
Miki : "Pak polisi???"
Maharani pura-pura menangis tersedu-sedu di hadapan pak polisi tersebut.
Polisi : "Ada, apa ini?"
Maharani : "Pak polisi? Kakak, saya....?"
Belum lagi, Maharani selesai mengadu. Miki, langsung menutup mulut gadis itu.
Miki : "Maaf, pak! Adik saya ini, memang begini! Nakal dan suka bicara yg tidak-tidak, pak?" ucap Miki sambil berkeringat dingin.
Polisi : "Benarkah itu, dek?"
"Sialan, bener nih cowok! Makin, nyebelin!" ucap hati Maharani.
Maharani : "Hehehe.....!"
Polisi : "Dek? Kamu, gak boleh kaya gitu! Kasian, tuh kakak kamu! Sekarang, kamu pulang ya?"
Maharani : "I.....Iya pak! Sekarang, saya pulang!"
Polisi : "Nah, siapa nama kamu!" tanya pak polisi pada Miki.
Miki : "Miki, pak?"
Polisi : "Oh, Miki ya? Miki, sekarang kamu bawa pulang adek kamu, ya?"
Miki : "Iya, pak! Ayo, dek kita pulang!" ucap Miki pada Maharani.
Maharani : "Iya, kak!"
Polisi : "Nah, gitu dong? Kan, lebih bagus gitu! Ya udah kalau gitu saya pamit ya? Baik-baik, ya kalian?"
Maharani & Miki : "Iya, pak!" jawab keduanya kompak.
Lalu, polisi itu pun pergi. Mereka pun, memandanginya sampai hilang di pandangan. Serta, merta Miki pun memegang bahu Maharani dengan kuat.
Miki : :Apa, maumu!!!"
Maharani : ???
__ADS_1
Maharani terdiam mendengar pertanyaan dari Miki.
Miki : "Ayo, bilang jangan diam aja!"
Maharani : "Apa, mauku??? Mauku, adalah aku ingin tinggal bersamamu! Sebagai bentuk kompensasi kau telah membuat memar jidatku!"
Miki : "Apa!!! Tidak!!!"
Maharani : "Tidak mau??? Kalau, begitu aku akan ke kantor polisi dan melaporkanmu atas perbuatan tak menyenangkan! Pilih mana!!!"
Miki : "Kau!!! Dasar, kau perempuan sialan!!!"
Maharani : "Terserah!!!"
Miki : "Baiklah!!!" ucap Miki lalu mengajak pulang gadis itu ke rumahnya. Ia mengambil kunci dan membuka pintu rumah.
"Cklek"
"Krieeett"
Miki memepersilahkan gadis itu masuk ke dalam rumahnya.
Miki : "Masuklah!"
Miki : "Ya, ada peraturan di rumah ini yg harus kau patuhi!"
Maharani : "Oh, ya? Apa, itu!"
Miki : "Aku seorang gay! Jadi, jangan pernah menyentuhku! Aku alergi sentuhan wanita!"
Maharani : "Itu saja? Baiklah!"
Miki : "Satu lagi, di rumah ini cuma ada satu tempat tidur. Jadi, kau tidur di bawah aku tidur di atas. Apa, kau mengerti!"
Maharani : "Ya, kau tak perlu khawatir! Aku mengerti, kok! Jika, kau gay maka aku lesbi!"
Miki terdiam kala gadis itu mengatakan bahwa dirinya adalah lesbi. Dan, gadis itu hanya tersenyum saja dalam hati.
"Oh, ya ampun! Dia jadi bengong gara-gara aku bilang aku lesbi?" ucap hatinya.
Miki : "Baguslah, jika kau lesbi! Ayo, naik ke atas! Aku tunjukkan kamarnya!" ajak Miki pada gadis itu. Maharani pun mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Sesampainya di lantai atas, Miki menunjukkan kamar itu. Kamar Miki tidak di sekat dinding. Hanya, blong begitu saja. Dan, bentuk kamar itu lebih menyerupai loteng karena jendelanya kecil.
Melihat, bentuk kamar yg seperti itu membuat Maharani berdecak kagum.
Maharani : "Wow! This is so great! I like it!"
Miki tersenyum.
Sesungguhnya, yg mendesain bentuk kamar itu tampak sedemikian rupa adalah Aksa, kekasih sejenisnya dulu. Aksa sangat suka dengan ruangan yg agak sedikit kecil. Memungkinkannya, untuk meletakkan sedikit barang disana.
Sejenak, Miki termenung mengenang masa-masa itu dengan Aksa. Hatinya, teriris pedih kala mengingat semuanya. Namun, ia menyembunyikan semua itu dari tamu barunya. Ia tak ingin tamunya tahu kegelisahan hatinya.
Miki : "Kau beristirahatlah! Taruh, saja pakaianmu di lemari kecil itu saja!" ucap Miki sambil menunjuk sebuah lemari kecil yg terletak di sudut ruangan itu.
Maharani : "Terima kasih, kakak?"
Miki : "Iya" ucap Miki sambil segera berlalu dari sana. Saat, Maharani melihat Miki hendak turun ia pun menanyakannya pada Miki.
Maharani : "Kakak? Kau, mau kemana?"
Miki : "Mau, cari udara segar!" jawabnya ketus.
Maharani : ???
Setelah, berkata demikian kepada Maharani. Miki, pun cepat-cepat turun ke bawah. Ia pun langsung menutup pintu rumah.
"Brak"
Ia merasa lelah merasakan betapa perihnya kehilangan orang yg ia cintai. Rasa cemburunya, telah mengubah segalanya. Bahkan, perhatian yg dulu ia rasakan dari Aksa semua sirna sudah.
Aksa telah berubah kembali menjadi laki-laki normal. Sedang, dirinya tersiksa dengan statusnya sebagai laki-laki namun, memiliki perasaan yg menyimpang. Yg menurut kebanyakan orang itu adalah penyakit, dan harus di obati.
Jika, Aksa bisa berubah menjadi normal maka Miki pun mengiginkan hal yg sama. Tapi, bagaimana caranya? Miki, tidak tahu harus berbuat apa. Ia benar-benar merasa sakit. Merasa, sakit karena ia tak pernah bisa merasakan sebuah perasaan terhadap wanita. Padahal, ia ingin tahu bagaimana rasanya mencintai dan memeluk wanita. Sungguh! Ia ingin berubah agar ia bisa menjalani hidup layaknya laki-laki normal lainnya.
Pikiran dan hatinya berkecamuk menjadi satu. Antara ingin berubah dan tersiksa karena rasa itu. Uuugh! Ia benar-benar kalut dengan pikirannya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Lalu, akhirnya ia pun masuk ke dalam rumah.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💖💖SO HURT TO LOVE U💖💖
👠👠👠Foto Maharani Anastasya👠👠👠
__ADS_1