SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Jameela Hamil


__ADS_3

Malam pun berlalu dan pagi pun datang menyapa. Jameela merasakan kehangatan cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela kamarnya. Jameela melihat Aksa masih tidur sambil memeluk tubuhnya. Jameela ingin bangun dari tempat tidurnya, sambil menyingkirkan tangan Aksa yg masih melingkar di tubuhnya.


Namun, ketika ia ingin bangkit tiba-tiba saja, ia merasakan rasa pusing yg teramat sangat pada kepalanya. Kontan saja, ia mengaduh kesakitan.


"Aduuhhh...." ucapnya pelan sambil memegang keplanya.


Suaranya saat ia mengaduh pelan pun terdengar oleh Aksa yg masih tertidur lelap. Aksa mengucek matanya dan ia melihat Jameela berbaring sambil memegang kepalanya sendiri.


"Kenapa, baby?" tanyanya.


"Gak, tahu nih beib?"


"Tiba-tiba, aja kepalaku pusing banget!" jawab Jameela.


"Baby, disini aja ya? Biar aku telepon dokter!" ucap Aksa khawatir.


"Iya, baby? ucap Jameela mengiyakan.


Setelah berkata kemudian, Aksa pun menelepon dokter. Dokter itu pun bersedia datang ke rumah Aksa untuk memeriksa penyakit Jameela.


Percakapan Via Telepon.


"Halo, dokter!" sapa Aksa.


"Halo, juga tuan Aksa?"


"Dokter! Bisakah, anda datang ke rumahku? Emm, istriku sakit dokter?" ucap Aksa khawatir.


"Tentu, saja!" ucap dokter tersebut.


"Baiklah, saya tunggu dokter di rumah!" ucap Aksa.


"Tut"


Telepon itu pun mati dan Aksa pun langsung menemui istrinya kembali.


"Baby? Sabar, ya sayang? Dokter, akan segera datang." ucap Aksa.


"Iya, baby?" ucap Jameela.


"Peluk?" ucap Jameela manja.


"Ehhh???" ucap Aksa.


Aksa heran melihat tingkah Jameela yg berubah menjadi wanita yg sangat manja dengannya. Sedangkan, ia tahu karakter istrinya itu sama sekali tak pernah manja begitu.

__ADS_1


Meski begitu, Aksa pun tetap memberi pelukan kepada Jameela.


"Emm? Hangat? Wangi???" ucap Jameela manja.


Aksa tersenyum.


"Benarkah? Wangi???" ucapnya kepada Jameela.


"Iya, baby?" ucap Jameela sambil mengendus-endus wangi tubuh suminya.


Melihat, itu Aksa tersenyum. Ingin sekali, ia memakan kembali istrinya itu. Tapi, ia takut tanggung soalnya ia sudah menelepon dokter untuk memeriksa keadaan Jameela.


Tak sampai, 30 menit. Dokter yg di tunggu itu pun datang. Dokter itu pun langsung memeriksa penyakit Jameela. Setelah, ia memeriksanya sang dokter pun tersenyum.


Ia pun langsung menyalami Aksa dan Jameela bergantian sambil mengucapkan kata selamat.


"Selamat!"


"Selamat, apanya dokter?" tanya Aksa sambil memandang Jameela heran.


"Istri anda, hamil tuan?"


"Apa!!! Benarkah? Istriku, hamil?"


Aksa terlihat sangat gembira sekali. Akhirnya, terjawab sudah rasa heran yg sejak tadi bergelayut di hatinya.


"Baby?"


"Akhirnya, kau hamil!" ucap Aksa lembut sambil mengecup kening istrinya.


"Saya, akan memberikan resep obat untuk berjaga-jaga selama masa kehamilan!" ucap dokter itu lagi sambil menuliskan resep obat yg harus di tebus Aksa.


"Oh, terima kasih dokter?"


"Ingat, jaga baik-baik kandungan istrimu! Jangan, buat dia stress! Dan, rajinlah check up setiap bulannya! Untuk, memantau kesehatan bayi di dalam kandungannya selama 9 bulan!" ucap dokter itu lagi.


"Baiklah, dokter! Terima kasih!" ucap Aksa sambil mengantarkan dokter itu sampai di depan pintu rumah mereka.


Lalu, Aksa pun kembali lagi ke kamar dimana istrinya berada. Ia pun memeluk Jameela haru. Jameela pun sama harunya. Perlahan, airmatanya menetes. Aksa yg melihat itu menghapus airmata yg menetes di pelupuk mata istrinya dengan lembut.


"Baby? Kenapa, kau menangis?" tanya Aksa.


"Aku bahagia! Ternyata, aku hamil dan aku bisa memberikanmu keturunan, suamiku!" ucap Jameela mengecup lembut bibir Aksa.


"Iya, sama! Aku juga bahagia!" ucap Aksa sambil mengelus lembut perut rata Jameela.

__ADS_1


"Baby? Apakah, kamu suka anak laki-laki atau perempuan?" tanya Aksa.


"Laki-laki atau permpuan sama saja! Yg penting saat ia lahir nanti ia normal dan sehat wal'afiat." balas Jameela.


"Kau benar sekali, sayang?"


"Laki-laki atau pun perempuan sama saja! Yg penting lahir dengan selamat dan sehat wal'afiat!" ucap Aksa.


"Oh, ya? Nama, apakah nanti yg cocok untuk calon bayi kita baby?" tanya Jameela.


"Nama????"


"Iya"


"Aku belum memikirkannya, baby?" ucap Aksa kemudian.


"Ya sudah, nanti kita pikirkan sama-sama!" ucap Jameela sambil menggenggam tangan Aksa.


Aksa menerima perlakuan lembut, Jameela. Dan, ia merasakan kebahagiaan yg selama ini hanya ada dalam angan-angannya. Saat ini, ia merasa bahagia bersama Jameela.


Meski, sempat ia dan Jameela saling membenci dan menjauh. Saling tak ingin membuka hati satu sama lain. Namun, kini keduanya sangat lengket bagaikan perangko.


Jameela sudah menerima Aksa apa adanya. Dan, begitu juga sebaliknya. Aksa pun juga sudah menerima Jameela pun apa adanya. Sekarang, yg ada di dalam hati mereka berdua adalah kesetiaan satu sama lain. Tiada lagi keraguan. Dan, tiada lagi bayang Laila yg selalu membayangi.


Kini, Laila sudah tenang disana. Laila, sangat bahagia disana dan ia tak lagi merasakan rasa sakit.


Sekarang, Aksa dan Jameela bersama menatap masa depan yg cerah. Bersama dalam suka dan duka. Selalu, bersama selamanya dan tak terpisahkan lagi selama-lamanya.


Love From Jameela dan Aksa❤❤❤


Ikuti terus ya SO HURT TO LOVE U sampai ending ya?


Hanya terisa beberapa bab lagi novel ini bakal tamat!


Terima kasih kepada para Readers yg udah setia membaca novel ini. Meski, telat upnya. Maklum, saya sering dikejar-kejar waktu up buat novel saya yg lain.


Sekali lagi, terima kasih untuk anda semua yg telah setia membaca karya saya ini.


Salam manis dari saya,


Author......


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💕💕💕SO HURT TO LOVE U💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2