SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Apa, Kau Cemburu?


__ADS_3

Setelah, berbicara demikian dengan Bella di telepon. Jameela pun bersiap-siap pergi. Ia pun lalu turun ke bawah. Memang, letak kamarnya berada di lantai atas. Ia pun lalu berjalan menuruni anak tangga. Sesampainya, di bawah ia bertemu dengan Aksa yg pada saat itu sedang menikmati sarapan paginya ditemani oleh pasangan sejenisnya, Miki. Ketika, ia melihat Jameela dengan pakaian rapi. Seperti orang yg hendak keluar rumah. Ia pun segera, meletakkan sendok garpunya. Lalu, kemudian ia menghampiri Jameela.


"Mau, kemana kamu!!!" ucapnya yg seketika menghentikan langkah kaki Jameela.


"Mau kemana aku pergi. Bukan, urusanmu!!!" ucap Jameela ketus.


"Apa!!! Berani, kamu ya seperti itu padaku???" ucap Aksa marah sambil memegang dagu Jameela kuat seakan ingin meremukkan dagu wanita itu.


Sedangkan, Jameela ia merasa terkejut dan kesakitan dengan perlakuan kasar Aksa padanya.


"Emh, sa.....kit!!!" ucap Jameela terbata-bata.


"Kalau, kamu tahu sakit? Sebaiknya, mulai sekarang kau bicara sopan padaku! Apa, kau mengerti!!!" ucap Aksa yg diiringi anggukan lemah kepala Jameela.


"Bagus!!!" ucap Aksa sambil melepaskan pegangan tangannya di dagu Jameela.


"Bagaimana, kaki dan tanganmu?"


"Kaki dan tanganku?"

__ADS_1


"Ya"


"Sepertinya, su.....dah.......bai......kan?" ucapnya takut-takut.


"Kalau, belum sembuh sama sekali. Kau tak boleh pergi kemana pun. Pergi dan beristirahatlah di kamarmu! Nanti, aku akan melihatmu!!!" ucap Aksa sambil berbisik di telinga wanita itu yg membuat rasa cemburu di hati Miki tumbuh kembali. Ia meremas kain celana yg di pakainya. Pemandangan yg berlangsung di hadapannya begitu menyakitkan hatinya. Hingga, akhirnya Miki pun segera berlalu dari sana. Aksa yg melihat itu, hanya bisa mengelus dada saja.


"Akh, sudahlah. Nanti, aku akan bicara padanya." ucap hatinya.


"Dengarkan, aku baik-baik! Segera pergi ke kamarmu! Nanti, aku akan menyusulmu!" ucapnya lagi.


"Baiklah!" ucap Jameela yg kemudian segera naik ke atas kamarnya. Sedangkan, Aksa pergi untuk melihat Miki yg saat ini sedang berada di lantai yg paling atas. Sedang, duduk di kursi yg tersedia disana. Tatapan, matanya jauh menerawang.


"Tidak? Untuk, apa aku Cemburu? Bukankah, aku tidak punya hak?" ucap Miki.


Terasa ada nada kecewa disana.


"Berbicara, tentang hak! Kau, memiliki hak untuk cemburu? Karena, aku adalah KEKASIHMU!" Tapi, kau harus mengerti juga Dia adalah Istriku. Dia, juga berhak atas diriku! Maaf, jika terkadang tindakanku pada dirinya membuatmu cemburu." ucap Aksa menenangkan Miki sambil melingkarkan tangan di pundak lelaki tampan itu. Sejenak, Miki merenungkan ucapan Aksa barusan. Dan, sejenak juga ia merasa ada yang aneh dengan ucapan Aksa barusan.


"Apa??? Hak??? Sejak, kapan ia jadi orang yg peduli tentang hak seorang Istri. Bukankah, dia hanya ingin BALAS DENDAM pada wanita itu?" seru hatinya.

__ADS_1


"Kenapa, kau jadi termenung begitu? Hm? Baiklah, aku tidak akan bersikap mesra dengannya di depanmu lagi. Apa, sekarang kau senang, baby?" ucap Aksa lagi. Kali, ini kata-kata tersebut mampu membuat senyum indah mekar di bibir lelaki tampan itu. Melihat, hal itu Aksa pun menjadi tenang. Ia merasa ia sudah melakukan yg terbaik untuk Miki. Meski, sebenarnya ia tidak tahu apa yg dilakukannya ini sudah benar atau tidak. Kehadiran wanita yg mirip dengan LAILA benar-benar membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Apalagi, sekarang ia sedang melangkahkan kakinya untuk menemui Jameela di kamarnya. Sesampainya, disana ia melihat wanita iu sedang berdiri menghadap jendela kamarnya. Tidak tahu, apa yg di pikirkan oleh Jameela saat ini. Namun, melihat tubuh wanita itu dari belakang membuat darah kelelakian Aksa berdesir. Langsung saja, ia mendekap tubuh wanita cantik dan sexy itu. Jameela terkejut! Kala mendapat pelukan hangat dari Aksa. Ia meronta minta di lepaskan. Tapi, Aksa tidak mau. Aksa tetap bersikukuh memeluknya. Membuat, Jameela benar-benar emosi.


"Lepaskan aku, Aksa!!!"


"Ck....ck.....ck.....baby? Tidak, bisakah kau diam dan biarkan aku memelukmu?" ucap Aksa dengan senyuman nakalnya.


"Aku kan sudah bilang! Aku tidak sudi, disentuh olehmu!!!" ucap Jameela lagi.


"Duh.....duh....baiklah.....baiklah! Sini, berbaliklah. Aku ingin, melihat dagumu tadi! Apakah, terluka atau tidak!" ucap Aksa perhatian.


"Cih! Aku tidak butuh perhatianmu, Aksa!"


"Oh, ya? Tidak, butuh perhatian dariku? Tidak, apa-apa! Tapi, aku ingin lihat bekas perbuatanku disana. Sayangkan, kalau bagian wajahmu terluka?" ucap Aksa memaksa. Akhirnya, dengan berat hati Jameela pun membalikkan tubuhnya menghadap Aksa. Lalu, Aksa pun bertindak bak seorang dokter memeriksa bagian wajah Jameela yg ia pegang dengan kuat tadi. Tidak, ada yg luka? pikirnya. Tapi, entah kenapa ketika melihat bibir merah merekah itu timbul niat dalam hati Aksa untuk mencium dan merasakan bibir itu. Jameela tampak terkejut sekali mendapati hal yg tersebut. Buru-buru ia menghindari bibir Aksa yg sudah hampir menyentuh dan mencium bibirnya. Melihat, penolakan dari Jameela, Aksa pun kesal.


"**SIAL!!!"** demikian ucapnya dalam hati.


Jameela melihat raut kekesalan di wajah Aksa. Ia takut Aksa marah padanya. Jadi, ia pun segera pergi dari ruangan itu. Ia pergi menjauhi Aksa yg tampak sangat kesal seperti orang yg tidak mendapat jatah Malam Minggu. Dan, memang Aksa jadi kesal plus marah, ia pun menendang jendela kamar di ruangan itu.


"Prang!!!"

__ADS_1


Kaca jendela tersebut pecah seiring nafsunya akan bibir Jameela yg tak tercapai olehnya. Disana, ia menahan rasa kecewanya pada Jameela. Karena, sebagai seorang istri ternyata Jameela tidak dapat memerankan perannya sebagai seorang istri dimata Aksa.


__ADS_2