
Setelah bercinta dengan istrinya di hadapan Miki, Aksa sangat puas. Ia membelai rambut dan wajah istrinya dengan lembut. Ia tampak sangat kelelahan setelah selesai merasakan surga dunia bersama Jameela. Sedangkan, Miki yg menyaksikan semua itu ia memandang Aksa dengan pandangan jijik. Ia benar-benar membenci Aksa sampai-sampai ingin meludahi wajahnya berulangkali. Sedangkan, Aksa ia tertawa bahagia melihat Miki hancur di hadapannya.
"Hahaha" tawanya.
"Miki.....Miki....."
"Apa, yg kau harapkan dari laki-laki itu sampai kau mengkhianatiku?" ucanya penuh amarah.
"Yg, jelas dia bukan tipe laki-laki brengsek seperti kamu, Aksa!!!" ucap Miki dengan gigi bergemeletuk.
"Diam!!!" ucap Aksa sambil melayangkan tinjuan ke wajah Miki.
"Bugh"
"Akh!"
Miki meringis kesakitan, dan dari hidungnya mengalir darah segar.
"Hahaha"
Kembali, Aksa tertawa puas.
"Aksa, apa kau belum puas menyiksaku?"
"Sini, ayo siksa aku lagi." ucapnya berteriak hingga membuat Jameela yg sedang tertidur jadi terbangun.
"Hoam?"
"Ada, apa ini? Ribut-ribut?" ucapnya sambil mengucek-ngucek matanya.
Begitu, Jameela bangun. Aksa langsung menghampirinya.
"Ehh, baby kau sudah bangun?" ucapnya sembari mencium kening Jameela dengan lembut.
"Sudah"
"Aksa, kau bertengkar lagi dengan Miki?"
"Iya, baby?" ucapnya sengaja memanas-manasi Miki.
Sedangkan, Miki yg melihatnya malah membuang ludah ke lantai.
"Cih"
"Laki-laki, busuk!"
__ADS_1
"Sok, romantis!" ucap Miki.
Aksa, yg mendengar hal itu ia jadi marah dan ingin memukul Miki. Tapi, dicegah oleh Jameela.
"Sudah, cukup Aksa?"
"Kau, sudah cukup melukai hati dan perasaannya!"
"Sekarang, ayo kita pulang." ucap Jameela.
"Ah, baiklah baby?
"Ayo, kita pulang!" ucap Aksa kemudian sambil menggendong tubuh lemas Jameela. Maklum, saja kemarin ia habis-habisan bercinta dengannya. Untuk, menghancurkan perasaan Miki.
"Kau, selamat dariku hari ini."
"Tapi, kau tak akan selamat di tangan anak buahku!" ucap Aksa. Lalu, kemudian Aksa memanggil Ale.
"Ale!!!" panggilnya.
Tak lama, Ale pun muncul.
"Ya, bos!!!"
"Terserah, mau kalian apakan!"
"Aku, tidak peduli!!!" ucap Aksa sambil berlalu dari tempat itu sambil menggendong Jameela.
"Siap, bos!!!" ucap Ale.
Ia tersenyum menatap wajah Jameela. Sedangkan, Jameela yg ditatap begitu ia hanya bisa menundukkan kepalanya saja. Ia menggendongnya sampai masuk ke mobil. Dan, mobil itu pun segera melaju dengan kencang kembali menyusuri jalanan di pagi hari yg sudah mulai padat oleh banyaknya kendaraan yg lalu lalang.
Ponsel milik Aksa berdering. Ada, panggilan masuk dari seseorang. Setelah, ia melihat-lihat ia tampak mengenali nomor siapa itu yg meneleponnya. Ya, yg meneleponnya adalah Aldrich Jefferson. Presiden Direktur dari perusahaan Jefferson's Group. Yg waktu itu, mengirimkan proposal kerjasama dengannya. Dengan, cepat ia pun mengangkat telepon tersebut.
"Halo?" sapanya.
"Halo, juga!" sapa Aldrich di seberang telepon.
"Bagaimana, kabar anda tuan Franklin?"
"Kabarku, baik-baik saja tuan Jeff?"
"Jadi, bagaimana dengan proposal yg waktu itu aku kirim?" ucap Aldrich bertanya.
"Ah, mengenai itu. Aku sudah melihat dan membacanya?" balas Aksa.
__ADS_1
"Jadi???"
"Aku setuju, bekerjasama dengan perusahaan anda tuan Jeff!!!" ucap Aksa kemudian.
"Oh, kalau begitu kapan kita akan bertemu?"
"Untuk pembicaraan lebih lanjut untuk kerjasama kedua perusahaan kita ini." ucap Aldrich semangat.
"Bagaimana, kalau malam ini saja tuan Jeff?"
"Apakah, bisa?"
"Sekalian, kita adakan acara makan malam sambil membicarakannya?"
"Bagaimana?" tanya Aksa.
"Baiklah!" ucap Aldrich cepat.
"Baiklah, sampai jumpa nanti malam!" ucap Aksa kemudian sambil memutuskan sambungan teleponnya.
"Baby?" ucap Aksa lembut di telinga Jameela.
"Hm?"
"Apa, sih???"
"Masih, ngantuk?" ucapnya jengkel.
Mendengar, itu Aksa jadi tersenyum.
"Apa, kau lelah?" ucap Aksa.
"Iya" jawab Jameela.
"Nanti, malam aku ada acara makan malam dengan klien."
"Kamu, ikut ya beib???" ucap Aksa.
Dengan mata setengah tertutup.
"Iya, nanti malam aku ikut!!!" ucap Jameela.
"Terima kasih, baby?" ucap Aksa sambil mengecup lembut kening Jameela. Hingga membuat Jameela kembali tertidur di pangkuan Aksa.
Aksa, menikmati pemandangan itu dimana kini Jameela tengah berbaring dan meletakkan kepalanya di pangkuannya. Ia sangat senang sekali. Perlahan, ia pun memejamkan matanya juga. Dan, kini sepasang pasutri itu tertidur lelap dalam mimpi indah mereka masing-masing.
__ADS_1