SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Aku Cemburu, tahu?


__ADS_3

Jameela sedang membaca majalah di ruang tamu rumahnya. Ia sangat senang sekali saat sedang membaca majalah di rumah, apalagi di waktu senggang. Ia sibuk membolak balik halaman per halaman dari majalah itu hingga suara nyaring dari ponselnya memecah konsentrasinya. Ia melihat siapa yg meneleponnya.


Ternyata, yg meneleponnya adalah Bella, asisten pribadinya. Ia pun lalu mengangkat ponselnya.


"Halo?" sapanya.


"Halo, Mila?" balas Bella nyaring.


"Ada, apa Bel kamu telepon aku?"


"Gini, Mil?"


"Sesi, pemotretan kamu yg waktu itu kan, tertunda?"


"Jadi, bisa gak kamu datang kesini, Mil?"


"Please, aku dah kena marah nih sama bos!" ucap Bella bernada mohon.


"Maaf, Bel?"


"Aksa gak kasih aku kerja lagi di agensi!"


"Dia, marah kalau aku kerja di sana lagi."


"Please, Mil?"


"Aku, bisa di pecat dari pekerjaanku sama bos?" ucap Bella khawatir.


"Aduh, Bel?"


"Aku, benar-benar minta maaf banget?"


"Please, Mil? Sebentar saja, aku mohon? Please....please....!!!" ucap Bella memksa.


"Baiklah, kalau begitu."


"Tapi, aku hanya bisa sampai siang saja!"


"Aku, sudah harus di rumah saat Aksa, pulang dari kantor?" ucap Jameela.


"Baiklah.....baiklah....."


"Kalau, begitu akan aku atur?" ucap Bella tertawa riang.


Lalu, kemudian Bella pun memutuskan sambungan teleponnya. Ia sangat senang karena Jameela, mau mengambil sesi beberapa pemotretan yg tertunda waktu itu.


Sementara, itu di kantor perusahaan Aksa.


Aksa, sedang memperhatikan monitor di hadapannya. Ia telah memasang kamera tersembunyi di seluruh area rumahnya. Ia sedang mengintai Jameela, istrinya. Apa saja, yg dilakukan Jameela di rumahnya.


Begitu, ia melihat istrinya hendak keluar rumah setelah mendapat telepon. Ia pun seketika menjadi berang.


"Sialan!"


"Dia, keluar rumah?"


"Mau, kemana dia?" ucap Aksa kesal.


"Jangan-jangan, dia mau ke agensi itu lagi."


"Dasar! Perempuan, sialan!"


"Disayang, gak tau disayang!" ucapnya lagi semakin kesal. Ia pun lalu mengambil ponselnya dan menelepon Ale, anak buahnya.


"Ale!!!" sapanya ketus.


"Ya bos!"


"Cepat, selidiki agensi tempat istriku bekerja."

__ADS_1


"Pantau, apakah dia bekerja disana lagi atau tidak!" perintahnya kepada Ale.


"Oh, oke bos!" ucap Ale.


Setelah, itu ia pun menutup teleponnya.


Ale, yg mendapat tugas dari Aksa pun segera pergi menjalankan kembali tugas dari Aksa untuk memantau Jameela, istri bosnya.


Ale, menarik nafas panjang.


Ia merasa berkeringat dingin setiap kali Aksa meneleponnya dan memberikan tugas kepadanya.


"Si bos ini, kenapa sih?"


"Kalau, telepon yg ada hubungan dengan istrinya dia pasti ngamuk!"


"Tinggal, bilang I Love You aja pun susahnya setengah mati." sungutnya kesal. Kemudian, Ale pun mulai menjalankan mobilnya menuju agensi tempatJameela bekerja.


Setelah, sampai di tempat itu.


Ale, pun menghentikan mobilnya. Ia lalu mulai memantau dari dalam mobilnya. Tak, lama kemudian ada sebuah taxi yg berhenti di depan gedung agensi itu.


Ale, memperhatikan taxi tersebut siapa penumpang yg baru saja turun dari sana. Ternyata, yg baru turun itu adalah Jameela, istri bosnya. Ale, yg melihat hal itu segera menghubungi ponsel Aksa.


"Aduh! Nyonya? Tamatlah, riwayat anda kali ini!" ucap Ale sambil memencet nomor Aksa. Tak, lama Aksa pun mengangkat teleponnya.


"Ale!" ucap Aksa dengan nada tinggi penuh emosi.


"Kuharap, berita ini tidak membuat emosiku semakin tinggi." ucap Aksa.


"Itu, dia bos?"


"Bos, pasti bakal marah kalau mendengarnya."


"Cepat bilang!!!"


"Nyonya, baru saja turun dari taxi, bos!"


"Ke gedung agensi itu bos!!!" ucap Ale memberitahu.


