
Hingar bingar musik mengalun begitu penuh dengan nada yg menghentak. Membuat siapa pun penikmatnya yg mendengarkannya menggoyang-goyangkan kepalanya. Termasuk, seseorang yg sedang dilanda perasaan cemburu berat. Siapa lagi kalau bukan Miki. Ia tengah duduk di dekat meja bar dekat bartender yg sedang mempertontonkan keahliannya dalam meracik minuman. Lagi, dan lagi ia meneguk minuman tersebut. Sambil tetap menggoyangkan kepalanya mengikuti alunan musik yg terasa memekakkan telinga tersebut. Tak, berselang lama ia duduk disana. Tiba-tiba datang seorang lelaki muda yg tampan. Yang berusia kira-kira 28 tahunan duduk di sebelahnya. Namanya, Rifki seorang pemuda yg usahanya sedang menanjak. Melihat lelaki tampan tersebut duduk di sebelahnya. Miki tidak peduli dan tidak mau tahu. Tapi, pada saat ia merasakan sentuhan di daerah selangkangannya ia pun beraksi. Ia pun memainkan satu matanya pada lelaki di sebelahnya. Seperti memberi isyarat untuk mengikutinya keluar dari Club tersebut. Dan, akhirnya lelaki tersebut pun mengikuti langkah kaki Miki keluar dari Club itu. Sesampainya di luar ternyata lelaki tersebut sudah mulai menyerang Miki dengan ciuman ganasnya. Namun, Miki tiba-tiba menghentikan aksi lelaki tampan itu.
"Hei....hei....sabar! Kalau mau begituan, langsung bawa saja aku ke hotel!" bisik Miki lembut di telinga Rifki. Rifki pun mengerti kemudian ia pun menggandeng tangan Miki menuju mobil yg terparkir di pelataran parkir Club. Ia pun lalu mengajak Miki naik mobilnya dan ia lun mulai menjalankan mobilnya menuju hotel yg terletak tak jauh dari Club tersebut. Sesampainya di hotel yg dimaksud. Rifki mengajak Miki turun lalu memesan kamar suit president di hotel tersebut. Setelah memesan kamar langsung saja mereka menuju kamar yg dimaksud. Lalu, membuka pintu dan Rifki yg sudah tak sabar langsung saja menerkam Miki yg pada saat itu sedang menuutp pintu.
"Hei....tunggu! Aku tutup dulu pintunya!" ucap Miki.
"Sayang, aku sudah tidak sabar nih!" ucap Rifki sambil menciumi leher Miki.
"Iya....iya....aku tahu!" ucap Miki kemudian meletakkan ponselnya di atas meja yg terletak di samping kamar itu. Kamar tersebut sangat luas. Dilengkapi dengan televisi dan juga Ac. Juga, kamar mandi di dalam kamar tersebut. Sehingga, tidak perlu keluar dari kamar untuk mandi di luar.
Rifki yg sudah tidak sabar lagi, langsung menyeret Miki ke dalam kamar mandi. Disana, ia memuaskan hawa nafsunya kepada Miki. Hal, yg sama juga dilakukan dan dirasakan oleh Miki juga. Ia mendesah-desah penuh dengan nikmat. Merasakan setiap sentuhan milik Rifki di dalam miliknya.
"Mmh....Rifki! Lagi....aaaaahhhh......!!!" desahnya.
Miki benar-benar terbuai dengan permainan Rifki. Hingga, teleponnya berbunyi pun ia sudah tidak peduli lagi. Ia tidak menghiraukan suara bunyi telepon tersebut.
__ADS_1
Sementara, itu di sisi lain.
Aksa yg sudah terbakar hasratnya, akan keintimannya dengan Miki. Merasa jengkel, karena Miki tidak menjawab panggilan telepon darinya. Sudah, sepuluh kali ia menelepon. Dan, sepuluh kali juga teleponnya di anggurin oleh Miki. Hingga, membuatnya benar-benar merasa tersiksa.
"Angkat, Miki!" ucapnya.
Namun, telepon itu pun tetap tak tersambung juga. Dan, akhirnya ia pun melempar ponselnya ke dinding.
"Brak"
Terdengar suara benda yg bertabrakan dengan dinding tersebut. Melihat, ponselnya berubah menjadi puing-puing, maka ia pun langsung naik ke atas menuju kamarnya yg terletak persis di sebelah kamar Jameela. Pada saat, ia akan melewati kamar wanita itu. Sekilas, ia melihat bayangan tubuh wanita cantik itu terlihat melalui celah-celah pintu yg terbuka sedikit. Melihat itu membuat Aksa tersenyum senang.
Lalu, secara perlahan ia pun masuk ke dalam kamar Jameela. Jameela, yg pada saat itu sedang membersihkan rambutnya karena baru saja selesai mandi tidak mengetahui kalau ternyata ada serigala yg mengincar dirinya.
"Hm? Wangi yg menusuk hidung!" ucap Aksa tiba-tiba sambil tersenyum. Jameela terkejut begitu menyadari Aksa sudah berada di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Aksa? Mau apa kamu!"
"Ck....baru saja kau menandatangani kontrak. Tapi, buru-buru kamu lupa!" ucap Aksa.
"Oh, maaf Aksa. Sepertinya aku belum siap." ucap Jameela menyatakan ketidaksiapannya.
"Oh, apa aku bertanya padamu tentang ketidaksiapanmu? Siap tidak siap, kau harus melayaniku! Karena, aku suamimu!!!" ucap Aksa kemudian ingin memeluk tubuh Jameela. Namun, tidak berhasil dikarenakan Jameela menghindar dari sergapan Aksa.
"Aksa! Bukankah, ada Miki? Tolonglah, aku benar-benar tidak siap!" ucap Jameela.
"Akh! Jangan, kau sebut nama itu! Kemungkinan, dia juga sedang sibuk! Jadi, tak punya waktu untukku!!!" ucap Aksa marah.
"Tapi, Aksa please! Aku benar-benar tidak siap?" ucapnya memohon.
"Aku tidak peduli!!!" ucap Aksa kemudian sambil mengejar Jameela yg berusaha ingin kabur dari sana. Tapi kemudian, Jameela tertangkap oleh Aksa.
__ADS_1
"Tap!"
"Kena kamu!!!"