SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Rasa Cemburu Miki


__ADS_3

Setelah, melewati pergumulan yg melelahkan. Akhirnya, Aksa dan Miki pun tertidur. Aksa memeluk Miki dengan erat, namun begitu mendengar suara jam dinding yg berdentang 3 kali. Ia pun terbangun di tengah malam. Ia melihat kekasih sejenisnya itu sudah tertidur lelap. Perlahan ia pun melepas, pelukannya dari tubuh Miki. Ia bangkit dari tempat tidurnya. Lalu, ia berjalan keluar dari kamarnya. Ia memegang gagang pintu, membukanya lalu menutup pintu itu kembali. Miki, yg sebenarnya tak bisa tidur itu karena dilanda rasa cemburu. Ia membuka matanya. Saat, ia membuka mata ia tak melihat kekasih sejenisnya di sebelahnya. Sejenak, pikiran yg bukan-bukan pun singgah di benaknya.


"Jangan-jangan, dia dan perempuan itu?" pikirnya ragu.


Maka, secepat kilat Miki pun bangun dari tidurnya. Lalu, ia pun menyusul mencari Aksa, kekasihnya.

__ADS_1


Sementara, itu Aksa melangkah ke kamar sebelah. Tempat dimana, ia mengikat Jameela. Ia membuka pintu kamar itu secara perlahan. Tampak ruangan itu sangat gelap, karena lampu di kamar itu memang tak di hidupkan. Aksa meraih saklar lampu, lalu ruangan itu menjadi terang dan terlihatlah disana tubuh seorang wanita dalam keadaan terikat tangan dan kakinya. Aksa tertegun melihatnya, kemudian ia berjalan mendekati tubuh wanita itu. Saat, ia sudah dekat dengan Jameela, ia melihat luka-luka di kaki dan tangan Jameela. Sekejap, timbul rasa sedih di hatinya. Ia lalu cepat-cepat membuka ikatan tali di tangan dan di kaki Jameela. Lalu, kemudian menggendong tubuh Jameela ke tempat tidur. Ia meletakkan tubuh itu disana. Ia memperhatikan setiap luka-luka itu, sesaat ia merasa trenyuh melihatnya. Sesungguhnya, ia tidak ingin menyakiti Jameela karena hanya wajahnya saja yg mirip dengan Laila. Tapi, apa boleh buat, semuanya sudah terlanjur terjadi. Perlahan, ia meraih kotak obat yg tersedia di kamar itu. Ia mengambil obat salep dari kotak obat tersebut. Kemudian memborehkannya pada luka-luka di tangan dan di kaki Jameela dengan lembut dan penuh kasih. Setelah, selesai perlahan ia naik ke tempat tidur Jameela dan ia membelai rambut wanita itu. Ingin sekali ia memberi kecupan di kening Jameela tapi urung ia lakukan karena tiba-tiba saja ia teringat kembali dengan hal yg dulu dilakukan oleh Laila, cinta pertamanya.


Sedangkan, Miki yg mengintip dan melihat semua itu. Hatinya benar-benar teriris. Ia tak menyangka jika ternyata Aksa masih memilki perasaan untuk Laila, meski wanita itu bukan Laila, tapi Jameela. Ia sangat sedih sekali dan jiwanya sangat terluka.


"Kau bilang aku yg utama! Tapi, apa yg aku lihat justru aku melihat cinta itu untuknya! Meski, wanita itu bukan dia tapi tetap saja kau memberikan perhatianmu padanya. Aksa inikah yg kau bilang *"**KESETIAAN?**"* ucap Miki dalam hati sambil mengepalkan tangannya. Lalu, kemudian ia kembali kekamarnya saat ia melihat Aksa pun mulai melangkah keluar dari kamar itu. Miki kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur empuk. Dan, selang tak berapa lama kemudian Aksa pun kembali dari kamar Jameela. Ia pun lalu, merebahkan tubuhnya juga disana. Ia memeluk Miki yg sudah tertidur duluan. Miki merasakan kehangatan tangan Aksa. Ia tersenyum, namun dua bulir menetes di pipinya. Ia terluka. Namun, ia masih berharap Aksa tak melupakannya. Aksa masih mencintai dan menyanyanginya dengan sepenuh hati. Meski, sesungguhnya ia ingin bilang pada Aksa ia hanya ingin dirinya saja untuk Aksa. Dan, Aksa hanya untuk dirinya. Ia menangis sesenggukan di balik pelukan Aksa. Hingga, akhirnya ia kelelahan dan kemudian tertidur lelap.

__ADS_1


"Sorry, Bel! Aku gak kasih kabar!" ucapnya sambil meminta maaf.


"Sorry....sorry....kamu tau gak! Promosi yg buat kamu itu udah di kasih sama model lain!" ucap Bella marah dengan nada tinggi.


"Oh" ucapnya pendek.

__ADS_1


"Oh? Mila, sejak kapan kamu jadi orang yg gak peduli sama sekali dengan masa depanmu!" ucap Bella semakin marah. Sementara, Jameela tidak tahu harus bicara apa. Ia hanya bisa diam. Haruskah, ia menjelaskan semua duduk perkaranya. Haruskah, ia mengatakan tentang hal yg sebenarnya kepada Bella? Ia bingung dan ragu. Di satu sisi ia ingin mengatakannya tapi di sisi lain ia merasa takut untuk mengatakannya. Ia tidak ingin Bella melihatnya dalam keadaan terpuruk. Ia tidak ingin Bella menjadi khawatir. Jadi, ia memutuskan untuk diam saja dan tidak mengatakan apa pun kepada Bella.


__ADS_2