"Hmm, begitu ya?"


"Iya, bos!"


"Baiklah, kalau begitu!"


"Kau tunggu, disana!"


"Aku akan segera kesana!"


"Baik, bos!" ucap Ale patuh.


Ale pun menutup teleponnya dan ia menunggu Aksa datang menemuinya. Tiga puluh menit kemudian, Aksa datang. Dan, ia menemui Ale.


"Bos!" panggilnya


"Hm, dimana istriku!"


"Di dalam, gedung agensi bos!!!" ucap Ale.


"Baiklah, tugasmu selesai! Kau, boleh kembali!"


"Oh, ya?"


"Ini, uangmu yg kemarin!" ucap Aksa sambil menyerahkan cek senilai dua puluh jita rupiah kepada Ale.


"Ah, terima kasih, bos!"


"Saya, pergi dulu bos!" ucap Ale kemudian senang.

__ADS_1


Ia pun segera menyingkir dari sana. Tinggallah, Aksa disana. Ia pun lalu masuk ke dalam gedung tersebut.


Matanya, nanar sibuk mencari dimana sosok istrinya disana.


Ia pun menemukannya. Ia melihat istrinya sedang melakukan sesi pemotretan dengan pose yg menantang nafsu membuat jakunnya naik turun. Dan, lagi-lagi Jameela memakai pakaian tidur yg mengekspos kulitnya yg berwarna putih.


Aksa marah pada saat sang fotografer mengarahkan satu pose nakal sambil menyentuh dagu dan pinggang ramping Jameela. Membuat, semua yg ada disana terkejut.


"Bagus!"


"Bagus, sekali istriku sayang?" ucap Aksa sambil bertepuk tangan. Membuat, Jameela jadi terkejut dengan kedatangan Aksa untuk kali kedua di tempat ia bekerja.


"Aku sudah menyuruhmu, duduk diam di rumah."


"Tapi, kau bandel dan malah datang kemari?"


"Apakah, kau sudah tak sabar ketemu dengan fotografer tersayangmu ini???" ucap Aksa dengan mata melotot.


Jameela yg mendapat tatapan itu menjadi takut. Ia takut akan melakukan sesuatu yg lebih buruk lagi.


Apalagi, memaksanya.


"Aksa???"


"Me....mengapa, kau berkata begitu?" ucapnya takut.


"Heh! Mengapa?"


"Seharusnya, kau mengerti Mila?"


"Suami mana yg suka melihat istrinya berpose nakal di depan pria lain?


"Dan, suami mana yg rela milik pribadinya disentuh pria lain?"


"Meskipun, hanya sebatas pekerjaan!!!" ucap Aksa sambil berjalan ke arah Jameela. Jameela ketakutan dan ia mundur ke belakang tembok. Dan, tubuhnya menabrak tembok.


"Duk"


Jameela kini terjebak dan tak bisa berbuat apa-apa. Termasuk, semua yg ada disana pun tak bisa berbuat apa pun. Bahkan, Bella pun bergidik ngeri melihat Aksa yg sudah sangat marah tersebut. Aksa, menatap wajah cantik dan tubuh sexy istrinya sambil berkata....


"Aku, cemburu tahu?"


"Kau, berpakaian sexy begini di hadapan pria lain."


"Apa, kau ingin menggoda si keparat sialan itu?" ucap Aksa sambil menunjuk sang Fotografer disana yg melihat ke arah Aksa dengan tatapan penuh tanya.


"Ti....tidak....Aksa!!!" ucap Jameela.


"Lalu, mengapa kau pergi keluar rumah?"


"Kau, tak sabar ya di sentuh si sialan itu? Hah!!!" ucap Aksa dengan nada tinggi.


"Aksa!!!" ucap Jameela sambil mengangkat tangannya dan menampar Aksa.


"Plaaakkk!!!"


Mendapat, tamparan dari Jameela semakin membuat amarah Aksa semakin memuncak. Ia langsung menarik paksa tangan Jameela pergi dari sana. Aksa sangat marah Jameela menampar wajahnya di hadapan khalayak ramai.


Yg membuat harga dirinya jatuh. Jameela menamparnya di hadapan Fotografer itu. Yg semakin membuat darahnya mendidih dan semakin di bakar api cemburu. Aksa yg seperti ini terlihat sangat mengerikan.


Aksa yg lembut hilang entah kemana.


Tadi, pagi masih bisa berbicara lembut dan sopan.


Tapi, sekarang nada bicara dan kata-katanya sungguh sangat kasar. Hingga membuat hati Jameela sakit. Jameela benar-benar kecewa karenanya.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💖💖💖SO HURT TO LOVE U💖💖💖

__ADS_1


💗💗💗Aksa Frankin Dan Jameela Hamish💗💗💗



__ADS_2