SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Baby? Please!!!


__ADS_3

Jameela terus saja meronta-ronta minta diturunkan dari gendongan Aksa. Tapi, Aksa tidak mau menurunkannya. Karena, kini Aksa sedang di landa nafsu birahi yg sedang menggoda dirinya. Setelah, tadi di restoran mewah itu ia melihat Rosalina menggoda Aldrich Jefferson di hadapan matanya. Ia benar-benar jadi bernafsu sekali akan tubuh Jameela. Padahal, baru kemarin malam ia bercinta dengan Jameela secara menggebu-gebu. Sedangkan, Jameela ia sebenarnya juga menginginkan kehangatan Aksa secara diam-diam. Ia hanya pura-pura tidak mau di sentuh oleh Aksa. Padahal, dalam hati ia ingin di sentuh terus oleh Aksa, suaminya.


Harus ia akui soal kekuatan Aksa di ranjang tidak di ragukan lagi. Benar-benar membuatnya melayang-layang di atas awan. Membuatnya mabuk kepayang tiada henti hingga membuatnya lemas dan tak bertenaga. Dan, kini ia sedang menerka-nerka kira-kira bagaimana Aksa akan mencumbunya nanti.


"Aksa!!!"


"Oh, please!!!"


"Jangan!!!" ucap Jameela ketika mereka sudah sampai di rumah. Dan, ketika Aksa sudah menaruh tubuhnya di atas tempat tidur.


"Oh, baby? Please!!!"


"Jangan, pura-pura!!!"


"Aku tahu, kau juga menginginkannya?" ucap Aksa sambil meraba organ intim milik Jameela yg ternyata sudah basah oleh cairan miliknya sendiri.


"Kau, juga sudah terangsang kan?" ucap Aksa dengan senyuman nakalnya.


Mendengar, ucapan Aksa barusan membuat wajah Jameela bersemu merah jambu. Ia jadi malu sendiri Aksa memergokinya.


"Untuk itu, biarkan aku memberikanmu sentuhan cintaku untukmu, my Jameela???" ucap Aksa sambil mencium lembut bibir Jameela. Ia memagut bibir merah itu dan tak lama terdengar suara desahan Jameela.


"Aaahh" desahnya.


"Baby Aksa???" ucap Jameela, Aksa melepas ciumannya sesaat. Ia melihat raut wajah cantik itu ternyata nafsu Jameela pun sudah naik. Ia jadi sangat senang melihatnya.


"My wife? Jameela? I want you! I want your body! I want your heart! I want everthing in your's. Ohh.....my wife. I LOVE YOU, BABY???" ucap Aksa.


Pernyataan Aksa barusan membuat Jameela terkejut. Ia sedikit gembira. Namun, buru-buru ia menepis semua perasaan itu. Tidak, mungkin Aksa jatuh cinta padanya. Seorang, Aksa yg seorang gay tidak mungkin pernah mencintai seorang wanita.


Kecuali, hanya menuntaskan hasrat arus bawah pusarnya. Yg selalu menuntut, kenikmatan darinya. Ya, tanpa cinta hanya nafsu belaka. Tapi, bodohnya ia sendiri ternyata menikamati setiap sentuhan dan ciuman lembut bibir Aksa di setiap inci tubuhnya.


Dan, kali ini kembali Aksa meminta kembali haknya sebagai seorang suami yg memiliki hak penuh atas dirinya. Dan, ia sebagai seorang istri harus melayaninya. Gairah, Aksa kini tengah menggebu-gebu. Ia kini kembali, merengkuh Jameela dalam pelukannya. Ia menyentuh organ intim Jameela dan menggeseknya dan lima jarinya dengan lembut.


Hingga, membuat Jameela tidak tahan dengan sentuhan itu. Ia pun kembali mendesah penuh nikmat.


"Aaah" teriaknya.


Begitu mendengar suara desahan itu. Aksa tersenyum.


"Wow, reaksimu luar biasa, baby?" rayu Aksa.


"Sekarang, bagaimana kalau dengan ini." ucap Aksa sembari melorotkan cd yg di pakai oleh Jameela. Lalu Aksa merenggangkan kedua kaki Jameela. Kali ini ia ingin sekali bermain di organ intim istrinya itu.


Ia ingin menjilat dan menghisap **** yg sudah basah itu. Dan, Aksa pun melakukannya. Kembali, teriakan dan desahan keluar dari bibir merah Jameela.


"Aaaah" teriaknya ketika Aksa menjilat miliknya.


"Emmmh" ucapnya ketika Aksa menyapu organ miliknya dengan lembut.

__ADS_1


"Ouhhh, baby!!!" desahnya ketika Aksa menghisap miliknya sambil jari-jemarinya bermain di payudaranya.


"Oh, baby Aksaaa!!!" ucapnya sembari menangis merasakan keintiman yg di berikan oleh Aksa. Ia merasakan semua itu sampai air matanya keluar.


