
Sinar matahari pagi menyapa, wajah tampan Aksa Franklin. Ia ternyata sudah bangun dari tidurnya ketika ia merasakan hangatnya sinar matahari menyinari wajahnya. Ketika, ia terbangun ia melihat Jameela masih pulas tertidur dalam pelukannya. Ia tersenyum dan membelai wajah cantik itu. Dan, ia memberi kecupan hangat di kening istrinya itu.
Ia teringat tadi malam Ale meneleponnya.
Ia lalu, mengambil ponselnya dan menekan nomor Ale. Tak, lama terdengar suara Ale di seberang telepon.
"Halo, bos!"
"Ale!"
"Ada, apa tadi malam kau meneleponku?"
"Ah, itu bos!"
"Miki!"
"Ck...., ada apa dengan pengkhianat busuk itu?"
"Kami sudah membuang tubuhnya di hutan, bos!"
"Di hutan?"
"Bodoh!!!"
"Kenapa, tidak kau buang saja ke jurang?" Hah!!!" ucap Aksa marah.
"Itu, bos!" Masalahnya, kami tidak menemukan jurang di sekitar sini bos?"
"Apa!!!"
"Maaf, bos?"
"Ya udah, kalau begitu!" ucap Aksa sambil mematikan teleponnya. Kembali, Aksa memandangi wajah istrinya yg masih terlelap. Ia membangunkannya, tapi Jameela tidak mau bangun.
"Baby?"
"Wake up?" ucap Aksa seraya mengguncang-guncang tubuh Jameela.
"Uuh....Aksa sialan!"
"Ini, masih pagi. Masih, ngantuk?" ucap Jameela asal.
Mendengar, ucapan Jameela yg bernada makian. Membuat, Aksa jadi jengkel. Buruan, ia segera mengangkat tubuh polos Jameela lalu membawanya ke kamar mandi dan menyiram tubuhnya dengan air dingin.
"Shuaaa"
"Aaah, dingin sekali!"
"Aksa, dasar kau laki-laki sialan!" ucapnya memaki Aksa kesal. Sementara, Aksa hanya tersenyum saja.
"Baby?"
"Mulutmu, benar-benar tajam ya?" ucap Aksa.
__ADS_1
"Sini, biar abang cium?" ucap Aksa menggoda Jameela.
"Cih...., gak perlu!!!" ucap Jameela jual mahal.
"Kamu, ini!!!" ucap Aksa kemudian memeluk tubuh Jameela lalu menciumnya. Ciuman, Aksa sangat panas membara bagi Jameela. Hingga, akhirnya tanpa Jameela sadari kembali ia memasrahkan dirinya kepada lelaki yg sudah resmi menjadi suaminya.
Kembali, suara-suara penuh keintiman kembali terdengar dari dalam kamar mandi. Aksa, kembali bercinta dengan istrinya. Ia merasakan sensasi bercinta dengan wanita ternyata lebih indah jika dibandingkan saat ia bercinta dengan Miki. Benar-benar berbeda jauh sekali.
Kali, ini ia bermain dengan istrinya dari belakang. Sambil, ia mencumbui tubuh indah istrinya. Ia menjadi semakin terangsang ketika ia mendengar suara sexy keluar dari bibir istrinya.
"Aaah.....baby Aksa?"
"Ouhhh" desahnya kian keras.
Aksa tersenyum senang melihat reaksi istrinya itu. Benar-benar menggugah selera. Pagi, itu ia melakukannya hingga ia benar-benar merasa puas bercinta dengan istrinya. Hingga, akhirnya ia mencapai klimaks dan lemas di tubuh istrinya itu.
"Baby, apa kau senang?"
Dengan suara yg masih terengah-engah usai melakukan permainan panjang dengan suaminya ia pun menjawab.
"Iya, Aksa aku senang!" ucap Jameela.
"Kalau begitu, terima kasih baby?" ucap Aksa sambil mencium lembut tengkuk istrinya itu. Jameela menggeliat kegelian.
"Ya udah, sekarang kita mandi."
"Aku, sudah hampir terlambat pergi ke kantor!" ucap Aksa lembut di telinga istrinya.
"Hmm, so sexy sekali tubuh suamiku ini?" ucapnya dalam hati.
Aksa menangkap pandangan mata Jameela saat menatapi tubuh polosnya. Ia tersenyum, lalu dengan gerak cepat ia lalu kembali menyentuh organ intim istrinya. Ia merabanya. Jameela terkejut bukan main. Disana, Aksa dapat merasakan cairan milik istrinya sudah keluar lagi. Ia tersenyum senang.
"Ternyata, kau belum puas ya baby?" ucap Aksa menebak.
Wajah Jameela jadi bersemu merah karenanya.
Aksa pun mengerti hal itu dan keinginan istrinya.
"Aku, ingin sekali tinggal di rumah saja."
"Dan, menghabiskan waktuku bersamamu!"
"Tapi, maaf sekali baby?"
"Aku tidak bisa!"
"Aku harus pergi kerja ke kantor."
"Dan, aku ada janji ketemu dengan tuan Jeff?" ucap Aksa panjang lebar.
"Ehhh, dia sedang menjelaskan padaku???" ucap hati Jameela.
"Hmm, ti.....tidak apa-apa Aksa!"
__ADS_1
"Pergilah, bekerja!" ucapnya
Aksa tersenyum nakal.
"Nanti, malam!"
"Tunggu, aku nanti malam!"
"Aku, janji aku akan memenuhi tugas dan tanggung jawabku sebagai seorang suami!!!" ucapnya lembut sambil mengecup kening istrinya. Jameela dapat merasakan sentuhan kasih sayang Aksa untuknya disana. Perlahan, airmatanya mulai menetes kembali. Aksa terkejut melihatnya.
"Mengapa, menangis baby?"
"Apakah, kata-kataku menyakitimu?" tanya Aksa.
"Tidak, Aksa!"
"Aku, hanya terharu saja." ucap Jameela.
"Ohh, istiku sayang? Jangan, menangis!" ucap Aksa sambil menghapus bulir airmata Jameela penuh kelembutan.
"Aku, janji aku akan pulang!"
"Tapi, kau harus berjanji juga padaku!"
"Apa!!!"
"Mulai, hari ini kamu gak usah kerja lagi di agensi itu!"
"Kenapa???"
"Aku tidak suka punyaku di sentuh oleh orang lain!!!"
"Ehh"
Jameela heran.
"Kau istriku, Aku cemburu kalau istriku di pegang lelaki lain!!!"
"Apa, kau paham?" ucap Aksa.
"Aku, paham Aksa?"
"Baguslah, baby?"
"Sekarang, pakailah bajumu!"
"Jika, tidak! Aku akan sangat tidak tahan untuk menyentuhmu lagi!!!" ucap Aksa akhirnya jujur.
"Ba....baiklah!" ucap Jameela.
Jameela pun segera keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya kembali. Aksa yg melihatnya hanya tersenyum saja. Ia melihat Jameela tampak seperti wanita polos yg takut disentuh oleh lelaki. Padahal, sudah tak terhitung entah berapa kali mereka melakukannya.
Tampaknya, Aksa sudah mulai menyimpan rasa suka kepada istrinya, Jameela. Meski, terkadang luka lama itu masih membayang jelas di pelupuk matanya. Terkadang, rasa cemburunya muncul kala meihat tubuh istrinya di pegang oleh lelaki lain. Meski, itu hanya karena tuntutan pekerjaannya sebagai model.
__ADS_1