"Ck....buru-buru masuk kamar apa ingin langsung menggodaku?" ucapnya penuh senyum sambil melangkahkan kakinya untuk mengikuti langkah kaki Jameela. Namun, tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti kala ia melihat kekasih sejenisnya sudah berada disana. Sedang duduk di kursi tamu.
"Baby?" sapanya tersenyum manis.
"Uhm, maaf kalau aku mengganggu waktumu dengan istrimu." ucap Miki dengan nada kecewa.
"Baby? Apa yg kau katakan? Justru, aku sangat senang dengan kedatanganmu kesini. Tunggu, aku disini. Kita akan ada satu permainan hari ini." ucap Aksa kemudian berlalu meninggalkan Miki disana. Lalu, Aksa pun naik ke atas untuk menemui Jameela di dalam kamarnya. Saat, ia membuka pintu. Alangkah terkejut dan terpesonanya ia ketika ia melihat tubuh wanita cantik itu sudah setengah telanjang. Jameela buru-buru mengganti pakaian pengantin yg tadi ia kenakan sewaktu mengadakan pernikahan dengan Aksa. Aksa yg berada disana meneguk air liurnya sendiri berulang-ulang. Perlahan, ia mendekati wanita yg sedang setengah telanjang tersebut dan mendekapnya dari belakang. Jameela terkejut!
"Aaaa" teriaknya.
"Ssst, baby? Jangan, berteriak! Apa, kau ingin mengundang semua orang untuk menonton ini?" ucap Aksa.
__ADS_1
"Lepaskan aku, Aksa!"
"Uuu....kau sangat galak sekali."
"Keparat! Dasar, lelaki gila! Lepaskan, aku! Aku tidak sudi kau sentuh!!!" ucap Jameela marah.
"Apa? Tidak, sudi kusentuh? Tidak, apa-apa. Tidak jadi masalah buatku. Tidak, melakukan malam pertama denganmu bukan masalah bagiku." ucap Aksa kemudian melepaskan dekapannya dari tubuh Jammela. Lalu, Aksa meraih ponsel yg berada disaku celananya. Ia menelepon seseorang.
"Baby? Naiklah, ke atas. Kita mulai permainannya!" ucapnya sambil melirik Jameela yg melihatnya dengan tatapan bingung. Tak lama, muncullah seorang lelaki tampan bertubuh tegap hadir disana. Dialah Miki, kekasih sejenis Aksa. Melihat, lelaki asing yg lain di dalam kamarnya seketika membuat Jameela panik.
"Ap....apa-apaan ini? Keluar! Ini, kamarku!" ucap Jameela marah dan menghardik Miki yg baru saja masuk itu. Melihat, itu Aksa hanya tersenyum saja. Sedangkan, Jameela semakin jengkel melihat dua lelaki tampan itu disana dan sudah mulai melakukan hal yg tidak-tidak. Layaknya, sepasang kekasih. Ia mual. Dan, ia mau muntah melihat adegan dewasa tersebut berlangsung di hadapannya. Tak, mau melihatnya lebih lama. Jameela langsung saja memakai pakaiannya dan kemudian berjalan keluar dari sana. Namun, belum lagi ia melangkahkan kakinya tiba-tiba saja Aksa menangkap tangannya.
"Mau kemana, terserah aku. Yg penting, aku tidak melihat pasangan menjijikkan seperti kalian!!!" ucapnya.
"Oh, ya? Pasangan menjijikkan katamu? Baiklah, tidak masalah kau mengatakan itu. Tapi, kau harus melihat adegan ini sampai akhir!!!" ucapnya kemudian lalu mengambil tali untuk mengikat Jameela di kursi yg ada di dalam kamar itu.
__ADS_1
"Ap....apa yg kau lakukan?"
"Apa, yg kulakukan? Tentu saja, mengikatmu!!!"
"Aaaahh...., Aksa Franklin! Kau sakit!!! Lepaskan aku!!!" ucap Jameela mulai menangis.
"Diam kau!!!" ucap Aksa lalu mengangkat tangan menampar pipi Jameela.
"Plaaaakkkk"
"Aaah" pekiknya.
"Aksa, kau sangat kasar dan tak menghormati wanita. Aku sangat membencimu!!!" ucap Jameela sambil menangis dengan kedua tangan dan kaki terikat di kursi.
"Terserah!!!"
__ADS_1
"Hahaha"
"Ayo, baby kita lanjutkan lagi permainan kita di kamar sebelah saja." ucap Aksa kemudian kepada Miki dan meninggalkan Jameela disana sendiri. Jameela menangis sendiri disana di dalam kamar gelap. Ia benar-benar sangat terluka dengan perlakuan Aksa kepada dirinya. Ia mencoba melepaskan diri dari ikatan tali yg mengikatnya. Tapi, ia tak berhasil membukanya. Malah, ia merasakan perih di tangan dan kaki yg terikat oleh tali itu. Namun, rsa perih itu tak seperih perasaannya yg saat ini sangat terluka dan menderita. Entah, sampai kapan ia akan bertahan. Ia pun tak tahu.