Sedangkan, Aksa tersenyum senang sekali sudah berhasil membuat istrinya merasa puas dengan keahliannya. Ia pun, menyudahi acaranya di organ intim Jameela. Kemudian, ia menghapus air mata istrinya.


"Kenapa???"


"Nikmatkah???"


"Kok, sampai menangis seperti itu?" tanya Aksa dengan lembut.


Jameela, hanya diam seribu bahasa. Memang, ia sangat suka di perlakukan demikian lembut oleh suaminya. Wajahnya pun berubah jadi merah jambu seketika.


"Lihatlah, wajahmu jadi merah begitu."


"Baby, sedang malu ya?" goda Aksa.


"Hmph!, baby?" ucap Jameela.


"Baby Aksa, nakal dehhh???" ucapnya manja sambil memainkan kancing-kancing baju suaminya dengan wajah malu.


"Eyyy!!!"


"Tak, kusangka kau bisa bermanja-manja juga denganku." ucap Aksa terkejut.


"Kalau begitu, kita mulai permainan yg sebenarnya." ucap Aksa sambil membuka seluruh pakaian Jameela yg tersisa. Lalu, ia pun juga membuka pakaiannya sendiri. Kini, keduanya sama-sama polos. Lalu, Aksa pun memandu miliknya. Dan, bless......


Ia berdecak kesal. Aksa, kesal kalau kesenangannya di ganggu oleh orang lain maupun telepon masuk.


"Ck...., sial!!!"


"Siapa, sih yg ganggu!!!" umpatnya kesal.


Meski, jengkel dan kesal ia mengambil juga ponselnya dan kemudian mengangkat teleponnya sambil tetap bekerja memberikan surga dunia pada Jameela.


"Halo!" jawabnya ketus.


"Halo, bos!" ucap Ale di seberang telepon. Dan, ia mendengar suara-suara desahan istri bosnya. Membuatnya, jadi malu mendengarnya.


"Ale!!! Ada, apa kau meneleponku! Kau, mengganggu kesenanganku saja!!!" ucapnya marah.


"Eh, anu bos!"


"Anu apa!!!" bentak Aksa.


"Itu, bos!"


"Oh, sebentar!!!" ucap Aksa.

__ADS_1


"Baby, bisakah kau diam sebentar???"


"Suara, desahanmu terdengar begitu sexy???"


"Apa, kau ingin mengundang Ale juga untuk bercinta denganmu??? Hm???" ucap Aksa cemburu.


"Aksa, sialan!"


"Bagaimana, bisa bicara seperti itu?" ucapnya marah.


"Sekarang! Turun, dari tubuhku!" ucap Jameela sambil mendorong jatuh Aksa dari tubuhnya.


"Aww!" pekiknya.


"Ale, sialan!!!"


"Tutup, teleponnya!!!" ucap Aksa marah, jengkel dan kesal.


Sementara, Jameela sudah mulai memakai pakaiannya kembali.


"Mila, aku belum selesai!"


"Aku, belum keluar! Enak, saja kau pakai kembali pakaianmu!!!"


"Cepat, buka kembali pakaianmu!!!" ucap Aksa sambil mencoba melorotkan kembali cd yg sudah dipakai oleh Jameela.


"Tidak, mau!!!" ucap Jameela menolak.


"Oh, tidak mau ya???"


"Kalau, begitu aku akan memaksamu!" ucap Aksa marah sambil menuju meja rias disana tempat ia biasa menyimpan benda-benda miliknya. Lalu, ia pun mengambil sesuatu dari dalam laci meja rias itu. Ya, benda itu disebut DILDO.


"Dengan ini!!!" ucap Aksa sambil tersenyum senang.


"Apa!!!" ucap Jameela terkejut!


"Ayo, baby? Come to papa!!!" ucap Aksa.


Jameela yg melihat benda di tangan Aksa seketika ia jadi takut. Ia pun berusaha kabur. Tapi, ia tak berhasil kabur malah ia tertangkap oleh Aksa yg kembali melempar tubuhnya di atas tempat tidur.


"Aksa! Kumohon! Jangan, lakukan itu!" ucap Jameela memohon.


"DIAM!!!" ucap Aksa marah.


Ia pun lalu melorotkan cd Jameela, dan bless....


"Ahhhh" Jameela berteriak dengan keras.


"Aksa, kau gila!!!"

__ADS_1


"Aksa......ahhh.....mmhh.....!!!" desahnya kembali memenuhi ruangan kamar itu. Aksa pun tersenyum semakin senang. Ia terus memainkan benda itu di dalam milik istrinya. Setelah, puas ia membuang benda itu ke lantai dan kembali ia pun memposisikan miliknya. Dan, akhirnya mereka bercinta terus sepanjang malam tiada henti. Malam, itu Aksa benar-benar memberikan surga dunia kepada Jameela sepanjang malam hingga akhirnya mereka sama-sama kelelahan lalu kemudian tertidur lelap.


__ADS_2